Connect with us

Nusantara

Peduli Korban Banjir PWI Jaya Serahkan Bantuan

Published

on

Jurnaljakarta.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya menyerahkan bantuan bagi korban banjir di Jakarta, baik itu berupa uang maupun barang.

Bantuan disampaikan melalui PWI Jaya Peduli, yang mengemban misi kemanusiaan dan sosial. PWI Jaya Peduli sendiri menerima donasi dari berbagai pihak, baik institusi atau perorangan.

Sebagai langkah awal, PWI Jaya Peduli, menyerahkan bantuan untuk dua Pengurus Harian PWI Jaya yang kediamannya diterjang banjir awal 2020, Iqbal Irsyad dan Arman Suparman di Sekretariat PWI DKI Jakarta.

Ketua PWI Jaya, Sayid Iskandarsyah menjelaskan, PWI Jaya Peduli, merupakan bagian dari aksi sosial pengurus PWI Jaya untuk membantu sesama. Di tingkat pusat, sudah ada PWI Peduli.

“Kami organisasi wartawan, bukan hanya membantu wartawan yang terkena dampak bencana, namun kami juga membantu masyarakat luas yang membutuhkan,” ungkap Sayid Iskandarsyah, disela-sela penyerahan donasi untuk Iqbal Irsyad dan Arman Suparman di Sekretariat PWI Jaya, Senin (6/1/2020).

Sedangkan pada hari Rabu (8/1/2020) mendatang, PWI Jaya Peduli, akan menyerahkan bantuan kepada warga korban musibah banjir di kawasan Semanan, Cengkareng, Jakarta Barat.

Sebelumnya, pada Sabtu (4/1/2020), PWI Jaya Peduli, menyerahkan bantuan uang sebesar Rp5 juta untuk warga korban musibah banjir di daerah Bidara Cina, Jakarta Timur.

PWI Jaya Peduli menerima donasi dari institusi dan perorangan, baik berupa uang dan barang. Di antara perorangan yang memberikan bantuan dana adalah Nirwan Dermawan Bakrie, Alex Tirta, Fatchul Anas, Keith Rustam (gitaris Montecristo), Eric Martoyo (vocalis Montecristo), dan Suherman Mihardja, SH, MH, pengurus Peradi yang juga pengacara dan anggota dewan penasehat majalah Sudut Pandang.

PWI Jaya Peduli juga menerima donasi dari IKWI (Ikata Keluarga Wartawan Indonesia), PT Djarum, Danone dan Oval, sebuah perusahaan periklanan.

Sementara itu, Ketua PWI Jaya Peduli, Nonnie Rering mengatakan akan berupaya secepatnya menyalurkan bantuan yang diterima kepada yang memang membutuhkan.

“Kami akan terus menyalurkan donasi yang disampaikan kepada PWI Jaya Peduli. Dalam waktu dekat kami akan menyalurkan bantuan tersebut ke beberapa titik korban banjir,” tutur Nonie Rering, yang juga wakil ketua seksi kesejahteraan PWI Jaya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nusantara

Indonesia Bakal Miliki Destinasi Wisata Sejarah Islam di Ancol

Published

on

JurnalJakarta.com — Tak lama lagi Indonesia bakal menjadi tuan rumah ketiga Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam. Museum ini bakal berdiri megah di atas lahan seluas 6 hektare (ha) di Pantai Timur Ancol. Kehadirannya kelak diyakini dapat menjadi destinasi wisata religi baru di Indonesia.

“Museum ini akan menjadi salah satu destinasi wisata religi yang baru di negeri kita,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir setelah ikut meresmikan Groundbreaking Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam di Ancol, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Erick merasa bangga atas kehadiran Museum tersebut dan berharap destinasi wisata religi di sana dapat menambah wawasan bersama tentang bagaimana wujud Agama Islam yang hakiki.

“Sebagai negara dengan penganut Islam terbesar tentunya kita semua bersyukur bahwa Museum Internasional Rasulullah SAW didirikan di Indonesia. Selain sebagai tempat mempelajari sejarah, museum ini akan menjadi pengingat bahwa penyebaran Islam itu dilakukan dengan cara yang indah, penuh kasih sayang dan damai,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pembangunan Museum Rasulullah di tanah air tersebut menjadi yang pertama dilaksanakan di luar Arab Saudi dan mendapat dukungan dari Yayasan Wakaf Assallam yang bermarkas di Jeddah, serta Liga Muslim Dunia yang berkantor pusat di Mekkah, Arab Saudi.

