Connect with us

Ekonomi

Wahab Afwan: Gotong Royong UMKM Kunci Ketahanan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi

Published

on

Di tengah fenomena pelambatan ekonomi dan ancaman resesi akibat pandemi COVID-19 yang belum usai, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan koperasi kini diharapkan bisa menjadi pilar utama untuk menggerakkan dan menggairahkan ekonomi nasional. Kebijakan dari Presiden Joko Widodo, telah memerintahkan untuk melakukan percepatan pemberian relaksasi dan bantuan likuiditas kepada koperasi dan UMKM agar mereka bangkit kembali menjadi aktor utama penggerak ekonomi nasional.

Bantuan likuiditas untuk sektor koperasi dan UMKM itu senilai total Rp 123,46 triliun yang merupakan bagian dari anggaran program pemulihan ekonomi secara nasional. Selain bantuan likuiditas, anggaran untuk menggerakkan sektor ekonomi kecil dan menengah, juga disalurkan melalui program subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta penempatan dana pemerintah di bank-bank swasta untuk restrukturisasi kredit UMKM dan koperasi.

Menanggapi kebijakan itu, Wahab Afwan, Managing Director Energy+ Indonesia Marketing Communicatin Hub, mengatakan, kebijakan itu telah sesuai dengan yang diharapkan. Menurutnya, Kontribusi sektor UMKM terhadap ekonomi nasional mencapai 60%, dan menyerap sekitar 90% pasar tenaga kerja. Sehingga, kebijakan itu sudah sesuai sasaran. Gotong Royong UMKM merupakan kunci ketahanan ekonomi nasional di masa pandemi seperti sekarang. Kebijakan itu diharapkan bisa menggairahkan kembali usaha di sektor ini, ujar Wahab Afwan di Jakarta (27/7).

Menurut Wahab Afwan, yang juga calon peserta pendidikan Lemhannas RI, dirinya bersama dengan Energy+ Indonesia Marketing Communication Hub, juga akan turut berkontribusi langsung dalam program nasional untuk menggerakan kembali sektor ekonomi UMKM ini. Energy+ akan menyediakan program yang membantu UMKM-UMKM terdampak dengan cara memberikan business solution melalui strategy marketing yang adaptif melalui kolaborasi Hub antar UMKM, dari supply chain sampai dengan sales/marketing dan distribusi produk. Diharapkan dengan adanya kolaborasi Hub antar UMKM ini, bisa mengurangi loss revenue, dan bisa meningkatkan kembali performa dari UMKM tersebut. Sehingga UMKM bisa meningkatkan kembali bisnisnya untuk menopang kebangkitan ekonomi nasional dari sektor UMKM.

Situasi pendemi Covid-19 yang berkepanjangan akan sangat memukul perekonomian nasional, dan banyak yang akan terdampak termasuk UMKM. Oleh karena itu semua elemen harus bergerak cepat dan adaptif, agar bisa bertahan di kondisi apapun. Diharapkan dengan adanya solusi kolaborasi Hub antar UMKM akan membantu ketahanan ekonomi nasional, ujar Wahab Afwan.

Data terhimpun dari berbagai sumber, sektor UMKM di Indonesia saat ini berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sektor UMKM menyumbangkan hingga Rp 8.573,9 triliun ke PDB Indonesia pada 2018, atau sekitar 57,8% terhadap PDB keseluruhan. Selain itu, sektor UMKM mempekerjakan sebanyak 116.978.631 orang atau 97% dari total tenaga kerja Indonesia. Hingga saat ini, jumlah UMKM di seluruh Indonesia sebanyak 64.194.057 unit usaha atau 99,99% dari total unit usaha di Indonesia. Dengan data ini, bisa diperkirakan betapa besar dan sangat berpengaruhnya sektor UMKM bagi pergerakan ekonomi nasional.

Dengan potensi ekonomi sebesar itu, gotong royong sektor UMKM merupakan solusi dan kunci bagi ketahanan ekonomi nasional. Apalagi di masa pandemi yang kita masih belum tahu sampai kapan akan berakhir. Energy+ juga akan mensupport UMKM untuk masuk kedalam ekosistem digital yang saat ini baru sekitar 12% dari total 64 juta UMKM di Indonesia. Hal ini juga dalam rangka mendukung program presiden Jokowi #BanggaBuatanIndonesia,” tambah Wahab Afwan.

