Connect with us

Hiburan

The Grand Signature Hadirkan Piano Upright dengan Desain Mewah & Artistik

Published

on

JurnalJakarta.com – The Grand Signature Piano menghadirkan jajaran produk piano Irmler tipe upright dengan desain yang mewah dan artistik. Acara launching merek piano dari Jerman tersebut digelar di Central Park Mall Jakarta pada Senin, 9 September 2019.

Piano baru yang diluncurkan terdiri dari dua kategori yakni Irmler Art Design dan Irmler Europe. Di kategori Irmler Art Design yang menjadi produk unggulan dari perusahaan, ada
sembilan seri piano upright yang dirilis yakni Monet, Alexa, Davinci, Carlo, Monique, Van Gogh, Gina, Louis dan Titus.

Sedangkan seri profesional Irmler Europe menyajikan dua seri piano baby grand yakni F 160 E dan F 175 E. Jajaran produk di kategori ini semakin menarik dengan hadirnya F 160 E Translucid yang merupakan seri luxury dari piano Irmler.

Koleksi piano Irmler tersebut akan dipamerkan di Lobby Lumina, Central Park Mall Jakarta selama tanggal 9-15 September 2019.

“Piano upright dari Irmler tetap mengusung kemewahan yang selalu menjadi ciri khas The Grand Signature Piano, tapi harga piano ini kompetitif jika dibandingkan dengan brand piano Jepang yang sudah ada di Indonesia”, kata Executive Director The Grand Signature Piano, Helen Gumanti, Senin (9/9/2019).

Desain mewah piano Irmler direpresentasikan dengan kehadiran veneer kayu eksotis pada beberapa seri Irmler Art Design.

Veneer kayu eksotis biasanya hanya ditemui pada produk￾produk barang mewah seperti mobil, yacth atau jet pribadi. Pesona kemewahan Irmler juga terlihat dari desain clean lines yang indah sehingga terlihat lebih modern.

Bentuk piano Irmler sangat menonjolkan nilai-nilai estetika. Salah satunya terlihat pada seri Irmler Alexa yang memiliki body shape melengkung. “Tampilan Irmler menunjukkan bahwa piano tak selalu hanya berbentuk kotak, tapi bisa kita nikmati dengan bentuk yang lebih indah,” tutur Helen.

Khusus untuk Irmler Translucid, baby grand tersebut dibalut dengan warna transparan yang mewah dan futuristik. Namun jika pembeli menginginkan, Translucid dapat dipesan dengan warna lain sesuai permintaan alias customized.

Helen berharap, kehadiran Irmler di Indonesia dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang menginginkan piano dengan harga relatif terjangkau tapi memiliki kualitas dan desain yang melebihi ekspektasi.

Menurutnya, piano Irmler cocok digunakan oleh murid dari usia dini hingga dewasa. Tapi dengan kualitas yang tinggi, piano Eropa ini juga sangat sesuai untuk digunakan oleh pianis profesional.

Kualitas Irmler bisa dirasakan dari karakter suaranya yang deep dan round. Karakter suara piano ini lebih enak didengar ketimbang piano Asia yang cenderung bright. Dengan karakter tersebut, Irmler sangat cocok digunakan untuk memainkan musik klasik.

Piano Irmler juga memiliki ukuran panjang, lebar dan kedalaman yang melebihi spesifikasi beberapa merek piano Asia di kelas yang sama. Dengan ruang yang lebih besar, resonansi suara akan terproyeksi dengan lebih baik. “Irmler punya konfigurasi desain piano yang membuat suaranya menjadi lebih bagus”, imbuh Helen.

Selama pameran di Central Park Mall, pembelian piano Irmler akan mendapatkan diskon harga sebesar 15% dan cashback hingga Rp 10 juta. Selain itu, sejumlah bonus akan diberikan di antaranya adalah maintenance and cleaning kit, free delivery se-Jabodetabek dan free tunning.

The Grand Signature Piano merupakan dealer resmi piano Irmler dan satu-satunya di Indonesia. Perusahaan ini juga memasarkan produk piano premium lainnya secara eksklusif dengan merek Fazioli, Bluthner dan Estonia.

Dalam hal ini, Irmler merupakan second brand piano yang dimiliki oleh Bluthner. Sekedar informasi, piano Irmler yang diciptakan oleh Johann Christian Gottlieb Irmler sudah dikenal sejak abad ke-18. Pada masa itu, grand piano Irmler sangat populer di Jerman dengan pasar ekspor terbesar ke Rusia dan Skandinavia.

Sayangnya serangan bom pada perang dunia II telah menghancurkan pabrik Irmler hingga rata dengan tanah di tahun 1943.

Usai perang, keluarga Irmler berupaya untuk membangkitkan bisnisnya kembali namun menghadapi banyak kesulitan. Ketika Irmler meninggal dunia, keluarganya berpindah dari Jerman. Pada akhirnya, otoritas Jerman Timur menutup bisnis piano Irmler secara total di tahun 1953.