Selain di Indonesia, museum serupa juga sudah ada di dua kota di Arab Saudi yang diberi nama Museum As-Salamu Alayka Ayyuha An-Nabiyy di Makkah dan Museum Shirah Nabawiyah di Madinah.

Menurut rencana, Museum Rasulullah akan terdiri dari dua lantai dengan total luas bangunan mencapai 10.000 meter persegi lebih. Selain ruang pameran yang berisi benda-benda bersejarah Nabi serta peradaban Islam, dalam kompleks museum tersebut juga terdapat auditorium, masjid, dan lapangan luas untuk kegiatan agama serta manasik haji.

Dalam museum tersebut juga tak hanya berisikan hadis-hadis yang menceritakan kisah dan perjalanan hidup Sang Tauladan sehingga masyarakat bisa mempelajari dan mengambil contoh teladan Nabi semasa hidup. Tetapi juga kisah-kisah fenomenal dalam perkembangan islam, seperti Isra Mi’raj, perjalanan hijrah Nabi, hingga maket kota Makkah dan Madinah di zaman Rasulullah hingga era sekarang.

Selain itu, Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memprediksi museum ini nantinya bisa menarik kurang lebih 5 juta pengunjung setiap tahunnya.

“Kita perkirakan sekitar 5 juta orang yang akan datang. Mal aja dikunjungi 5 juta per tahun, masa museum Rasulullah kurang dari 5 juta. Jadi pasti bisa 5 juta per tahun,” ujar Jusuf Kalla dalam acara Groundbreaking Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam di Ancol, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Di samping itu, dengan dibangunnya museum seluas 6 hektar ini diyakini dapat membuka lebih banyak lapangan kerja. Untuk itu, setiap pihak terkait dalam proyek ini dihimbau untuk dapat mempersiapkan pelatihan yang matang untuk tenaga kerja yang hendak ditarik tersebut.

“Ini masih banyak membutuhkan banyak hal, bukan hanya pembukaan, dibutuhkan pelatihan, dibutuhkan tenaga, pengawas, teknisi, itulah yang perlu kita rekrut dan latih dalam waktu dekat, jadi bersamaan bangunan dibangun, juga latih orang, juga dilatih sejarah islam,” tambahnya.

Di samping itu, Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa museum yang akan dibangun pada lahan seluas 6 hektar (ha) di pantai Ancol ini memiliki perbedaan dengan tuan rumah asalnya di Arab Saudi. Museum di Indonesia nantinya wajib mengedukasi sejarah masuknya Islam di Indonesia dan peradaban Islam di Indonesia.

“Di samping tadi untuk sejarah Rasulullah, juga peradabannya, sejarah masuknya Islam ke Indonesia dan peradaban Islam di Indonesia itu menjadi syarat yang diberikan, boleh (ada museum) asal juga di dalam museum itu menggambarkan sejarah Islam di Indonesia,” paparnya.

Menurut Jusuf Kalla, urgensi hadirnya museum ini di Indonesia ialah sebagai ranah edukasi. Selain itu, Indonesia merupakan negara yang memiliki penduduk Islam terbesar di dunia yang setiap tahun merayakan Maulid Nabi dan Isra’ Mi’raj sebagai bagian dari dari hari raya keagamaan.

“Kita di sini penduduk Islam terbesar yang memiliki tradisi untuk merayakan Maulid dan Isra’ Mi’raj, tidak banyak negara yang hari rayanya merayakan Maulid dan Isra’ Mi’raj. Sehingga, selalu ribuan ceramah, juga upacara, disamping itu juga melihat secara visual karena dengan visual jauh lebih paham 3 kali lipat kecepatan visual dibanding dengan ceramah,” pungkasnya.

Continue Reading

Nusantara

Marymond Dukung Tingkatkan Kesadaran Menanggulangi Permasalahan Eksploitasi seksual anak

Published

on

By

Jurnaljakarta.com – Marymond, sebuah brand produk-produk lifestyle asal Korea Selatan menjadi pendukung utama ajang Ending Sexual Exploitation of Children Online Conference 2020 (E-SECO Conference 2020).

Ajang ini merupakan kerja sama ECPAT Indonesia (End Child Prostitution, Child Pornography & Trafficking of Children for Sexual Purposes) dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) serta menghadirkan pembicara dari perwakilan KOMINFO, ECPAT Indonesia, Facebook Indonesia, Google Indonesia, KPAI dan Kompak Jakarta, di Gedung Kominfo, Jakarta Pusat Kamis (23/1/2020).