Kebijakan bantuan likuiditas kepada sektor UMKM, kata Wahab Afwan, setidaknya akan dapat mencegah peningkatan tajam angka pengangguran, pemutusan hubungan kerja, dan kemiskinan. Ia berharap kebijakan itu bisa betul-betul menyalurkan bantuan dana tepat kepada sasaran dan tidak sampai dikorupsi. Dengan konsep gotong royong ekonomi nasional, diharapkan semua bisa terlaksana dan terkoordinasi baik, serta tepat sasaran.

Ekonomi

Bank Mega Cetak Laba Bersih Rp 3 Triliun di 2020

Published

on

JurnalJakarta — PT Bank Mega Tbk pada 2020 mencatatkan laba bersih sebesar Rp 3,01 triliun. Capaian tersebut artinya tumbuh 50% dibandingkan periode 2019 yang sebesar Rp 2 triliun.

Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib mengungkapkan pertumbuhan laba ini diperoleh dari pendapatan bunga bersih atau net interest income sebesar 9% menjadi Rp 3,9 triliun dibandingkan posisi tahun 2019 sebesar Rp 3,58 triliun.

“Fee based income juga menyumbang kenaikan laba yakni menjadi Rp 2,9 triliun atau tumbuh 26% dibandingkan periode 2019 Rp 2,3 triliun,” kata Kostaman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/2/2021).

Kemudian total aset tercatat Rp 112,2 triliun atau naik 11% dibandingkan periode 2019 sebesar Rp 100,8 triliun.

elanjutnya dana pihak ketiga (DPK) Bank Mega Rp 79,19 triliun atau naik 9% dibandingkan periode 2019 sebesar Rp 72,8 triliun. DPK ini terdiri dari deposito yang mendominasi yaitu 72%, tabungan 17% dan giro sebesar 11%.

Menurut Kostaman kelesuan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi ini mengakibatkan kredit pihak ketiga Bank Mega negatif 6% yakni menjadi Rp 48,5 triliun dari Rp 51 triliun pada 2019.

“Kredit korporasi masih tumbuh positif dibandingkan segmen lainnya, yaitu sebesar 55% menjadi Rp 26,2 triliun,” ujar Kostaman.

Kostaman juga menjelaskan rasio beban operasional dibandingkan pendapatan operasional (BOPO) semakin membaik yakni menjadi 65,9% dibanding posisi 2019 sebesar 74,1%. Hal ini karena dampak inovasi digital yang dilakukan perseroan sejak 2 tahun terakhir baik back office maupun front office.

Kemudian permodalan tercatat 31,4% naik dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 23,68%. Menurut dia rasio permodalan yang kuat merupakan hal penting untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. (Bgs)

Continue Reading

Ekonomi

Meluncur Maret 2021, Intip Skema Insentif Pajak 0% untuk Mobil Baru

Published

on

JurnalJakarta — Masyarakat Indonesia dalam waktu dekat bisa membeli kendaraan roda empat dengan harga yang lebih normal. Di tengah pandemi COVID-19, pemerintah akan memberikan insentif pajak berupa relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil baru yang mulai berlaku Maret 2021.

Dengan insentif ini, nantinya harga mobil akan berkurang cukup signifikan. Hanya saja, hal tersebut baru berlaku Maret dan potongan atau insentifnya berlaku sesuai periode berlaku.

Pemberian insentif ini diharapkan dapat mendorong konsumsi masyarakat kelas menengah dan juga mendukung sektor otomotif tanah air. Begini skema pemberian insentif PPnBM untuk mobil baru ini.

Mengutip akun Instagram @kemenkeuri, Selasa (16/2/2021), penurunan tarif PPnBM ini ditanggung pemerintah (DTP). Pelaksanaannya dilakukan bertahap dari Maret hingga Desember 2021.

Periode pertama insentif PPnBM mobil baru akan dimulai pada Maret-Mei dengan diskon 100%. Periode II berlaku pada Juni-Agustus dengan diskon 50%. Periode III mulai September-Desember dengan diskon 25%.

