Connect with us

Ekonomi

PLN Perkuatan Sistem Ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu.

Published

on

Jakarta, Jurnaljakarta.com -PT PLN (Persero) melalui PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya mendukung penuh program pemerintah dalam pengembangan salah satu dari 10 kawasan strategis pariwisata nasional, melalui Perkuatan Sistem Ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu.

Menurut General Manager PLN UID Jakarta Raya, M.Ikhsan Assad, rencana perkuatan sistem ini dimulai dengan diresmikannya Kabel Laut Circuit II yang menjulang dari Tanjung Pasir ke Pulau Untung Jawa.

“Kabel Laut Circuit II yang diresmikan hari ini memiliki panjang 5.390 MS (Meter Sirkuit) yang akan memasok Gardu Pulau Untung Jawa dan menambah daya mampu Kepulauan Seribu menjadi 20 MVA yang sebelumnya hanya 10 MVA sehingga dapat melayani seluruh pelanggan PLN dengan nyaman dan semakin andal karena beban puncak Kepulauan Seribu sebesar 5 MVA saat ini dipasok melalui 2 circuit secara simultan,” kata Ikhsan dalam keterangan resminya yang diterima HarianSentana.com di Jakarta, Rabu (13/11).

Ikhsan menambahkan, selain meresmikan Kabel Laut Circuit II, guna memperkuat sistem ketenagalistrikan di kawasan wisata Kepulauan Seribu, pihaknya juga melakukan revitalisasi aset-aset yang dimiliki PLN di Kepualauan Seribu, seperti revitalisasi Gardu Hubung Tanjung Pasir, Gardu Pulau Tidung Besar, Gardu Pulau Pramuka, Gardu Pulau Panggang dan Gardu Pulau Untung Jawa agar pasokan listrik yang dialirkan melalui Kabel Laut Circuit II tersebut tetap andal sampai ke pelanggan.

“Dalam program perkuatan sistem ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu ini PLN juga didukung dengan beberapa aset eksisting, yaitu 1 Buah Gardu Induk, 2 Buah Trafo Gardu Induk, 20.774 MS SKTM (Saluran Kabel Tegangan Menengah) 20 KV, 5.390 MS SKLTM (Saluran Kabel Laut Tegangan Menengah), 6 buah Gardu Distribusi/Gardu Hubung, 1.795 MTR Jaringan Tegangan Rendah dan 195.975 MTR Sambungan Rumah,” papar Ikhsan.

Ia menjelaskan  seluruh aset tersebut melayani 141 Pelanggan Pascabayar dan 7.957 Pelanggan Prabayar di Kepulauan Seribu. “Saat ini listrik di Kepulauan Seribu sudah kami perkuat, yang sebelumnya hanya 1 circuit menjadi 2 circuit sehingga pasokan lebih andal. Dengan andalnya pasokan listrik, harapan kami sektor pariwisata di Kepulauan Seribu makin meningkat sehingga membuat ekonomi masyarakat di Pulau Untung Jawa khususnya dapat menguat,” tukasnya.

Selain itu, lanjut dia, dalam rangka memberikan amplifikasi lebih dalam penggunaan energi ramah lingkungan di kawasan pariwisata Kepulauan Seribu, PLN memberikan beberapa bantuan berupa 4 Buah sepeda listrik bagi para pemilik persewaan sepeda di Pulau Untung Jawa, 1 Buah motor listrik bagi operasional Kelurahan setempat, serta 50 Kompor induksi bagi 27 Pedagang di Kawasan Taman Arsa, Kantor Kelurahan, Lurah, dan 3 Pejabat Rukun Warga di Pulau Untung Jawa.

“Selain itu, kita juga membangun 4 Buah SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum) dengan daya total 44.000 VA yang tersebar di Taman Goba, Halte Dinas Perhubungan, Dermaga Timur, dan Kawasan Taman Arsa. Ada juga 4 Buah Charging Station yang tersebar di sekitar Dermaga Pulau Untung Jawa,” jelasnya.

