Connect with us

Ekonomi

Tambah Bank Partner, Allianz Indonesia Resmi Gandeng Bank Mandiri Taspen Sediakan Asuransi Jiwa Kredit

Published

on

Jurnaljakarta.com  – PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life Indonesia) dan PT Bank Mandiri Taspen mengumumkan kerja sama strategis untuk menyediakan perlindungan asuransi jiwa kredit. Allianz Life Indonesia akan menyediakan perlindungan asuransi jiwa kredit untuk nasabah Bank Mandiri Taspen yang melakukan pinjaman atau debitur.

Menandai awal kerja sama, Allianz Life Indonesia menyediakan asuransi jiwa kredit untuk nasabah Bank Mandiri Taspen dengan produk SmartProtection Purna Bank Mantap. Produk ini akan memberikan perlindungan dan rasa aman kepada keluarga nasabah debitur pinjaman, dalam menghadapi risiko kehidupan yang dapat dialami nasabah sewaktu-waktu.

“Kerja sama ini adalah salah satu bentuk perwujudan komitmen kami untuk terus menyediakan perlindungan ke lebih banyak masyarakat Indonesia. Bersama Bank Mandiri Taspen, yang merupakan salah satu bank yang sangat penting dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia, Allianz Life Indonesia akan senantiasa melindungi aset nasabah kredit pensiun yang dibiayai dari pinjaman bank, sehingga dapat memberikan perlindungan bagi nasabah beserta keluarga,” kata Bianto Surodjo, Business Director Allianz Life Indonesia.

SmartProtection Purna Bank Mantap adalah produk asuransi jiwa kredit kumpulan yang memberi perlindungan bagi tertanggung sebagai debitur, apabila terjadi risiko meninggal dunia karena sebab alami atau penyakit maupun kecelakaan. Perlindungan produk asuransi yang melengkapi pinjaman nasabah, akan memberikan rasa nyaman bagi nasabah untuk menjalani masa pembayaran kewajiban pinjamannya. SmartProtection Purna Bank Mantap tersedia dalam metode pembayaran premi tunggal yang mudah, sehingga keluarga nasabah akan terlindungi dengan manfaat asuransi senilai dengan jumlah sisa fasilitas kredit jika tertanggung mengalami risiko meninggal dunia.

Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Elmamber P. Sinaga menyebut kerja sama ini sebagai wujud nyata keterbukaan dan inovasi bisnis Bank Mandiri Taspen dalam meningkatkan kualitas layanan terhadap nasabah. Ia mengungkapkan bahwa kerja sama ini juga merupakan komitmen perseroan untuk memberikan perlindungan serta layanan terbaik bagi nasabah yang menyimpan dananya di Bank Mandiri Taspen.
“Melalui penandatanganan PKS ini harapannya risiko kredit akan diminimalisir karena jika ada debitur meninggal maka produk asuransi jiwa kredit dari Allianz akan membayar uang pertanggungan menurun sesuai dengan bulan pada saat tertanggung meninggal dunia karena sebab alami, penyakit, atau kecelakaan,” ungkapnya.

Elmamber berharap agar sinergitas antara Bank Mandiri Taspen dan Allianz Life Indonesia semakin mantap dan saling mendukung dalam perkembangan bisnis kedua perusahaan ke depannya. “Kami berharap kerja sama antara Bank Mandiri Taspen dan Allianz Life Indonesia di jalur asuransi bagi pengguna jasa bank ini memiliki ikatan yang kuat serta yang paling penting membawa manfaat bagi nasabah. Ini juga jadi kesempatan yang baik bagi kedua perusahaan untuk terus merintis kemitraan strategis yang berkesinambungan,” tandas Elmamber.(Red)

Ekonomi

Panen Padi di Lanud Halim Perdanakusuma :
Danlanud Halim P Apresiasi Upaya Dispotdirga Lanud Halim

Published

on

By

Jurnaljakarta com – Sektor pertanian di Jakarta, khususnya areal persawahan padi memang relatif terbatas, untuk itu Komandan Lanud Halim P Marsekal Pertama TNI Adrian P. Damanik, S.T.,M.M. menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Potensi Dirgantara Lanud Halim P yang dipimpin Letkol Pnb Raden Hajar Mahendratara beserta jajarannya yang telah mengembangkan usaha pertanian padi dalam mendukung gerakan ketahanan pangan.

Hal ini dikatakan Komandan Lanud Halim P saat melaksanakan kegiatan panen raya padi di areal persawahan Lanud Halim Perdanakusuma, yang dihadiri Para Kepala Dinas serta Komandan Satuan Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (19/1/2023).

Lebih lanjut Danlanud juga menyampaikan bahwa pelaksanaan panen raya padi ini berkaitan dengan Program Pemerintah dalam hal ketahanan pangan, dimana program ini merupakan program yang sudah menjadi atensi pimpinan, sehingga dilaksanakan program ini dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada di wilayah Lanud Halim Perdanakusuma.

