Connect with us

Ekonomi

YCAB : Dibutuhkan Aksi Nyata Dalam Membantu Pelaku UMKM Di Indonesia

Published

on

Jurnaljakarta.com – Memberdayakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM) di Indonesia harus ada aksi nyata, seperti membantu permodalan, mengajarkan mengatur pembukuan keuangan, agar para pelaku UMKM di Tanah Air bisa meningkatkan kapasitasnya.

Demikian hal tersebut diungkapkan Founder & CEO YCAB Foundation Veronica Colondam dalam acara webinar bertajuk ‘Menciptakan Ketangguhan UMKM Perempuan dan Petani’, Rabu, (29/72020).

Menurut Veronica modal itu sangat penting. Kita harus memikirkan dari hilir dan hulu. Jadi tidak hanya bicara ketahanan tapi bisa membangun ketangguhan (bagi para UMKM),” tutur Veronica.

Tidak hanya itu, lanjutnya, peranan teknologi juga sangat penting yang artinya para pelaku UMKM perlu memanfaatkannya. Para pelaku UMKM diharapkan tidak hanya menjalankan aktivitas bisnisnya secara tradiosional tapi perlu menggunakan teknologi guna meningkatkan kapasitas dan jangkauan pemasaran produknya kepada masyarakat.

“Memberikan pemberdayaan yang ditingkatkan kemampuannya. Bisa jualan online itu kan lebih keren. Apalagi di masa covid-19 semua orang maunya berbelanja dari rumah. Tentu harus menyesuaikan. Jadi teknologi harus membawa harapan untuk membangun ketangguhan dari pelaku UMKM perempuan dan para petani,” ucapnya.

Sementara itu, Head of Corporate Sustainability HSBC Nuni Sutyoko mengatakan saat pandemi covid-19 mulai terjadi setidaknya ada beberapa hal yang terkena dampak. Pertama, kesehatan atau dunia medis. Kedua, isu sosial yakni dari segi kemiskinan lantaran banyak dari masyarakat yang terkena PHK atau usahanya gulung tikar. Ketiga, membangun ulang perekonomian akibat terhantam pandemi.

“Walau kondisi rebuilding sekarang belum 100 persen membaik tapi memang sudah lebih terkendali mengendalikan pandemi,” ucapnya.

Pada konteks ini, Nuni memandang, perempuan memiliki peranan penting ketika pandemi covid-19 menyerang ekonomi keluarga terutama ketika suami atau kepala keluarga yang biasanya menjadi tulang punggung perekonomian keluarga mengalami PHK. Perempuan atau istri bisa mengasah kemampuan dengan menjadi pelaku UMKM,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Dekranasda Jawa Barat Atalia Ridwan Kamil berpendapat ada empat hal yang sering dikeluhkan oleh para pelaku UMKM, terutama di Jawa Barat. Pertama, kualitas produk. Kedua, ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM). Ketiga, berkaitan dengan kebuthan modal. Keempat, berkaitan dengan pemasaran.

Hal semacam itu perlu dicarikan jalan keluar agar UMKM bisa tumbuh lebih maksimal, terutama saat pandemi covid-19.

Pentingnya peranan perempuan sebagai pelaku UMKM di Indonesia dan peranannya dalam membantu perekonomian keluarga. Menurutnya perempuan sudah seharusnya tidak lagi diposisikan hanya mengurusi dapur, sumur, dan kasur semata. Dirinya memandang perempuan memiliki kemampuan lebih dari itu yang salah satunya membantu pemasaran produk dari UMKM,” pungkasnya.

Ekonomi

Masuki 2021, Allianz Indonesia Ambil Bagian Dalam Kampanye Global, “Bersama Anda, Kini dan Nanti”

Published

on

Jakarta, 18 Januari 2021 — Sejak pandemi COVID-19 melanda dunia tahun 2020 lalu, World Health Organization (WHO) mengeluarkan pedoman berolahraga bagi orang dewasa, yakni melakukan aktivitas fisik selama 2,5 jam per minggu atau 30 menit setiap hari, untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Hal ini juga sejalan dengan program Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang digalakkan oleh Kementerian Kesehatan RI sebagai salah satu upaya untuk mengurangi penyebaran COVID-19.