“Dengan bantuan dan perkuatan sistem ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu dari PLN, kami berharap Kepulauan Seribu menjadi pelopor _Green Island_ yang seluruhnya pasokan energinya ramah lingkungan,” tambah Ikhsan.

Tidak hanya itu, PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya juga memberikan bantuan lain kepada 7 warga kurang mampu berupa penyambungan listrik gratis, yang terdiri atas penyambungan gratis daya 450 VA bagi 3 pelanggan, dan daya 900 VA bagi 4 pelanggan serta wakaf 100 Al-Quran, pengobatan gratis, santunan dana bagi warga pulau Untung Jawa dari YBM PLN.

“Selain itu, ada juga bantuan yang diberikan dari dana CSR PLN, berupa fasilitas umum seperti pompa air dan instalasinya, fasilitas olahraga serta fasilitas pendukung masjid untuk warga,” pungkasnya.

Ekonomi

Wahab Afwan: Gotong Royong UMKM Kunci Ketahanan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi

Published

on

By

Di tengah fenomena pelambatan ekonomi dan ancaman resesi akibat pandemi COVID-19 yang belum usai, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan koperasi kini diharapkan bisa menjadi pilar utama untuk menggerakkan dan menggairahkan ekonomi nasional. Kebijakan dari Presiden Joko Widodo, telah memerintahkan untuk melakukan percepatan pemberian relaksasi dan bantuan likuiditas kepada koperasi dan UMKM agar mereka bangkit kembali menjadi aktor utama penggerak ekonomi nasional.

Bantuan likuiditas untuk sektor koperasi dan UMKM itu senilai total Rp 123,46 triliun yang merupakan bagian dari anggaran program pemulihan ekonomi secara nasional. Selain bantuan likuiditas, anggaran untuk menggerakkan sektor ekonomi kecil dan menengah, juga disalurkan melalui program subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta penempatan dana pemerintah di bank-bank swasta untuk restrukturisasi kredit UMKM dan koperasi.

Menanggapi kebijakan itu, Wahab Afwan, Managing Director Energy+ Indonesia Marketing Communicatin Hub, mengatakan, kebijakan itu telah sesuai dengan yang diharapkan. Menurutnya, Kontribusi sektor UMKM terhadap ekonomi nasional mencapai 60%, dan menyerap sekitar 90% pasar tenaga kerja. Sehingga, kebijakan itu sudah sesuai sasaran. Gotong Royong UMKM merupakan kunci ketahanan ekonomi nasional di masa pandemi seperti sekarang. Kebijakan itu diharapkan bisa menggairahkan kembali usaha di sektor ini, ujar Wahab Afwan di Jakarta (27/7).

Menurut Wahab Afwan, yang juga calon peserta pendidikan Lemhannas RI, dirinya bersama dengan Energy+ Indonesia Marketing Communication Hub, juga akan turut berkontribusi langsung dalam program nasional untuk menggerakan kembali sektor ekonomi UMKM ini. Energy+ akan menyediakan program yang membantu UMKM-UMKM terdampak dengan cara memberikan business solution melalui strategy marketing yang adaptif melalui kolaborasi Hub antar UMKM, dari supply chain sampai dengan sales/marketing dan distribusi produk. Diharapkan dengan adanya kolaborasi Hub antar UMKM ini, bisa mengurangi loss revenue, dan bisa meningkatkan kembali performa dari UMKM tersebut. Sehingga UMKM bisa meningkatkan kembali bisnisnya untuk menopang kebangkitan ekonomi nasional dari sektor UMKM.

Situasi pendemi Covid-19 yang berkepanjangan akan sangat memukul perekonomian nasional, dan banyak yang akan terdampak termasuk UMKM. Oleh karena itu semua elemen harus bergerak cepat dan adaptif, agar bisa bertahan di kondisi apapun. Diharapkan dengan adanya solusi kolaborasi Hub antar UMKM akan membantu ketahanan ekonomi nasional, ujar Wahab Afwan.

