Connect with us

Ekonomi

Techpay Sukses Lakukan Finalitas Transaksi Hampir 500 Milidetik

Published

on

Jurnaljakarta.com – Proyek blockchain layer satu Techpay atau TPC telah sukses menangani lebih dari 300 ribu transaksi per detik dengan waktu akhir 504 milidetik. Hasil ini menjadikannya sebagai blockchain pertama yang berhasil meriah catatan waktu finalitas transaksi sub-kedua secara real time.

Finalitas transaksi mengacu pada waktu yang dibutuhkan untuk menganggap transaksi dikonfirmasi dan tidak dapat diubah di Blockchain. Kemampuan transaksi secara real time dari i TechPay chain dapat diverifikasi di mainnet dan testnet TechPay. Pengguna juga sudah dapat menambahkan TechPay mainnet ke metamask dengan mencari TPC di Chainlist.org.

Transaksi cepat ini menurut Techpay tidak lepas dari mekanisme konsensus Practical Byzantine Fault Tolerance) dan DAG (Directed Acyclic Graph), yang memungkinkan proyek untuk memvalidasi transaksi dengan kepastian yang lebih besar. Sementara beberapa jaringan memungkinkan transaksi dibalik karena finalitas probabilistik, kejadian seperti itu tidak mungkin terjadi di jaringan TechPay karena arsitekturnya yang tanpa pemimpin, membuat keamanan menjadi lebih besar.

TechPay pun berusaha untuk mengatasi masalah trilema Blockchain, yaitu bahwa Blockchain tidak dapat memanfaatkan desentralisasi, skalabilitas, dan keamanan. Menurut Techpay masalah ini bisa diatasi dengan penggabungan yang optimal. Proyek ini juga menghilangkan risiko sentralisasi Blockchain dihilangkan karena frekuensi transaksi meningkat di antara setiap pecahan.

Pemanfaatan Energi sangat berkurang karena energi hashing tidak diperlukan untuk memasuki blok berikutnya. TechPay Coin menggunakan kira-kira 40 juta kali lebih sedikit daripada Bitcoin. Techpay juga kompatibel dengan Cosmos SDK dan Ethereum Virtual Machine (EVM), menjadikannya salah satu sidechain paling serbaguna di pasar.

Techpay koin pun kini sudah tersedia di bursa MEXC global, sebelumnya, Techpay coin juga mendapatkan perhatian besar setelah merilis peluncuran jembatan lintas rantai Bi-Directional dengan Binance smart Chain. Techpay akan hadir di acara Crypto Expo Asia di Singapura pada 22-23 Juni 2022. (Red)

Ekonomi

Panen Padi di Lanud Halim Perdanakusuma :
Danlanud Halim P Apresiasi Upaya Dispotdirga Lanud Halim

Published

on

By

Jurnaljakarta com – Sektor pertanian di Jakarta, khususnya areal persawahan padi memang relatif terbatas, untuk itu Komandan Lanud Halim P Marsekal Pertama TNI Adrian P. Damanik, S.T.,M.M. menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Potensi Dirgantara Lanud Halim P yang dipimpin Letkol Pnb Raden Hajar Mahendratara beserta jajarannya yang telah mengembangkan usaha pertanian padi dalam mendukung gerakan ketahanan pangan.

Hal ini dikatakan Komandan Lanud Halim P saat melaksanakan kegiatan panen raya padi di areal persawahan Lanud Halim Perdanakusuma, yang dihadiri Para Kepala Dinas serta Komandan Satuan Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (19/1/2023).

Lebih lanjut Danlanud juga menyampaikan bahwa pelaksanaan panen raya padi ini berkaitan dengan Program Pemerintah dalam hal ketahanan pangan, dimana program ini merupakan program yang sudah menjadi atensi pimpinan, sehingga dilaksanakan program ini dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada di wilayah Lanud Halim Perdanakusuma.

“Hasil panen raya padi ini kiranya dapat mencukupi kebutuhan pangan yang ada, khususnya bagi warga Lanud Halim P,” harap Danlanud.

Danlanud Halim P. menjelaskan, hingga saat ini Lanud Halim telah memanfaatkan sekitar 12 hektar lahan kosong yang terdapat di wilayahnya, yang tersebar tak hanya di lingkungan perkantoran Lanud namun juga di sekitar komplek perumahan TNI AU, yang dimanfaatkan dengan ditanami berbagai jenis tanaman sayur mayur diantaranya padi, singkong, jagung, pisang, pepaya, cabai, kacang panjang, melon, semangka.

