Connect with us

Nasional

Pra Event Ke 3 Jayakarta Loe Gue Run 2020 Bantu Korban Terdampak Banjir

Published

on

Jurnaljakarta.com – Jelang lomba lari ‘Jayakarta Loe Gue Run’, yang bakal diselenggarakan pada 26 Januari 2020 di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat mendatang, Kodam Jaya/Jayakarta beserta jajarannya gelar Pra even ketiga yang diikuti oleh ratusan komunitas lari dan pasukan Tactical dari Brigif Mekanis 1/PIK menambah meriahnya lari 5 K pagi ini.

Kasdam Jaya Brigjen TNI M. Saleh Mustofa mengatakan, hari ini kita laksanakan pra even yang ke tiga yang merupakan pra even terakhir setelah minggu lalu juga kita laksanakan pra even yang kedua pada tempat yang sama,” ujarnya usai melaksanakan lari 5 K bersama masyarakat di Pedestrian depan gedung FX Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (5/1/2020)

Menurut orang kedua Kodam Jaya, yang berbeda dalam pra even ini tentunya adalah, hari ini kita buat spesial, kita kumpulkan donasi untuk kepedulian kepada saudara-saudara kita para korban banjir.

“Jadi pra even kali ini kita ajak para runners – runners dan komunitas ini untuk menyisihkan pakaian layak pakai atau segala hal yang bisa diberikan untuk saudara-saudara kita yang tertimpa bencana banjir,” tuturnya.

Kasdam menjelaskan, Jayakarta Loe Gue Run 2020 yang akan digelar pada 26 Januari mendatang sampai saat ini persiapannya untuk peserta sudah mencapai 2500 peserta dari 3000 peserta yang ditargetkan.

“Untuk kekurangannya kita fokuskan pada para komunitas. Kita akan berikan kepada kawan-kawan swasta ataupun pelari-pelari dari instansi yang belum sempat mendaftarkan diri. Kita siapkan spot khusus untuk mereka, sehingga suasana lari ini tidak hanya kepada masyarakat saja, tapi juga untuk semua kementerian dan lembaga pemerintahan juga ikut,” jelas Kasdam Jaya.

Jayakarta Loe Gue Run 2020 ini merupakan rangkaian kegiatan HUT ke-70 Kodam Jaya yang akan digelar di lapangan Monas hari Minggu 26 Januari 2020 dengan menempuh jarak 5 KM dan 10 KM serta ada jarak 2,5 KM untuk penyandang disabilitas.

Tujuan Kodam Jaya menggelar lomba lari ini untuk mendukung program Pemerintah dalam pengembangan oIahraga lari dan mencari bibit-bibit atlet serta mempromosikan destinasi pariwisata di Jakarta. Selain itu, untuk memelihara hubungan baik antara prajurit TNI, Polri. Atlet, dan Masyarakat.

“Kita kembali lagi kepada moto yang tujuan akhirnya adalah untuk mendukung terwujudnya Indonesia maju. Terbangunnya sumber daya manusia yang unggul, salah satunya adalah manusia yang sehat,” ungkapnya.

Ditempat yang sama Ketua Penyelenggara Jayakarta Loe Gue Run 2020 Kolonel Inf Wahyu Yudhayana yang saat ini menjabat Dandim 0501/JP BS menambahkan, “Pra event kali ketiga Jayakarta Loe Gue Run 2020 ini, mengusung thema New Year Sunday Run 5 Januari 2020″ dan membantu korban banjir yang melanda Jakarta,” tambahnya.

Dandim 0501/JP BS mengatakan bahwa sejak terjadinya banjir satuan Kodam Jaya langsung menerjunkan prajurir-prajuritnya untuk membantu korban banjir dan pakaian-pakaian bekas layak pakai ini akan disumbangkan kepada saudara-saudara kita yang terkena dampak bencana banjir yang saat ini melanda Jakarta,” tambahnya.

Dengan digelarnya pra event ketiga ini lanjut Wahyu, kami sangat yakin saat pelaksanaan Jayakarta Loe Gue Run 2020 pada hari Minggu tanggal 26 Januari 2020 di Monas nanti dapat terselenggara dengan baik dan lancar,” lanjutnya.

“Sampai saat ini animo masyarakat untuk mendaftar sebagai peserta lari sangat tinggi, walaupun hari ini pendaftaran offline ditutup, tapi penyelenggara masih tetap membuka pendaftaran secara online di website. www.jayakartarun.com sampai tanggal 10 Jauari 2020.

Kami berharap masyarakat dapat ikut bergabung bersama kami bersama sama untuk memeriahkan even ini,” pungkasnya.

Nasional

Soal Antisipasi Virus Corona China, Ini Kata Moeldoko

Published

on

JurnalJakarta.com — Pemerintah mengklaim telah menyiapkan langkah preventif untuk mencegah penyebaran virus corona yang berasal dari Wuhan, China.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan, pemerintah menyiagakan deteksi alat berupa pemindai suhu tubuh di pintu masuk keluar bandara.