Sebagai perusahaan asuransi yang telah lama dan konsisten mendukung aktivitas olahraga, Allianz Indonesia kini kembali mengajak masyarakat untuk hidup sehat melalui webinar berjudul “Bersama Menguatkan Diri: Pantang Menyerah, Kini dan Nanti”, yang menghadirkan figur-figur yang berbagi cerita tentang semangat olahraga dan pantang menyerah yang mereka alami. Diharapkan semua cerita yang diangkat dalam webinar ini dapat memberikan inspirasi dan menyatukan masyarakat di masa yang menantang saat ini. Kegiatan ini juga sekaligus bentuk dukungan Allianz Indonesia terhadap Allianz yang secara global sejak tahun 2021 ini telah resmi memulai kemitraan dengan Gerakan Olimpiade & Paralimpiade untuk delapan tahun ke depan. Hal ini merupakan wujud komitmen Allianz untuk mendukung perkembangan olahraga di seluruh dunia.

Salah satu pembicara yang hadir dalam webinar ini adalah M. Fadli, yang dahulu merupakan atlet balap motor berprestasi, tetapi harus menggantung impiannya karena mengalami kecelakaan saat berlomba. “Saya sempat berada di titik terendah saat kaki saya harus diamputasi, tetapi saya sadar tidak boleh mudah menyerah. Berkat dukungan orang-orang terdekat, saya mulai mencari kesempatan yang bisa dilakukan meski dengan kaki palsu. Ternyata jalan saya terbuka lebar, saya dapat bangkit dengan melakukan hal baru menjadi atlet paracycling dan pada akhirnya berhasil mendapatkan 1 tiket menuju Paralimpiade Tokyo tahun 2021 ini.”

Jika M.Fadli sedang berjuang meraih impiannya menjadi juara dunia paracycling, Yasha Chatab justru pernah berjuang melawan penyakitnya. Sebagai penggemar olahraga dan juga salah satu penggagas komunitas lari terbesar di Indonesia, Yasha cukup terkejut dengan apa yang sempat dialaminya, “Orang-orang yang kenal saya pasti tahu seberapa cinta-nya saya dengan olahraga, karena olahraga merupaka upaya saya untuk jaga kesehatan. Ketika terdiagnosa COVID-19 dengan gejala cukup berat dan harus dirawat di rumah sakit, rasanya sulit untuk dipercaya, ternyata orang sehat juga tetap bisa sakit. Namun, saya memahami bahwa sehat saja tidak cukup, tetap perlu proteksi. Beruntung saya mempercayakan perlindungan asuransi kesehatan saya kepada Allianz, sehingga biaya penanganan medis saat terkena COVID-19 sebesar Rp232 juta dapat ditanggung, dan saya pada saat itu bisa fokus dengan proses pengobatan/penyembuhan tanpa rasa khawatir”, tambah Yasha.

Meski telah sembuh dari COVID-19, Yasha mencoba untuk rutin berolahraga demi menjaga kesehatan dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Karena sesuai dengan anjuran pemerintah, di masa pandemi ini olahraga diharapkan dapat menjadi bagian dari gaya hidup, untuk meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh.

“Yang juga tak kalah penting adalah memiliki perlindungan asuransi, apalagi di masa pandemi COVID-19 ini turut menimbulkan ketidakpastian dan kekhawatiran di masyarakat. Untuk membantu masyarakat mendapat perlindungan asuransi dengan mudah, saat ini Allianz Indonesia tidak memberlakukan masa tunggu 30 hari untuk klaim penyakit COVID-19 bagi nasabah baru Allianz yang memerlukan perawatan sejak polis/rider asuransi kesehatannya diterbitkan”, kata Aditya Sumirat, karyawan dan salah satu penggagas komunitas lari di Allianz Indonesia, yang juga menjadi pembicara dalam webinar ini.

Terhitung sejak 16 Januari 2021 sampai dengan 31 Maret 2021, perlindungan asuransi Allianz juga memberikan kemudahan pembiayaan COVID-19 lain seperti pembiayaan pengobatan pada saat isolasi mandiri karena COVID-19 jika dirawat di fasilitas non rumah sakit atau di hotel rujukan pemerintah (tidak termasuk biaya kamar dan akomodasi), pembiayaan pengobatan apabila isolasi mandiri di rumah karena COVID-19 yang dibutuhkan secara medis (sesuai ketentuan polis yang berlaku), serta fasilitas penukaran Allianz Smart Point dengan berbagai manfaat terkait COVID-19, seperti pembelian obat dan vitamin.