Data terhimpun dari berbagai sumber, sektor UMKM di Indonesia saat ini berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sektor UMKM menyumbangkan hingga Rp 8.573,9 triliun ke PDB Indonesia pada 2018, atau sekitar 57,8% terhadap PDB keseluruhan. Selain itu, sektor UMKM mempekerjakan sebanyak 116.978.631 orang atau 97% dari total tenaga kerja Indonesia. Hingga saat ini, jumlah UMKM di seluruh Indonesia sebanyak 64.194.057 unit usaha atau 99,99% dari total unit usaha di Indonesia. Dengan data ini, bisa diperkirakan betapa besar dan sangat berpengaruhnya sektor UMKM bagi pergerakan ekonomi nasional.

Dengan potensi ekonomi sebesar itu, gotong royong sektor UMKM merupakan solusi dan kunci bagi ketahanan ekonomi nasional. Apalagi di masa pandemi yang kita masih belum tahu sampai kapan akan berakhir. Energy+ juga akan mensupport UMKM untuk masuk kedalam ekosistem digital yang saat ini baru sekitar 12% dari total 64 juta UMKM di Indonesia. Hal ini juga dalam rangka mendukung program presiden Jokowi #BanggaBuatanIndonesia,” tambah Wahab Afwan.

Kebijakan bantuan likuiditas kepada sektor UMKM, kata Wahab Afwan, setidaknya akan dapat mencegah peningkatan tajam angka pengangguran, pemutusan hubungan kerja, dan kemiskinan. Ia berharap kebijakan itu bisa betul-betul menyalurkan bantuan dana tepat kepada sasaran dan tidak sampai dikorupsi. Dengan konsep gotong royong ekonomi nasional, diharapkan semua bisa terlaksana dan terkoordinasi baik, serta tepat sasaran.

Continue Reading

Ekonomi

Dirut Allianz Life Indonesia: Ini Akselerasi yang Kami Lakukan untuk Sambut Adaptasi Kebiasaan Baru yang Lebih Baik

Published

on

JurnalJakarta.com — Menyikapi dan merespon adanya berbagai tantangan perubahan yang terjadi secara signifikan akibat dari pandemi COVID-19, Alianz Indonesia secara konsisten menempatkan kepedulian dan inovasi sebagai prioritas utama. Hal tersebut diwujudkan dalam tiga langkah utama untuk menghadapi situasi krisis saat ini yaitu: (1) memastikan keamanan dan kesehatan para karyawan Allianz, (2) memastikan pelayanan yang terbaik bagi Nasabah dan Mitra Bisnis, serta (3) tetap melakukan akselerasi untuk mencapai tujuan perusahaan. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, Allianz Indonesia berfokus untuk meningkatkan keterikatan dan keterlibatan karyawan sehingga komit melakukan yang terbaik dalam setiap pekerjaannya, melakukan inovasi dalam pelayanan secara digital dan mengembangkan peluang bisnis baru.

Dalam kurun waktu selama pandemi, Allianz Indonesia meningkatkan intensitas komunikasi dengan para karyawan melalui sarana digital dalam rangka memperkuat kerja sama di dalam perusahaan. Allianz Indonesia menempatkan empati sebagai dasar dari strategi yang dijalankan terutama dalam memastikan kesehatan mental dan fisik para karyawannya dengan cara memberikan personal care kits, pemantauan kesehatan di kantor pusat, layanan konsultasi psikologi yang dibutuhkan oleh karyawan dalam mengatasi stres di saat krisis seperti saat ini, serta serangkaian seminar virtual tentang Healthy Body, Mind & Soul untuk memberikan tips praktikal yang sangat membantu karyawan untuk tetap produktif saat bekerja baik Work From Home (WFH) maupun Work From Office (WFO) di masa pandemi.

Setelah sebelumnya selama hampir tiga bulan 95% karyawan Allianz Indonesia bekerja dari rumah, sebanyak 15% dari karyawan Allianz Indonesia mulai kembali bekerja di kantor sejak pertengahan bulan Juni 2020, sejalan dengan diberlakukannya PSBB Transisi. Allianz Indonesia memberlakukan skenario bertahap dengan membagi para karyawan yang kembali bekerja di kantor dalam tiga gelombang dengan persentase jumlah karyawan yang ditingkatkan secara bertahap, berdasarkan pertimbangan seperti faktor risiko individu.

