Connect with us

Nasional

Penolakan Ahok Masuk BUMN Harus Didengar Pemerintah

Published

on

Jurnaljakarta.com – Penolakan atas rencana penunjukan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok sebagai petinggi di BUMN energi masih terus bergulir. Penolakan bahkan tidak hanya dilakukan kalangan serikat pekerja tapi juga pengamat dan orang-orang berpengaruh di Indonesia.

Hal ini seperti yang disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Resource Studies (IRESS), Marwan Batubara, pada sebuah diskusi yang digelardi Jakarta, Kamis (21/11).  “Adanya penolakan dari berbagai kalangan ini harus benar-benar didengar oleh pemerintah khususnya Menteri BUMN, Erick Tohir, yang memiliki wewenang menunjuk atau memberhentikan direksi di perusahaan BUMN. Munculnya penolakan itu tak lepas dari track record Ahok yang diduga sebagai koruptor,” tukasnya.

Seharusnya, kata dia, ada kepastian hukum terhadap Ahok yang dirilis agar semuanya jelas. Rencana penunjukan Ahok ini juga dianggapnya tidak memenuhi asas keadilan.

“Faktanya, dalam berbagai kasus dugaan korupsi, seperti RS Sumber Waras, Rekalamasi Teluk Jakarta, Tanah BMW, Tanah Cengkareng Barat, dan Dana CSR, sejumlah alat bukti telah tersedia untuk memeroses Ahok secara hukum. Namun oleh Lembaga penegak hukum, terutama KPK, Ahok terus mendapat perlindungan, sehingga bebas dari jerat hukum,” papar Marwan.

Dia menyebutkan, khusus untuk kasus RS Sumber Waras, alat bukti yang tersedia sudah lebih dari cukup. Namun KPK sendiri seolah-olah melindungi Ahok dengan mengatakan Ahok tidak punya niat jahat. Karena itu KPK menyatakan Ahok tidak melanggar hukum dan merugikan negara.

Tidak hanya itu, kata dia, dalam pasal 16 UU BUMN No.19/2003 mensyaratkan pengangkatan direksi BUMN antara lain berdasarkan pertimbangan keahlian, integritas, kepemimpinan, pengalaman, jujur, perilaku baik, serta dedikasi tinggi untuk memajukan dan mengembangkan korporasi. “Pengangkatan anggota Direksi juga harus dilakukan melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatutan. Namun dalam rencana pengangkatan Ahok sebagai petinggi BUMN, ketentuan dalam pasal ini dilanggar oleh pemerintah,” tukasnya.

“Soal keahlian, Ahok tidak punya latar belakang kemampuan bidang migas, listrik dan energi yang sangat dibutuhkan untuk mengelola BUMN sekelas Pertamina atau PLN. Kejujuran Ahok jelas sangat diragukan, kalau tidak ingin dikatakan koruptif, terutama dalam pengelolaan dana-dana off-budget yang merugikan keuangan negara dan Pemda DKI,” tutup Marwan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Kolegium Jurist Institute (KJI), Ahmad Redi, menambahkan bahwa rencana penempatan Ahok di BUMN sektor energi menyalahi ketentuan yang berlaku dalam sistem negara Indonesia. “Meski dalam konteks konstitusi, Ahok memiliki hak untuk menjadi direktur utama atau komisaris di BUMN, namun karena adanya berbagai kasus yang masih “gelap”, maka hak Ahok tersebut dibatasi dengan sendirinya,” ujarnya.

Dia juga membenarkan bahwa dari sisi kompetensi, Ahok sama sekali tidak punya pengalaman faktual sebagai ahli di sektor energi. Oleh sebab itu rencana penunjukan Ahok sebagai pentinggi BUMN sektor energi patut dipertanyakan. “Jika penempatan dirinya sebagai petinggi BUMN hanya faktor coba-coba, maka hal itu sangat membahayakan bagi perusahaan sekelas Pertamina atau PLN ” ujarnya.

“Pengalaman pak Ahok untuk memimpin organisasi yang besar itu tidak punya, jadi Dirut itu nggak boleh coba-coba, nggak bisa dari orang kaleng-kalengan sebab Pertamina atau PLN itu BUMN besar,” tambah Ahmad Redi.

Selain itu Ahok saat ini merupakan salah satu anggota partai politik aktif. Meski dalam pasal 16 UU BUMN No.19/2003 larangan menjadi petinggi BUMN adalah pengurus partai, namun status keanggotaan Ahok dalam partai dinilai bukan sebagai anggota biasa. Dia adalah anggota luar biasa yang seharusnya juga masuk dalam kriteria yang dilarang untuk memimpin sebuah BUMN.

“Ahok memang bukan pengurus politik di PDIP tapi dalam penjelasan secara filosofis di dalam UU itu muncul karena kalau pegurus partai jadi petinggi BUMN akan ada potensi konflik kepentingan, masalahnya Ahok ini bukan anggota politik biasa tapi anggota partai yang punya afiliasi kuat dalam politik,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Militer

Kadisdikau: Jadi Pramugari TNI AU Andal, Butuh Ketekunan, Semangat, dan Kesabaran

Published

on

JurnalJakarta.com — Kepala Dinas Pendidikan Angkatan Udara (Kadisdikau) Marsma TNI Umar Rudianto, S.Sos., menegaskan, menjadi pramugari VIP/VVIP TNI AU yang andal dibutuhkan ketekunan, semangat, dan kesabaran, salah satunya menguasai Bahasa Inggris.