Tersedia juga akses gratis layanan tanya dokter online di aplikasi Halodoc untuk digunakan Nasabah dan dapat diakses via chat, telepon atau video call di mana pun dan kapan pun. Akses gratis layanan tanya dokter online ini dapat juga dimanfaatkan oleh Nasabah untuk hal-hal terkait medis lainnya dan tidak hanya terbatas untuk kasus COVID-19 atau saat isolasi mandiri saja. Selain itu, Nasabah juga dapat membuat reservasi untuk melakukan pemeriksaan swab PCR COVID-19 di fasilitas medis (rumah sakit atau klinik) yang dikehendaki oleh Nasabah di aplikasi Halodoc, info selengkapnya Nasabah dapat mengakses https://www.allianz.co.id/layanan/customer-service/allianz-teleconsultation

“Allianz senantiasa menyesuaikan layanan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat saat ini, khususnya pada saat pandemi. Kami memperluas proteksi asuransi untuk menanggung biaya yang dikeluarkan selama perawatan di lokasi yang ditunjuk pemerintah maupun isolasi mandiri, agar lebih tepat sasaran dalam melindungi Nasabah kami. Tentunya, seluruh limit tetap mengacu pada polis asuransi sesuai produk yang dimiliki masing-masing Nasabah. Inilah salah bukti nyata bahwa Allianz akan selalu mendampingi, kini dan nanti,” kata Karin Zulkarnaen, Chief Marketing Officer, Allianz Life Indonesia.

Continue Reading

Ekonomi

Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Petani, LPDB-KUMKM Jalin Kerjasama Dengan TaniHub

Published

on

By

Jurnaljakarta.com – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menjalin sinergi dengan TaniHub Group Indonesia terkait pemberdayaan KUMKM. Hal ini dilakukan sebagai upaya bersama dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Komitmen kerja sama tersebut ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo dengan President of TaniHub Group, Pamitra Wineka di Jakarta, Selasa (29/12/2020).

Supomo menjelaskan bahwa kerja sama tersebut semata-mata untuk mendorong pemulihan ekonomi, khususnya di masa pandemi Covid-19. Seperti diketahui sektor KUMKM menjadi salah satu sektor yang paling terdampak akibat adanya pandemi tersebut. Oleh sebab itu untuk membangkitkan sektor ini perlu peran serta dari semua pihak baik pemerintah, swasta, BUMN ataupun pihak lainnya.

“Melalui kerjasama ini, koperasi diharapkan mendapatkan harga beli yang lebih baik dan bersaing, sehingga akan memberi nilai tambah baik bagi koperasi dan petani anggota koperasi,” ujar Supomo.

Dijelaskan bahwa dalam MoU ini, TaniHub berperan membantu pemasaran produk pertanian yang dihasilkan oleh koperasi. Selain itu, TaniHub juga akan membantu melakukan quality assurance untuk menjaga bahwa produk yang dihasilkan layak dipasarkan, baik melalui pasar ekspor, hotel, restoran cafe, supermarket, maupun langsung kepada customer.

Sementara itu peran LPDB-KUMKM adalah memberikan dukungan kepada koperasi berupa pinjaman/pembiayaan modal kerja pembelian produk pertanian kepada koperasi. Kebutuhan modal kerja dan skema pembayaran angsuran dari koperasi, diperhitungkan dengan mempertimbangkan jenis komoditi yang dihasilkan.

Selain itu LPDB-KUMKM juga akan terus melakukan pendampingan kepada koperasi mitra usahanya agar bisa menjamin kualitas produk yang akan dipasarkan melalui TaniHub. “Skema rencana kerja sama dilakukan dengan menggandeng koperasi. Oleh sebab itu koperasi diharuskan memiliki standar kualitas yang tinggi,” imbuhnya.

Adapun market sasaran dari TaniHub adalah pasar ekspor, hotel, restoran cafe, supermarket, maupun langsung kepada customer.

Diharapkan dengan skema kerja sama ini para petani yang tergabung dalam wadah koperasi mendapatkan harga beli yang lebih baik dan bersaing. Dengan begitu kesejahteraan mereka akan terangkat. “Upaya ini sebagai bentuk tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita perlu bergotong royong untuk membantu masyarakat khususnya petani dan nelayan,” pungkasnya.