Para karyawan yang hadir pada gelombang awal juga difasilitasi untuk melakukan pemeriksaan rapid test di rumah sakit rekanan untuk mengurangi kemungkinan penularan. Allianz Indonesia juga memastikan setiap karyawan menjalankan protokol kesehatan selama beraktivitas di tempat kerja mulai dari dari pemeriksaan suhu tubuh, mengenakan masker, mencuci tangan secara berkala, menjaga jarak serta menjaga kebersihan area kerja.

Selain itu, dalam upaya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para Nasabah yang datang ke walk-in customer service, Allianz Indonesia menempatkan boneka beruang Teddy sebagai pembatas antara sesama nasabah di tempat duduk supaya para Nasabah juga dapat menjalankan protokol menjaga jarak fisik dengan cara yang menyenangkan.

“Allianz Indonesia akan selalu memastikan prioritas dan perhatian bagi para karyawan, Nasabah dan Mitra Bisnis. Sebagai seorang individu dan CEO dari Allianz Indonesia, saya sangat berterima kasih dan bangga dengan semangat dan dedikasi karyawan Allianz di tengah situasi pandemi ini. Walaupun sebagian besar dari para karyawan saat ini bekerja secara jarak jauh, mereka tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Mereka merupakan tim yang handal bagi perusahaan,” ungkap Joos Louwerier, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Jum’at (17/7)

Situasi pandemi juga mendisrupsi tatanan yang ada saat ini. Sebagai contoh, terdapat kenaikan trend untuk konsultasi kesehatan dan pembelian produk secara online, termasuk untuk produk asuransi. Jika sebelumnya membutuhkan pertemuan tatap muka secara fisik saat ini dapat dikonversi melalui interaksi digital tanpa mengurangi kualitas dan transparansi. Oleh karena itu, di tengah pandemi ini, Allianz Indonesia secara aktif mendukung pemanfaatan perangkat digital seperti Allianz eAZy Connect untuk memfasilitasi para Nasabah dan Mitra Bisnis dalam berinteraksi dengan Allianz. Allianz Indonesia juga memberikan layanan tambahan bagi para Nasabah seperti konsultasi medis jarak jauh secara gratis melalui aplikasi Halodoc. Inovasi digital Allianz juga memfasilitasi masyarakat untuk dapat membeli proteksi asuransi tanpa perlu keluar rumah melalui Allianz eAZy Cover.

“Saat kita menerapkan trend baru tersebut ke dalam kegiatan keseharian kita, proses simplifikasi dan digitalisasi sangat berperan penting. Allianz Indonesia akan terus berinvestasi pada infrastruktur digital supaya dapat memberikan pengalaman terbaik bagi para Nasabah dan Mitra Bisnis. Kami akan selalu memberikan solusi yang inovatif dan pengalaman yang mengesankan,” kata Joos.

Allianz Indonesia juga terus melakukan akselerasi dengan cara menciptakan dan mengembangkan berbagai peluang bisnis baru untuk menanggapi situasi saat ini yang selalu berubah. Selama masa PSBB, waktu yang dibutuhkan di depan layar komputer dan gawai mengalami kenaikan. Allianz melihat dan merespons hal tersebut dengan mengembangkan solusi pemasaran alternatif berupa telemarketing. Sejak diresmikan pada bulan Februari, jalur pemasaran ini telah memberikan hasil yang sangat baik.

“Reaksi berantai dari adanya wabah COVID-19 ini turut mempengaruhi kondisi kesehatan sebagian besar masyarakat. Sebagai perusahaan asuransi, kami melihat ini sebagai sebuah momen yang tepat dimana proteksi asuransi dapat menjadi pelindung bagi semua orang. Kami percaya bahwa langkah-langkah yang kami jalankan, kolaborasi yang baik di dalam perusahaan serta inovasi yang kami jalankan akan membantu kita semua melalui masa krisis ini dan membawa kita menuju suatu masa adaptasi kebiasaan baru yang lebih baik,” tutup Joos Louwerier.