Diakhir sambutannya Danlanud berharap apa yang sudah dilaksanakan ini kiranya dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.

Continue Reading

Ekonomi

IZI Unit Akademizi Kerjasama Dengan SIBERC Gelar Public Expose Bertajuk “Indonesia Islamic Philanthropy Outlook 2023 : Caring Trust Better”

Published

on

By

Jurnaljakarta.com – Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) unit Akademizi kerjasama dengan SIBERC (SEBI Islamic Business and Economic Research Center) gelar Public Expose dengan tema “Indonesia Islamic Philanthropy Outlook 2023 : Caring Trust Better” di Park Hotel Cawang Jakarta Rabu ( 4/1/2023).

Kegiatan yang diprakarsai oleh SIBERC dan Akademizi ini dihadiri oleh, Direktur Eksekutif SIBERC., Dr. Ai Nur Bayinah, S.E.I., M.M., IFP., Direktur Akademizi, LAZ IZI., Nana Sudiana, SIP, MM. Dengan menghadirkan para pembicara, Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, Ms., M.Ec, Ph.D
(Pimpinan BAZNAS RI), Dr. Imam Teguh Saptono (Wakil Ketua BWI RI),
Muhibuddin Alawy, S.Fil.I., SAS Zakat (Kasubdit Akreditasi dan Audit Lembaga Zakat, Kemenag RI), Nana Sudiana, SIP, MM (Direktur Akademizi, LAZ IZI), Sigit Pramono, Ph.D, CA, CPA (Ketua STEI SEBI), serta dimoderatori oleh Ahmad Baehaqi, SEI, M.Ak, SAS.

Direktur Utama Inisiatif Zakat Indonesia ( IZI) Wildhan Dewayana Rosyada dalam sambutannya melalui daring mengatakan,” kerjasama ini adalah sebagai wujud perhatian yang sungguh – sungguh dalam upaya sikap untuk mendorong pertumbuhan sektor Philanthropy Islam, khususnya dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah dan wakaf di tanah air, dari aspek kredibilitas dan akuntabilitas
lembaga yang menjadi salah satu issu yang mengemuka belakangan ini,” ujarnya.

Dalam konteks pengelolaan dana Philanthropy Islam (zakat, infak, sedekah, wakaf dan dana sosial keagamaan lainnya), salah satu yang perlu dijaga oleh Lembaga Philanthropy Islam adalah kredibelitas dan akuntabilitas pengelolaan dana tersebut.

Kesalahan dan pelanggaran terhadap
regulasi dan ketentuan syariah dalam pengelolaan dana tersebut, dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan publik terhadap lembaga. Kesalahan dan pelanggaran tersebut dapat
menimbulkan risiko yang fatal,” tambah wildhan.

Oleh karena itu, lanjut Wildhan, menjaga reputasi Lembaga Philanthropy Islam adalah hal yang penting. Kasus penyelewengan dana oleh Lembaga Philanthropy Islam belum lama ini, tidak dipungkiri dapat berdampak secara reputasi terhadap Lembaga Philanthropy Islam lain, termasuk Lembaga pengelola zakat (LPZ), serta berpengaruh terhadap kinerja Lembaga Philanthropy Islam,” lanjutnya.

Menurutnya, risiko yang dihadapi oleh Lembaga pengelola dana Philanthropy Islam, harus dapat diidentifikasi dan dikelola dengan baik, agar tidak berdampak buruk terhadap pengelolaan dana Philanthropy Islam secara umum di masa yang akan datang,” tututnya.

Wildhan berharap dengan adanya Public Expose ini diharapkan akan mendapatkan tanggapan yang berharga dari para narasumber, yang memiliki otoritas karena keahlian dan pengalamannya dalam pengelolaan Philanthropy Islam untuk kemudian menjadi bekal kita bersama dalam menginisiasi sektor Ziswaf di tahun 2023 yang penuh dengan tantangan,” harapnya

Sementara Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Drs.Tarmizi Tohor, MA mengatakan, dibutuhkan waktu 20 sampai 30 tahun untuk membangun kelembagaan Amil Zakat dan Nazir wakaf agar dipercaya oleh masyarakat. “Yang paling penting harus dijaga kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Tarmizi mengatakan, terdapat dua kepatuhan yang harus dijaga betul oleh lembaga amil zakat, agar dapat exis terus dalam pengembangan lembaga zakatnya. Dua kepatuhan tersebut adalah kepatuhan terhadap undang – undang, dan kepatuhan terhadap syariah. Bagi lembaga yang melanggar kepatuhan tersebut dirinya tidak segan – segan akan mencabut izin lembaga amil zakat tersebut.