Continue Reading

Ekonomi

LPDB KUMKM Tahun 2020 Tembus Salurkan Dana Bergulir Sebesar 1,9 Triliun Kepada 114 Koperasi.

Published

on

By

Jurnaljakarta.com – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau LPDB –  KUMKM sejak 2008 hingga 2020 telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp 12 triliun yang tersebar di seluruh Indonesia.

Khusus tahun ini, LPDB-KUMKM diberi target sebesar Rp 1,85 triliun dengan realisasi capaian penyaluran dana bergulir per Desember 2020 mencapai Rp 1,9 triliun yang telah disalurkan ke 114 koperasi

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama LPDB KUMKM Supomo, pada acara Rapat Sinkronisasi dan Evaluasi Kinerja LPDB-KUMKM Tahun 2020, di Jakarta, Senin (28/12).

“Selain itu, jumlah penerima dana bergulir yang ditargetkan mencapai 12.000 penerima, juga telah melampaui target hingga 66.997 penerima atau mencapai 150% dari target,” kata Supomo.

Supomo menambahkan, saat ini dunia masih dilanda pandemi COVID-19 tak terkecuali Indonesia, sehingga sangat mempengaruhi perekonomian Indonesia, khususnya para pelaku usaha koperasi dan UMKM

“Sehingga, tahun ini LPDB KUMKM diberikan amanah yang besar dalam menyalurkan dana bergulir kepada para pelaku KUMKM dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional,” jelas Supomo.

Untuk itu, lanjut Supomo, LPDB-KUMKM juga telah merealisasikan 100% atau sebesar Rp 1 Triliun dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang telah disalurkan ke 63 mitra koperasi dan 101.011 UMKM pada 30 September 2020 lalu.

“Ini merupakan capaian yang luar biasa di mana LPDB-KUMKM berperan penting dalam memulihkan ekonomi nasional khususnya bagi pelaku KUMKM di Indonesia,” terang Supomo.

Supomo mengakui tantangan yang dihadapi LPDB-KUMKM tidaklah mudah karena sejak awal berdiri pada 2006. Lembaga ini didapuk menjadi garda terdepan bagi permodalan koperasi dan UMKM di Indonesia.

“Di sisi lain, tidak mudah meyakinkan para pemegang kepentingan (stakeholder) bahwa BLU di bawah Kementerian Koperasi dan UKM ini akan tumbuh signifikan sebagai lembaga pembiayaan bagi KUMKM,” ungkap Supomo.

Ke depan, LPDB-KUMKM akan terus berupaya lebih giat lagi dalam memberikan pembiayaan untuk perkuatan permodalan kepada KUMKM di Indonesia.

“Misi melakukan pemihakkan bagi kelangsungan KUMKM ini, akan terus kita gelorakan di tengah para karyawan. Bahwa kita adalah bagian dari pelaku sejarah yang ikut serta menggerakkan denyut ekonomi terbesar di negeri ini, yaitu melalui Koperasi dan UMKM,” jelas Supomo.

Oleh karena itu, Supomo mengimbau kepada seluruh jajaran direksi dan karyawan LPDB-KUMKM untuk terus membangun mental yang kokoh guna mengusung visi dan misi LPDB-KUMKM sebagai garda penyelamat ekonomi khususnya bagi pelaku usaha koperasi dan UMKM di Indonesia.

“Saya atas nama pribadi beserta jajaran Direksi LPDB KUMKM, mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh karyawan yang telah bekerja dengan baik dan maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat KUMKM, sehingga target penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM dapat tercapai,” ucap Supomo.

Supomo pun mengapresiasi para stakeholder yang telah bekerja sama dengan LPDB-KUMKM guna membantu percepatan dan memperluas penyaluran dana bergulir sebagai bentuk perwujudan LPDB KUMKM sebagai lembaga inklusif.

“Yang berarti terbuka dalam menjalin kerja sama untuk dapat mewujudkan TriSukses LPDB-KUMKM. Yakni, Sukses Penyaluran, Sukses Pemanfaatan dan Sukses Pengembalian,” terang Supomo.

Tak lupa, Supomo mengajak seluruh jajarannya untuk tetap menerapkan gaya hidup sehat, khususnya di lingkungan kerja, sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan WHO dan Kementerian Kesehatan.

Continue Reading

Populer