Continue Reading

Ekonomi

BNI Syariah Gelar Public Lecture Virtual dengan Kagama Pertanian

Published

on

Caption Foto: Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo ketika menjadi narasumber dalam public lecture dengan format webinar bekerjasama dengan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Pertanian, Kamis (16/7). Tema Webinar Seri 1 Professional Goes to Campuss Alumni Menyapa ini adalah Kiat Sukses Meniti Karir di Dunia Perbankan. Pada kesempatan ini, BNI Syariah memberikan apresiasi kepada mahasiswa berprestasi berupa beasiswa senilai total Rp102 juta dari BNI Syariah kepada 17 mahasiswa Fakultas Pertanian UGM.

BNI Syariah menggelar public lecture dengan format webinar bekerjasama dengan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Pertanian. Tema Webinar Seri 1 Professional Goes to Campuss Alumni Menyapa ini adalah Kiat Sukses Meniti Karir di Dunia Perbankan. Dalam public lecture ini Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo hadir sebagai narasumber.

Dalam webinar yang dihadiri lebih dari 500 peserta ini, turut hadir Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Jamhari; Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian UGM, Rudi Hari Murti; Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama Fakultas Pertanian UGM, Sri Nuryani Hidayah Utami; Wakil Dekan Bidang SDM, Keuangan, dan Aset Fakultas Pertanian UGM, Suadi; Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Pertanian, Hari Handono; dab Sekretaris Jenderal Kagama Pertanian, Achmadi Priyatmojo.

Dalam webinar ini, Abdullah Firman Wibowo yang telah meniti karir di dunia perbankan selama 26 tahun ini menyampaikan lima faktor yang harus disiapkan agar bisa sukses meniti karir di dunia perbankan. Lima faktor ini diantaranya adalah integritas/amanah, kompetensi/fathanah, attitude/akhlakul kharimah, uniqueness/khaira ummah dan kepemimpinan/uswatun hasanah. “Berkarier di perbankan syariah tentu saja berbeda dengan berkarir di perbankan konvensional, dimana spiritual quotient menjadi penting, terutama penerapan nilai-nilai positif berlandaskan Al-Qur’an dan sunnah dalam bekerja,” lanjut Firman.

Abdullah Firman Wibowo memaparkan bahwa saat ini dunia perbankan khususnya perbankan syariah dihadapkan dengan berbagai tantangan salah satunya adalah masih rendahnya literasi dan inklusi keuangan syariah. Saat ini indeks inklusi keuangan syariah berdasarkan data Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLK) 2019 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 9,10% dan indeks literasi keuangan syariah 2019 sebesar 8,93%.

“Namun demikian, perbankan syariah memiliki potensi besar, didorong oleh besarnya populasi penduduk beragama muslim di Indonesia,” kata Firman yang merupakan alumni Fakultas Pertanian UGM.

Berdasarkan riset dari State of the Global Islamic Economy Report tahun 2019, industri halal masih menyimpan potensi besar yaitu sebesar US$ 2,2 triliun. Potensi industri halal ini terdiri dari halal food, fashion, media, tourism, pharmacy, cosmetics dan umrah. Dengan dukungan Pemerintah dan regulator, industri perbankan syariah kedepannya diharapkan tumbuh secara eksponensial, sehingga meningkatkan perekonomian Indonesia.

Pada kesempatan ini, BNI Syariah memberikan apresiasi kepada mahasiswa berprestasi berupa beasiswa senilai total Rp102 juta dari BNI Syariah kepada 17 mahasiswa Fakultas Pertanian UGM.

Dengan beasiswa ini, BNI Syariah berharap dapat membantu mahasiswa dari yang terdampak turunnya kondisi ekonomi karena adanya pandemi COVID-19, sehingga bisa tetap melanjutkan Pendidikan di UGM dan kelak menjadi generasi muda yang cemerlang dan membanggakan keluarga, almamater, serta bangsa dan negara.