Sejarah piano ini kembali bergulir 46 tahun kemudian. Produsen piano Bluthner mengambil alih brand dan teknologi piano Irmler pada tahun 1999. Kini, perusahaan bernama Irmler Piano Gmbh kembali memproduksi piano berkualitas dengan tetap mengusung filosofi dari Gottlieb Irmler. (Bgs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hiburan

Gretha Sihombing Rillis Video Klip Terbarunya Lagu “Ku Mau Iring Tuhan”

Published

on

By

Jurnaljakarta.com – Umat Kristiani dalam waktu dekat akan menyambut datangnya Hari raya Natal dan Tahun baru 2019 – 2020. Jelang perayaan tersebut biasanya kita akan sering mendengarkan lagu – lagu puji -pujian tentang Tuhan.

Begitu juga dengan Gretha Sihombing atau yang lebih dikenal dengan Gretha Martini, seorang biduanita kelahiran Medan Sumatra Utara, jelang Natal kembali meluncurkan Klip Video terbarunya dalam lagu “Ku Mau Iring Tuhan”.

Ditemui dikantor CMP Record yang merupakan Label dalam album tersebut, Gretha Martini mengatakan, lagu ini sempat populer di era tahun 2010 an, lagu ini direkam saat dirinya masih duduk di bangku SMA, lagu ini buming hingga masuk dalam top 12 besar.

“Single ini kebetulan cukup membawa berkat buat saya. Lagu ini direkam saat aku masih duduk dibangku SMA. Lagu ini naik hingga di 12 Top besar,” ujar Gretha penyanyi berkebangsaan Indonesia yang merupakan anggota dari penyanyi Dewiq qtersebut di Jakarta Selasa (3/12/2019).

Menurut Gretha, lagu ‘Ku Mau Iring Tuhan’ merupakan sebuah lagu yang menceritakan tentang insan yang lebih mementingkan keinginan dunia, sehingga orang tersebut lupa dengan Tuhannya.

“Dilagu ini kita ingin kembali lagi menuju ke jalan Tuhan, kembali ke jalan yang benar,” tutur wanita yang pernah kuliah di London School ini.

Penyanyi muda cantik yang banyak mengantongi piala dari kemampuannya menyanyi ini, memperbaharui video Klip lagu ini supaya lebih kelihatan fress, agar orang bisa lebih menikmati lagu ini lagi.

Gretha membeberkan, saat ini klip video tersebut sudah memiliki tiga buah video klip, dimana klip pertama dibuat sekitar sepuluh tahun silam. Lalu dibuatkan klip kedua dengan persi yang agak lebih fress dibanding yang pertama, sehingga lagu ini naik dalam tangga 30 besar waktu itu. Sedangkan klip ke tiga dibuat sekitar dua tahun lalu dan sampai saat ini telah memasuki peringkat 12 besar, bahkan lagu ini juga dipakai dalam sebuah sinetron Natal,” bebernya.

Setelah sukses dalam album Kiss Me, yang dirilis pada tahun 2008 lalu. Gretha mengeluarkan single berjudul ‘Saatnya Weekend’ dan ikut bergabung dalam grup vokal binaan Zema Management Z5 dan meluncurkan album Kompilasi ‘Cuma Sekali Mencinta’. Gretha juga mengisi album binaan Badai ‘Kerispatih’ yaitu Peace On Earth.

Makna Natal sendiri menurutnya, kita diingatkan kembali akan sang juru selamat, dan semua umat Kristiani merayakan hari kelahiran sang juru selamat itu.

Untuk itu Gretha mengucapkan selamat natal dan tahun baru buat semua umat Kristiani. Semoga Natal ini membawa damai dan suka cita buat kita semua, Trima kasih,” pungkasnya.

Lirik Lagu Ku Mau Iring Tuhan

Saat sunyi saat sepi,
kumerenung nasib ini
Sesungguhnya hidup ini tak berarti
Tanpa salib Tuhan bersamaku
Sungguh aku menyesali
akan hidupku begini
ku abaikan kasih setiaMu
hidup dalam dosa penuh nista
Kali ini Tuhan, ku mau iring Tuhan
memikul salibMu dengan sejuta harapan
dunia kutinggalkan, dunia kulupakan
ku mau ikut bersamaMu Tuhan
kali ini tuhan kumau iring Tuhan
memikul salibMu dengan berjuta harapan
Dunia kutinggalkan, dunia kulupakan .
ku mau ikut bersamaMu Tuhan

Continue Reading

Hiburan

BELAIN Kutuk Pernyataan Menteri Kehakiman Norwegia Terkait SIAN

Published

on

By

Jurnaljakarta.com – Bela Indonesia Gerakan Pilar Bangsa (BELAIN) mengecam dan mengutuk pernyataan Menteri Kehakiman Norwegia, Joran Kalimyr yang menyatakan aksi provokasi rasial pembakaran kitab suci umat Islam (Al- Qur’an) oleh kelompok fasis radikal SIAN di Norwegia, tanggal 16 November 2019 adalah bagian dari kebebasan beribicara.