Penegasan tersebut disampaikan Kadisdikau dalam sambutan yang dibacakan Sesdisdikau Kolonel Adm Nelson F. Noak saat membuka English Preparation for Cabin Crew Calon Siswa Pramugari VIP/VVIP TNI AU tahun 2020 di Laboratorium Bahasa Disdikau , Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (20/1/2020).

Lebih lanjut Kadisdikau menambahkan, pembekalan bahasa Inggris dasar, berupa grammar serta pengantar English for cabin crew sangat bermanfaat guna mendukung tugas sebagai pramugari VIP/VVIP TNI AU , yang sering dituntut penggunaan bahasa Inggris dalam pelaksanaan tugas penerbangan.

“Saya yakin, bagi kalian yang menyadari bahwa bahasa Inggris penting dan mengetahui manfaat dari belajar bahasa ini, akan membuat lebih mudah dalam memotivasi diri untuk belajar dan berlatih bahasa Inggris secara aktif selama kursus,” ujar Kadisdikau.

Pelatihan diikuti 12 personel Bintara Wanita Angkatan Udara (Wara) yang mengikuti pelajaran secara intensif selama 6 minggu sesuai kurikulum yang telah ditetapkan.

Hadir pada acara tersebut, para pejabat di lingkungan Disdikau, Instruktur, dan staf English Refresher serta para calon siswa.

Continue Reading

Militer

Prajurit Mako Korpaskhas Laksanakan Terjun Taktis Statik

Published

on

JurnalJakarta.com — Sejumlah 318 prajurit Paskhas dari Markas Komando Korpaskhas melaksanakan kegiatan terjun taktis statik yang digelar secara rutin setiap tahun guna memelihara dan meningkatkan kemampuan peterjun bertempat di runway Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung, Senin (20/01).

Kegiatan terjun taktis statik merupakan bagian dari program kerja staf operasi Korpaskhas yang dilaksanakan secara rutin sehingga terwujud profesionalisme prajurit Paskhas yang terampil dan handal dalam setiap penugasan khusus nya dalam penerjunan. Dalam kegiatan terjun taktis statik tersebut, dilaksanakan penerjunan statik sebanyak 5 sorty, dengan titik muat di Lanud Husein Sastra Negara.

Para peterjun menggunakan pesawat C-130/A-1330 jenis long body dengan pilot Mayor Pnb Yayan Sofyan dan navigator Kapten nav Bayu Y. Wastu take off dari Lanud Husein Sastranegara menuju droping zone (DZ) di runway Lanud Sulaiman. Terjun statik dilaksanakan dengan ketinggian 1200 feet atau 400 meter diatas permukaan tanah. Kegiatan diikuti oleh para Pejabat Korpaskhas dan seluruh anggota Mako Korpaskhas baik Perwira, Bintara dan Tamtama.

Pelaksanaan penerjunan dapat berjalan dengan aman dan lancar sehingga seluruh prajurit Mako Korpaskhas dapat melanjutkan kegiatan dan tugas harian dengan baik.

Continue Reading

Militer

Danseskoal Pimpin Seminar Judul Tesis Pasis Dikreg Seskoal Angkatan Ke-58 TA.2020

Published

on

JurnalJakarta.com — Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Danseskoal) Laksamana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., DESD., memimpin Seminar Judul Tesis Perwira Mahasiswa Pendidikan Reguler (Dikreg) Seskoal Angkatan ke-58 TA. 2020, yang serentak juga dilaksanakan dihadapan para Pejabat Utama dan Dosen Seskoal, bertempat di Ruang Diskusi Gedung R.E. Martadinata Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Minggu (19/01).

Seminar Ujian Judul Tesis ini akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari tanggal 19 Januari 2020, dilanjutkan tanggal 25-26 Januari 2020 yang diikuti oleh 175 Perwira Mahasiswa Dikreg Seskoal Angkatan ke-58, terdiri dari 167 Perwira Mahasiswa TNI AL, 2 Perwira Mahasiswa TNI AD, 2 Perwira Mahasiswa TNI AU, 2 Perwira Mahasiswa Polri dan 8 Perwira Mahasiswa Negara Sahabat yang berasal dari Arab Saudi, Australia, China, India, Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam.

Dalam Seminar Ujian Judul Tesis ini terbagi dalam Bidang Operasi, Bidang Manajemen, Bidang Strategi, Bidang Iptek dan Bidang Kejuangan. Tim penguji terdiri dari 4 Tim Bidang Operasi, 2 Tim Bidang Strategi, 3 Tim Bidang Manajemen dan Logistik, 2 Tim Bidang Iptek dan 2 Tim Bidang Kepemimpinan dan Kejuangan yang akan mendalami konsep judul tesis utama yang diajukan para Perwira Mahasiswa.

Selanjutnya dari hasil Seminar Judul Tesis ini akan diputuskan Judul Tesis untuk masing-masing Perwira Mahasiswa yang merupakan dasar dalam penyusunan proposal penelitian dan penulisan tesis.

Continue Reading

Populer