Jenis kendaraan yang mendapat fasilitas adalah kategori sedan dan tipe 4×2 seperti hatchback, MPV, dan SUV dengan segmen sampai dengan 1.500 cc, menggunakan bahan baku lokal sebesar 70%, dan kendaraan dirakit di dalam negeri.

Kondisi normal, PPnBM mobil baru segmen sedang dengan kapasitas mesin maksimal 1.500 cc sebesar 30%. Setelah mendapatkan fasilitas maka PPnBM menjadi 0% pada periode pertama, lalu menjadi 15% di periode II, dan menjadi 22,5% di periode III.

Sedangkan segmen 4×2 seperti hatchback, MPV, dan SUV yang kapasitas mesinnya di bawah 1.500 terkena PPnBM sebesar 10%. Setelah mendapat fasilitas maka akan menjadi 0% di periode I, menjadi 5% di periode II, dan menjadi 7,5% di periode III.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, kebijakan ini akan lebih terasa jika disertai relaksasi makro prudensial yaitu penurunan uang muka hingga 0%.

Sebab, konsumen otomotif kelas menengah di Indonesia masih mengandalkan pembelian mobil dengan skema pembiayaan bank atau kredit.

“Penerapan PPnBM ini akan berlaku pada kendaraan di bawah 1.500 cc ini sekitar 60-65% market share dari otomotif nasional sehingga kebijakan ini akan mendongkrak penjualan mobil tahun ini,” ujarnya.

“Jika dikombinasikan dengan kebijakan makro prudensial, penjualan kendaraan diharapkan bisa naik hingga 30% dari realisasi penjualan tahun lalu dan produksi otomotif juga naik hingga 10%. Selain itu, kebijakan-kebijakan tersebut akan mampu membangkitkan industri otomotif nasional,” sambungnya.

Continue Reading

Ekonomi

Masuki 2021, Allianz Indonesia Ambil Bagian Dalam Kampanye Global, “Bersama Anda, Kini dan Nanti”

Published

on

Jakarta, 18 Januari 2021 — Sejak pandemi COVID-19 melanda dunia tahun 2020 lalu, World Health Organization (WHO) mengeluarkan pedoman berolahraga bagi orang dewasa, yakni melakukan aktivitas fisik selama 2,5 jam per minggu atau 30 menit setiap hari, untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Hal ini juga sejalan dengan program Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang digalakkan oleh Kementerian Kesehatan RI sebagai salah satu upaya untuk mengurangi penyebaran COVID-19.

Sebagai perusahaan asuransi yang telah lama dan konsisten mendukung aktivitas olahraga, Allianz Indonesia kini kembali mengajak masyarakat untuk hidup sehat melalui webinar berjudul “Bersama Menguatkan Diri: Pantang Menyerah, Kini dan Nanti”, yang menghadirkan figur-figur yang berbagi cerita tentang semangat olahraga dan pantang menyerah yang mereka alami. Diharapkan semua cerita yang diangkat dalam webinar ini dapat memberikan inspirasi dan menyatukan masyarakat di masa yang menantang saat ini. Kegiatan ini juga sekaligus bentuk dukungan Allianz Indonesia terhadap Allianz yang secara global sejak tahun 2021 ini telah resmi memulai kemitraan dengan Gerakan Olimpiade & Paralimpiade untuk delapan tahun ke depan. Hal ini merupakan wujud komitmen Allianz untuk mendukung perkembangan olahraga di seluruh dunia.

Salah satu pembicara yang hadir dalam webinar ini adalah M. Fadli, yang dahulu merupakan atlet balap motor berprestasi, tetapi harus menggantung impiannya karena mengalami kecelakaan saat berlomba. “Saya sempat berada di titik terendah saat kaki saya harus diamputasi, tetapi saya sadar tidak boleh mudah menyerah. Berkat dukungan orang-orang terdekat, saya mulai mencari kesempatan yang bisa dilakukan meski dengan kaki palsu. Ternyata jalan saya terbuka lebar, saya dapat bangkit dengan melakukan hal baru menjadi atlet paracycling dan pada akhirnya berhasil mendapatkan 1 tiket menuju Paralimpiade Tokyo tahun 2021 ini.”