Sebelumnya, sebuah aksi fasis radikal telah dilakukam oleh Stop Islamisation of Norway (SIAN) berupa upaya pembarakan kita suci Al Qur’an di ruang publik terbuka pada tanggal 16 November 2019 di Norwegia,

“Kami minta Presiden Jokowi untuk bersikap secara terbuka mengutuk aksi provokasi rasial dan teroris budaya pembakaran kitab suci umat islam di Norwegia, demi menenangkan hati puluhan juta pemilih muslim yang telah ikut memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres lalu agar tidak terjadi provokasi aksi pembalasan di Indonesia,” kata Direktur Eksekutif BELAIN, Abdussalam Hehanussa, di Jakarta, Senin (02/12).

“Kami juga menyerukan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk mengecam sikap Menteri Kehakiman Norwegia agar kebebasan berbicara tidak divisualisasikan untuk pembiaran aksi terorisme,” tukasnya.

Pihaknya juga mengajak semua organisasi pro demokrasi, pro NKRI, dan pro Solidaritas Islam untuk bersama-sama  mengutuk setiap bentuk aksi provokasi kelompok fasis SIAN yang memvisualisasi niat kejahatan teror terhadap Islam Norwegia dalam bentuk pembakaran kitab suci.

Pada kesempatan yng sama, pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada Qusay Reshed aktivis anti teroris Palestina yang berani secara preventif menyerang untuk menghentikan aksi provokasi Lars Thorsen yang merupakan Ketua SIAN. “Apresiasi positif juga sampaikan sikap kepada Benedicte Bjomland selaku Direktur Polisi Kota Kristiansnad yang dengan tegas telah memperingatkan kelompok fasis radikal SIAN untuk tidak membakar kitab suci umat Islam dalam aksinya karena tindakan tersebut adalah termasuk tindak pidana,” tutup Hehanussa.(sl)

Continue Reading

Hiburan

Iskandar Widjaja Kolaborasi Pianis Terkenal Dalam Konser 1001 Lights

Published

on

By

Jurnaljakarta.com – Iskandar Widjaja, pemain biola internasional berkolaborasi dengan pianis Christine Utomo menampilkan pertunjukan musik klasik kontemporer dalam Heritage Concert Series 1001 Lights, di Soehanna Hall, Jumat (15/11/2019).

Pertunjukan yang mengusung nuansa Timur Tengah dan didukung dengan tata lampu yang artistik dan megah ini merupakan hasil rancangan dari The Grand Signature Piano sebagai penyelenggara acara.

Pianis terkenal Christine Utomo mengatakan,” konser malam ini merupakan konser pertama kalinya dilakukan, dimana kita sebagai musisi klasik, malam ini menampilkan lagu- lagu yang pop. Begitu juga Iskandar menampilkan program komposisi yang barunya,” kata Christine.

“Konser kali ini semua bagai bahasa baru. Jadi sebelumnya kita belum pernah main, untuk komposisinya Iskandar membawakan lagu Arioso (J.S Bach/Widjaja). Kita mainkan agak klasic dan unik, karena bukan program yang biasanya kita mainkan,” tambahnya.

Dalam konser ini lanjut Cristine, banyak membawakan musik yang minimalis, dimana notnya sama tidak terlalu sibuk dan tidak menampilkan sesuatu yang glamor, simpel dan sederhana. Namun konser ini membuat kita betul-betul mendengar dengan telinga terbuka, dan kita benar -benar dapat merasakan ada rasa damai dalam musik ini,” ungkapnya.

Perlu diketahui, sebagai pianis, Christine Utomo telah mengukir nama di kancah internasional. Dia pernah tampil dalam pertunjukan berkelas seperti International Holland Music sessions, Wintergreen Music Festivals, Aspen Music Festivals dan Casalmaggiore Music Festival. Dia pernah berkolaborasi dengan musisi internasional seperti Noorman Widjaja, Przemyslaw Fiugajski, Gabriel Schwabe, Tina Guo, Paul Kwo dan Daron Hagon.

Sementara Iskandar Widjaja merupakan salah satu musisi muda yang namanya tengah bersinar di panggung musik klasik internasional. Dia mengalirkan darah seni dari kakeknya Udin Widjaja, seorang musisi ternama di era Presiden RI Soekarno.

Pria yang memiliki darah campuran Indonesia, Arab, China dan Belanda ini sudah meraih sederet prestasi seperti medali emas di 1st International Hindenmith Violin Competition serta Best Bach dan Best Beetoven Sonata di 21st Concorso Violinistico Internazionale Andrea Postacchini.
Prestasinya yang gemilang telah mengantarkan Iskandar ke panggung pertunjukan di seluruh dunia.

Continue Reading

Populer