“Saya kemarin sudah tanya ke menkes apa langkah-langkah kita untuk langkah preventif jangka panjang. Sudah ada di pintu-pintu masuk itu, yang paling penting preventif,” ujar Moeldoko di kantor KSP, Jakarta, Jumat (24/1).

Kendati demikian, Moeldoko menyebut pemerintah belum mengeluarkan peringatan atau travel warning bagi warga Indonesia yang akan ke China. Ia menekankan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah preventif untuk mengantisipasi persebaran virus.

“Intinya kan semua dari kita masyarakat Indonesia bisa antisipasi dengan baik,” katanya.

Sebelumnya Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso pada Jumat pagi dilaporkan mengisolasi satu pasien terduga terjangkit virus corona. Orang yang diduga alias suspect virus ini diketahui telah bepergian ke wilayah China dan pulang ke Indonesia pada Rabu (22/1).

Pihak rumah sakit mengatakan tengah melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kondisi suspect. Dibutuhkan waktu 2-3 hari sampai penelitian selesai.

Hingga saat ini, China mengonfirmasi 26 orang meninggal akibat virus corona dan yang terinfeksi mencapai 830 orang.

Pihak Kementerian Kesehatan juga telah menyiapkan sejumlah rumah sakit hingga kantor kesehatan di bandara dan pelabuhan. Ratusan set alat pelindung diri, masker N95, hingga health alert card juga disiapkan.

Continue Reading

Nasional

Anggaran Pemilihan Pilkada Serentak 2020 Disepakati 9,9 Triliun

Published

on

By

Jurnaljakarta.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) memyepakati anggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 pada 270 pemerintah daerah sebesar Rp 9,9 triliun, melalui naskah perjanjian hibah daerah (NPHD).

Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan, usulan yang telah disepakati dalam NPHD sebesar Rp 9,9 triliun,” katanya dalam paparan refleksi penyelenggaraan Pemilu 2019 dan persiapan penyelenggaraan Pemilihan Serentak 2020 di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Menurutnya, jumlah itu lebih kecil dari usulan anggaran yang disampaikan pemda sebesar Rp 11,9 triliun, dengan rincian usulan anggaran sembilan provinsi Rp 1,6 triliun, 224 kabupaten Rp 9 triliun dan 37 kota Rp 1,2 triliun.

Namun yang disetujui dalam NPHD, anggaran sembilan provinsi sebesar Rp 1,3 triliun, 224 kabupaten Rp 7,4 triliun dan 37 kota Rp 1,1 triliun.

Ada pun tahapan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 adalah syarat dukungan pasangan calon perseorangan 16 Oktober 2019-29 Mei 2020; pendaftaran, penelitian dan penetapan pasangan calon 16 Juni-8 Juli 2020 serta kampanye 11 Juli-19 September 2020.

Selanjutnya pemungutan suara 23 September 2020, penghitungan dan rekapitulasi suara 23 September-5 Oktober 2020 serta penetapan calon terpilih paling lama lima hari setelah Mahkamah Konstitusi secara resmi memberitahukan permohonan yang diregistrasi kepada KPU untuk daerah tanpa sengketa atau maksimal lima hari setelah putusan Mahkamah Konstitusi untuk daerah dengan sengketa hasil pilkada.

Sementara pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih dilakukan mulai 23 Maret 2020 hingga sehari sebelum pemungutan suara, yakni 22 September 2020.

Continue Reading

Nasional

Mahfud MD : Kasus Semanggi I dan II Clear

Published

on

By

Jurnaljakarta.com – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) mengklarifikasi soal pernyataan Jaksa Agung ST Burhanuddin yang menyebut kasus Semanggi I dan II bukan pelanggaran HAM berat.

“Kasus tersebut sudah ‘clear’ dan tidak ada masalah di tingkat DPR, Kejaksaan Agung (Kejagung), dan Kemenko Polhukam,” Menko Polhukam Mahfud MD saat jumpa pers usai bertemu Jaksa Agung di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Mahfud menegaskan, pernyataan Burhanuddin disampaikan menjawab pertanyaan Anggota DPR bahwa pada Tahun 2001, DPR pernah menyatakan hal tersebut.

“Itu ada dokumennya dan saya punya juga. DPR pernah menyatakan bahwa kasus Semanggi I dan II itu bukan pelanggaran HAM berat. Dulu DPR pernah mengatakan begitu,” ujar Mahmud mengatakan,

Namun demikian, Kejagung tetap memberi catatan bahwa jika kasus itu dianggap belum selesai. Bahkan, Kejagung mengaku siap melanjutkan.

Hanya pemberitaan yang beredar di media seolah-olah Jaksa Agung mengatakan, kasus Semanggi I dan II bukan pelanggaran HAM berat.

Namun, kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini, Jaksa Agung siap dikonfrontir dengan DPR dan Komnas HAM dalam rapat-rapat di DPR. “Jadi tidak ada pernyataan Semanggi I itu bukan pelanggaran HAM, berat yang pernyataannya itu DPR pernah menyatakan dan sekarang menurut kejaksaan kalau masih menjadi masalah, Jaksa Agung siap menyelesaikan,” jelas Mahfud.

Continue Reading

Populer