Direktur Pemasaran Global Marymond Gun Young Kim mengatakan, kegiatan E-SECO Conference ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi anak dalam menanggulangi permasalahan eksploitasi seksual anak di ranah online,” ujarnya.

Menurut Gun Young Kim dukungan penuh Marymond dalam forum End Sexual Exploitation of Children Conference 2020 ini tentunya tak terlepas dari salah satu visi Marymond lewat kampanye ‘Speak Up’ yakni berkontribusi dalam upaya mengatasi masalah eksploitasi seksual dan kekerasan terhadap anak-anak Indonesia. Faktanya, masalah ini, sejauh ini, telah menjadi perhatian utama bagi Marymond secara global,” tuturnya.

Sementara dalam keaempatan yang sama CEO Marymond Rina Hong menambahkan, Marymond didirikan pada tahun 2012. Merek ini menjadi sangat populer dan telah laris terjual setelah sejumlah selebritis Korea Selatan tertangkap kamera menggunakan produk Marymond, seperti casing HP dalam kegiatan sehari-hari mereka. Para selebritis turut mengambil bagian dalam mendukung penegakkan hak asasi dan martabat manusia,” tambahnya.

Sejak saat itu, slogan “I Marymond You” menyebar luas di kalangan warga Korea Selatan untuk membela hak asasi dan martabat manusia. “I Marymond You” memiliki arti “Kamu berharga dan cantik hari ini dan selamanya”. Namun, dukungan untuk upaya meningkatkan martabat manusia juga telah meningkatkan popularitas mereka secara global.

Terkait pemasaran produk-produk Marymond di Indonesia, Rina Hong menyebut bahwa pihaknya bekerja sama dengan e-commerce enabler Egogo Hub Indonesia sebagai mitra. Produk Marymond di Indonesia kini dapat diperoleh dengan mengunjungi Shopee – Marymond Official Store.

Selain mendukung kegiatan E-SECO Conference 2020, menandai kehadirannya di tanah air, bekerjasama dengan ECPAT Indonesia Marymond juga melakukan pemberian donasi ke SMIP 28 Oktober Jakarta Selatan, yang terkena dampak banjir cukup parah beberapa waktu lalu,” pungkasnya.

 

Continue Reading

Nusantara

Eco Run 2019, Pertamina Ajak Lestarikan Lingkungan

Published

on

By

Jurnaljakarta.com – PT Pertamina (Persero) kembali menggelar Eco Run 2019 yang mengajak masyarakat Indonesia untuk sama-sama berlari dalam rangka melestarikan lingkungan dan konservasi hayati. Eco Run 2019 yang akan diikuti oleh 7.500 orang, diselenggarakan pada 8 Desember 2019 di Qbig, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Banten.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyatakan Eco Run 2019 merupakan event lari terbesar penghujung tahun 2019 yang diikuti oleh para pelari profesional maupun amatir, penggemar olah raga lari dan komunitas lari, pelajar, mahasiswa, public figure, konsumen Pertamina, pekerja Pertamina Group, hingga direksi BUMN.

“Eco Run 2019 merupakan bagian dari upaya Pertamina untuk mendukung pelestarian lingkungan sekaligus edukasi penggunaan BBM ramah lingkungan demi Indonesia yang bebas polusi. Event ini sekaligus bagian dari peringatan HUT Ke-62 Pertamina,” ujar Fajriyah.

Bagi peserta yang akan mengikuti Pertamina Eco Run 2019, lanjut Fajriyah, bisa memilih kategori 1,5 Km, 5 Km dan 10 Km. Pertamina menyediakan hadiah uang tunai dan beragam hadiah hiburan serta door prize.

“Pertamina juga mengajak anak-anak untuk turut serta pada Eco Run 2019, karena kita siapkan kategori 1,5 Km. Hal ini untuk memberikan edukasi secara dini sehingga akan tumbuh rasa cinta terhadap pelestarian lingkungan,” imbuh Fajriyah.

Dalam event ini, tambah Fajriyah, Pertamina juga akan menggalang dana untuk membantu pelestarian hewan langka seperti  Monyek Yak dari Sulawesi dan  Kupu – Kupu Lampung.

“Pertamina selama ini komitmen melakukan konservasi hewan langka di berbagai wilayah. Mari kita sama-sama sukseskan acara ini, untuk Indonesia yang lebih sehat dan ramah lingkungan,” pungkas Fajriyah.

Continue Reading

Populer