Jika M.Fadli sedang berjuang meraih impiannya menjadi juara dunia paracycling, Yasha Chatab justru pernah berjuang melawan penyakitnya. Sebagai penggemar olahraga dan juga salah satu penggagas komunitas lari terbesar di Indonesia, Yasha cukup terkejut dengan apa yang sempat dialaminya, “Orang-orang yang kenal saya pasti tahu seberapa cinta-nya saya dengan olahraga, karena olahraga merupaka upaya saya untuk jaga kesehatan. Ketika terdiagnosa COVID-19 dengan gejala cukup berat dan harus dirawat di rumah sakit, rasanya sulit untuk dipercaya, ternyata orang sehat juga tetap bisa sakit. Namun, saya memahami bahwa sehat saja tidak cukup, tetap perlu proteksi. Beruntung saya mempercayakan perlindungan asuransi kesehatan saya kepada Allianz, sehingga biaya penanganan medis saat terkena COVID-19 sebesar Rp232 juta dapat ditanggung, dan saya pada saat itu bisa fokus dengan proses pengobatan/penyembuhan tanpa rasa khawatir”, tambah Yasha.

Meski telah sembuh dari COVID-19, Yasha mencoba untuk rutin berolahraga demi menjaga kesehatan dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Karena sesuai dengan anjuran pemerintah, di masa pandemi ini olahraga diharapkan dapat menjadi bagian dari gaya hidup, untuk meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh.

“Yang juga tak kalah penting adalah memiliki perlindungan asuransi, apalagi di masa pandemi COVID-19 ini turut menimbulkan ketidakpastian dan kekhawatiran di masyarakat. Untuk membantu masyarakat mendapat perlindungan asuransi dengan mudah, saat ini Allianz Indonesia tidak memberlakukan masa tunggu 30 hari untuk klaim penyakit COVID-19 bagi nasabah baru Allianz yang memerlukan perawatan sejak polis/rider asuransi kesehatannya diterbitkan”, kata Aditya Sumirat, karyawan dan salah satu penggagas komunitas lari di Allianz Indonesia, yang juga menjadi pembicara dalam webinar ini.

Terhitung sejak 16 Januari 2021 sampai dengan 31 Maret 2021, perlindungan asuransi Allianz juga memberikan kemudahan pembiayaan COVID-19 lain seperti pembiayaan pengobatan pada saat isolasi mandiri karena COVID-19 jika dirawat di fasilitas non rumah sakit atau di hotel rujukan pemerintah (tidak termasuk biaya kamar dan akomodasi), pembiayaan pengobatan apabila isolasi mandiri di rumah karena COVID-19 yang dibutuhkan secara medis (sesuai ketentuan polis yang berlaku), serta fasilitas penukaran Allianz Smart Point dengan berbagai manfaat terkait COVID-19, seperti pembelian obat dan vitamin.

Tersedia juga akses gratis layanan tanya dokter online di aplikasi Halodoc untuk digunakan Nasabah dan dapat diakses via chat, telepon atau video call di mana pun dan kapan pun. Akses gratis layanan tanya dokter online ini dapat juga dimanfaatkan oleh Nasabah untuk hal-hal terkait medis lainnya dan tidak hanya terbatas untuk kasus COVID-19 atau saat isolasi mandiri saja. Selain itu, Nasabah juga dapat membuat reservasi untuk melakukan pemeriksaan swab PCR COVID-19 di fasilitas medis (rumah sakit atau klinik) yang dikehendaki oleh Nasabah di aplikasi Halodoc, info selengkapnya Nasabah dapat mengakses https://www.allianz.co.id/layanan/customer-service/allianz-teleconsultation

“Allianz senantiasa menyesuaikan layanan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat saat ini, khususnya pada saat pandemi. Kami memperluas proteksi asuransi untuk menanggung biaya yang dikeluarkan selama perawatan di lokasi yang ditunjuk pemerintah maupun isolasi mandiri, agar lebih tepat sasaran dalam melindungi Nasabah kami. Tentunya, seluruh limit tetap mengacu pada polis asuransi sesuai produk yang dimiliki masing-masing Nasabah. Inilah salah bukti nyata bahwa Allianz akan selalu mendampingi, kini dan nanti,” kata Karin Zulkarnaen, Chief Marketing Officer, Allianz Life Indonesia.

Continue Reading
Advertisement

Populer