Abdullah Firman Wibowo juga menyampaikan kebanggaannya atas kerjasama BNI Syariah dengan UGM. Beberapa kerjasama bisnis yang telah dilakukan adalah terkait kebutuhan jasa produk dan layanan Hasanah di antaranya Tabungan Haji dan Umroh, BNI iB Griya Hasanah, serta Griya Swakarya. Beberapa kerjasama lain yang sudah dilakukan BNI Syariah dengan UGM adalah Penerbitan Kartu Pembiayaan bekerjasama dengan Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada-Magister Manajemen (KAFEGAMA-MM).

Tentang BNI Syariah
BNI Syariah bermula sebagai Unit Bisnis Strategis bagian dari BNI yang mulai beroperasi sejak 29 April 2000. Pada 19 Juni 2010 status BNI Syariah meningkat menjadi Bank Umum Syariah (BUS).Komposisi kepemilikan saham BNI Syariah adalah 99,95% dimiliki oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan sisanya dimiliki oleh PT BNI Life. BNI Syariah senantiasa mendapatkan dukungan teknologi informasi dan penggunaan jaringan saluran distribusi infrastruktur BNI Induk diantaranya layanan lebih dari 16.000 ATM BNI, ditambah ribuan jaringan ATM Bersama, ATM Link Himbara serta ATM berlogo Maestro dan Cirrus di seluruh dunia, Layanan 24 jam BNI Call (1500046), BNI Mobile Banking, BNI SMS Banking, dan BNI Internet Banking. Saat ini BNI Syariah telah didukung oleh jaringan yang cukup luas di seluruh Indonesia yaitu lebih dari 375 outlet syariah yang tersebar di seluruh Indonesia, serta didukung oleh 1.747 Outlet BNI yang melayani pembukaan rekening syariah.

Tentang Hasanah
Hasanah merupakan corporate campaign BNI Syariah yang memiliki makna “segala kebaikan” bagi diri sendiri, masyarakat, maupun bangsa dan Negara baik di dunia maupun di akhirat (QS. Al Baqarah 201). Hasanah merupakan sebuah nilai yang disarikan dari Al – Quran dan menjadi identitas BNI Syariah dalam menebarkan kebaikan melalui insan hasanah dan produk / layanannya. Cita – cita mulia yang ingin disampaikan melalui nilai Hasanah adalah kehadiran BNI Syariah dapat membawa kebaikan bagi seluruh pihak serta menjadi Rahmatan Lil’ Alamin. Hasanah didasari oleh Maqoshid Syariah yang berarti tujuan dari ditetapkannya syariah (hukum agama) yaitu untuk melindungi keyakinan, keberlangsungan hidup, dan hak asasi manusia terdiri dari lima hal yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan dan menjaga harta.

Tentang Hasanah Banking Partner
BNI Syariah sebagai mitra bisnis yang memberikan layanan terbaik sesuai dengan prinsip syariah. Sehingga bisnis yang dijalankan tidak hanya berorientasi terhadap keuntungan semata tetapi juga memperhatikan faktor keberkahan dengan nilai kebaikan. BNI Syariah berkomitmen untuk menjadi partner pada setiap tahapan kehidupan.

Dewan Pengawas Syariah: Ketua: Dr. Hasanudin, M.Ag; Anggota: Ah.Azharuddin Lathif, M.Ag., M.H.
Dewan Komisaris: Komisaris utama: Fero Poerbonegoro; Komisaris: Imam Budi Sarjito; Komisaris Independen: Max Niode; Komaruddin Hidayat
Direksi: Direktur Utama: Abdullah Firman Wibowo; Direktur Kepatuhan: Tribuana Tunggadewi; Direktur Keuangan & Operasional: Wahyu Avianto; Direktur Bisnis Ritel & Jaringan: Iwan Abdi; Direktur SME & Bisnis Komersial: Babas Bastaman*

*) Belum efektif, menunggu proses fit & proper test OJK

 

Continue Reading

Populer