“Hasil panen raya padi ini kiranya dapat mencukupi kebutuhan pangan yang ada, khususnya bagi warga Lanud Halim P,” harap Danlanud.

Danlanud Halim P. menjelaskan, hingga saat ini Lanud Halim telah memanfaatkan sekitar 12 hektar lahan kosong yang terdapat di wilayahnya, yang tersebar tak hanya di lingkungan perkantoran Lanud namun juga di sekitar komplek perumahan TNI AU, yang dimanfaatkan dengan ditanami berbagai jenis tanaman sayur mayur diantaranya padi, singkong, jagung, pisang, pepaya, cabai, kacang panjang, melon, semangka.

Diakhir sambutannya Danlanud berharap apa yang sudah dilaksanakan ini kiranya dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.

Continue Reading

Ekonomi

IZI Unit Akademizi Kerjasama Dengan SIBERC Gelar Public Expose Bertajuk “Indonesia Islamic Philanthropy Outlook 2023 : Caring Trust Better”

Published

on

By

Jurnaljakarta.com – Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) unit Akademizi kerjasama dengan SIBERC (SEBI Islamic Business and Economic Research Center) gelar Public Expose dengan tema “Indonesia Islamic Philanthropy Outlook 2023 : Caring Trust Better” di Park Hotel Cawang Jakarta Rabu ( 4/1/2023).

Kegiatan yang diprakarsai oleh SIBERC dan Akademizi ini dihadiri oleh, Direktur Eksekutif SIBERC., Dr. Ai Nur Bayinah, S.E.I., M.M., IFP., Direktur Akademizi, LAZ IZI., Nana Sudiana, SIP, MM. Dengan menghadirkan para pembicara, Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, Ms., M.Ec, Ph.D
(Pimpinan BAZNAS RI), Dr. Imam Teguh Saptono (Wakil Ketua BWI RI),
Muhibuddin Alawy, S.Fil.I., SAS Zakat (Kasubdit Akreditasi dan Audit Lembaga Zakat, Kemenag RI), Nana Sudiana, SIP, MM (Direktur Akademizi, LAZ IZI), Sigit Pramono, Ph.D, CA, CPA (Ketua STEI SEBI), serta dimoderatori oleh Ahmad Baehaqi, SEI, M.Ak, SAS.

Direktur Utama Inisiatif Zakat Indonesia ( IZI) Wildhan Dewayana Rosyada dalam sambutannya melalui daring mengatakan,” kerjasama ini adalah sebagai wujud perhatian yang sungguh – sungguh dalam upaya sikap untuk mendorong pertumbuhan sektor Philanthropy Islam, khususnya dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah dan wakaf di tanah air, dari aspek kredibilitas dan akuntabilitas
lembaga yang menjadi salah satu issu yang mengemuka belakangan ini,” ujarnya.

Dalam konteks pengelolaan dana Philanthropy Islam (zakat, infak, sedekah, wakaf dan dana sosial keagamaan lainnya), salah satu yang perlu dijaga oleh Lembaga Philanthropy Islam adalah kredibelitas dan akuntabilitas pengelolaan dana tersebut.

Kesalahan dan pelanggaran terhadap
regulasi dan ketentuan syariah dalam pengelolaan dana tersebut, dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan publik terhadap lembaga. Kesalahan dan pelanggaran tersebut dapat
menimbulkan risiko yang fatal,” tambah wildhan.

Oleh karena itu, lanjut Wildhan, menjaga reputasi Lembaga Philanthropy Islam adalah hal yang penting. Kasus penyelewengan dana oleh Lembaga Philanthropy Islam belum lama ini, tidak dipungkiri dapat berdampak secara reputasi terhadap Lembaga Philanthropy Islam lain, termasuk Lembaga pengelola zakat (LPZ), serta berpengaruh terhadap kinerja Lembaga Philanthropy Islam,” lanjutnya.

Menurutnya, risiko yang dihadapi oleh Lembaga pengelola dana Philanthropy Islam, harus dapat diidentifikasi dan dikelola dengan baik, agar tidak berdampak buruk terhadap pengelolaan dana Philanthropy Islam secara umum di masa yang akan datang,” tututnya.

Wildhan berharap dengan adanya Public Expose ini diharapkan akan mendapatkan tanggapan yang berharga dari para narasumber, yang memiliki otoritas karena keahlian dan pengalamannya dalam pengelolaan Philanthropy Islam untuk kemudian menjadi bekal kita bersama dalam menginisiasi sektor Ziswaf di tahun 2023 yang penuh dengan tantangan,” harapnya

Sementara Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Drs.Tarmizi Tohor, MA mengatakan, dibutuhkan waktu 20 sampai 30 tahun untuk membangun kelembagaan Amil Zakat dan Nazir wakaf agar dipercaya oleh masyarakat. “Yang paling penting harus dijaga kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Tarmizi mengatakan, terdapat dua kepatuhan yang harus dijaga betul oleh lembaga amil zakat, agar dapat exis terus dalam pengembangan lembaga zakatnya. Dua kepatuhan tersebut adalah kepatuhan terhadap undang – undang, dan kepatuhan terhadap syariah. Bagi lembaga yang melanggar kepatuhan tersebut dirinya tidak segan – segan akan mencabut izin lembaga amil zakat tersebut.