“Bagi pelanggaran – pelanggaran undang – undang dan pelanggaran syariah, yang sangat berat dan tidak dapat dimaafkan, saya tidak segan -segan akan mencabut izin lembaga zakat yang ada. Untuk itu dirinya berpesan agar lembaga amil zakat yang ada untuk selalu mematuhi peraturan tersebut. karena dapat merusak lembaga yang lainnya,” tegasnya.

Saat ini dirinya telah menerbitkan standart kompetensi amil dan sudah disahkan oleh Kemenaker. Ada sebanyak 40 standar kompetensi amil zakat dan 37 standar kompetensi nazir, yang akan dikembangkan dalam rangka untuk pemantapan amil dan nazir yang ada di Indonesia.

Tarmidi berharap, pada lembaga amil zakat agar dapat menempatkan SDM yang mengerti dibidangnya.

“Jadi tempatkanlah SDM yang mengerti dibidangnya. Kalau dia di bagian keuangan, ya taruh SDM orang yang mengerti keuangan, dan orang yang tamat akuntan misalnya. Supaya lembaga tersebut menjadi profesional,” tandasnya. (Red)

Continue Reading

Ekonomi

Penuhi Permintaan Pasar, KWT D’Shafa Bangun Green House Baru

Published

on

By

Jurnaljakarta.com – Kewalahan lonjakan permintaan, Kelompok Wanita Tani (KWT) D’Shafa di Kelurahan Malakasari, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur menambah green house dan instalasi baru untuk tanaman hidroponik. Saat ini permintaan sayuran hidroponik yaitu 200 kg/bulan, sedangkan kapasitas produksi baru mencapai 40 kg/bulan atau 20% dari permintaan.

Menurut Ketua KWT D’Shafa, Haryati,  penambahan green house dan instalasi baru digunakan untuk memenuhi banyaknya permintaan sayuran hidroponik. Sebelumnya D’Shafa memiliki sebuah green house dan untuk pemenuhan permintaan pasar diperoleh dengan kerjasama dengan kelompok tani di sekitar. Tak hanya sayuran hidroponik, D’Shafa juga mengelola tanaman toga dan budidaya ikan Lele.

Hasil produksi D’Shafa yang dijual yaitu sayuran segar dan olahan pascapanen dalam bentuk makanan kering, minuman, serta catering makanan. Omzet per bulan mencapai 8,5 juta rupiah.

“Ibu-ibu di sini guyub sekali dalam kegiatan hidroponik ini mulai dari produksi tanaman hidroponik, tanaman toga, hingga olahan pascapanen,” kata Haryati.

Tanaman hidroponik yang dikembangkan D’Shafa antara lain Kangkung, Pakcoy, Samhong, Bayam, Kale, Mint, Bayam Brazil, dan Seledri. Pemasaran dilakukan secara langsung dan online melalui berbagai platform.

KWT D’Shafa berdiri tahun 2019 dan diinisiasi oleh Ibu-ibu RW 05 Kelurahan Malakasari dengan menanam di halaman rumah masing-masing untuk ketahanan pangan. Seiring dengan perkembangan, anggota KWT D’Shafa yang berjumlah 13 orang sudah mempunyai beberapa unit bisnis.

“Kami ingin D’Shafa lebih berkembang lagi untuk meningkatkan ekonomi anggota maupun maayarakat setempat. Kita juga ingin mengembangkan kolaborasi dengan petani-petani sekitar supaya ekosistemnya lebih luas,” Haryati menambahkan.

Sementara PLN Peduli hadir mendukung D’Shafa untuk lebih berkembang lagi dengan memberikan bantuan green house, instalasi hidroponik, dan perlengkapan pendukung.

Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Gunawan, mengatakan bahwa petani kota khususnya di Jakarta mempunyai peran penting dan perlu didukung agar semakin berkembang.

“Penggunaan energi listrik sangat diperlukan untuk pengelolaan pertanian perkotaan agar hasil lebih optimal seperti di green house ini listrik dipakai untuk pengairan serta penerangan dan nantinya akan dipasang juga lampu UV,” kata Gunawan.

Hasil panen sayuran hidroponik yang ditanam di green house lebih optimal karena bebas hama dan kemungkinan layu atau kering semakin kecil. Hasil panen yang optimal tentunya akan berdampak positif terhadap pengembangan D’Shafa sebagai petani kota.()

Continue Reading

Populer