“Bagi pelanggaran – pelanggaran undang – undang dan pelanggaran syariah, yang sangat berat dan tidak dapat dimaafkan, saya tidak segan -segan akan mencabut izin lembaga zakat yang ada. Untuk itu dirinya berpesan agar lembaga amil zakat yang ada untuk selalu mematuhi peraturan tersebut. karena dapat merusak lembaga yang lainnya,” tegasnya.

Saat ini dirinya telah menerbitkan standart kompetensi amil dan sudah disahkan oleh Kemenaker. Ada sebanyak 40 standar kompetensi amil zakat dan 37 standar kompetensi nazir, yang akan dikembangkan dalam rangka untuk pemantapan amil dan nazir yang ada di Indonesia.

Tarmidi berharap, pada lembaga amil zakat agar dapat menempatkan SDM yang mengerti dibidangnya.

“Jadi tempatkanlah SDM yang mengerti dibidangnya. Kalau dia di bagian keuangan, ya taruh SDM orang yang mengerti keuangan, dan orang yang tamat akuntan misalnya. Supaya lembaga tersebut menjadi profesional,” tandasnya. (Red)

Continue Reading

Ekonomi

Penuhi Permintaan Pasar, KWT D’Shafa Bangun Green House Baru

Published

on

By

Jurnaljakarta.com – Kewalahan lonjakan permintaan, Kelompok Wanita Tani (KWT) D’Shafa di Kelurahan Malakasari, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur menambah green house dan instalasi baru untuk tanaman hidroponik. Saat ini permintaan sayuran hidroponik yaitu 200 kg/bulan, sedangkan kapasitas produksi baru mencapai 40 kg/bulan atau 20% dari permintaan.

Menurut Ketua KWT D’Shafa, Haryati,  penambahan green house dan instalasi baru digunakan untuk memenuhi banyaknya permintaan sayuran hidroponik. Sebelumnya D’Shafa memiliki sebuah green house dan untuk pemenuhan permintaan pasar diperoleh dengan kerjasama dengan kelompok tani di sekitar. Tak hanya sayuran hidroponik, D’Shafa juga mengelola tanaman toga dan budidaya ikan Lele.

Hasil produksi D’Shafa yang dijual yaitu sayuran segar dan olahan pascapanen dalam bentuk makanan kering, minuman, serta catering makanan. Omzet per bulan mencapai 8,5 juta rupiah.

“Ibu-ibu di sini guyub sekali dalam kegiatan hidroponik ini mulai dari produksi tanaman hidroponik, tanaman toga, hingga olahan pascapanen,” kata Haryati.

Tanaman hidroponik yang dikembangkan D’Shafa antara lain Kangkung, Pakcoy, Samhong, Bayam, Kale, Mint, Bayam Brazil, dan Seledri. Pemasaran dilakukan secara langsung dan online melalui berbagai platform.

KWT D’Shafa berdiri tahun 2019 dan diinisiasi oleh Ibu-ibu RW 05 Kelurahan Malakasari dengan menanam di halaman rumah masing-masing untuk ketahanan pangan. Seiring dengan perkembangan, anggota KWT D’Shafa yang berjumlah 13 orang sudah mempunyai beberapa unit bisnis.

“Kami ingin D’Shafa lebih berkembang lagi untuk meningkatkan ekonomi anggota maupun maayarakat setempat. Kita juga ingin mengembangkan kolaborasi dengan petani-petani sekitar supaya ekosistemnya lebih luas,” Haryati menambahkan.

Sementara PLN Peduli hadir mendukung D’Shafa untuk lebih berkembang lagi dengan memberikan bantuan green house, instalasi hidroponik, dan perlengkapan pendukung.

Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Gunawan, mengatakan bahwa petani kota khususnya di Jakarta mempunyai peran penting dan perlu didukung agar semakin berkembang.

“Penggunaan energi listrik sangat diperlukan untuk pengelolaan pertanian perkotaan agar hasil lebih optimal seperti di green house ini listrik dipakai untuk pengairan serta penerangan dan nantinya akan dipasang juga lampu UV,” kata Gunawan.

Hasil panen sayuran hidroponik yang ditanam di green house lebih optimal karena bebas hama dan kemungkinan layu atau kering semakin kecil. Hasil panen yang optimal tentunya akan berdampak positif terhadap pengembangan D’Shafa sebagai petani kota.()

Continue Reading

Populer