Connect with us

Nusantara

Kronologis Kerusakan Rawa Tripa dan Alotnya Eksekusi Putusan Denda 366 Miliar

Published

on

 

Jurnaljakarta.com – Rawa Tripa merupakan hutan gambut yang terletak di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, yang luasnya mencapai 61.803 hektar. Rawa Tripa masuk dalam pengelolaan Kawasan Ekosistem Leuser yang dilindungi UU No. 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh, serta UU No. 26/2007 tentang Penataan Ruang melalui PP No. 26/2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, yang memasukkannya sebagai kawasan strategis berfungsi lindung.

Sengketa melanda PT Kallista Alam ketika perusahan itu melakukan aksi pembakaran di atas lahan sekitar 1.000 hektar di area lahan gambut Rawa Tripa, Kabupaten Nagan Raya pada periode 2009-2012. Padahal, area itu merupakan kawasan hutan lindung yang seharusnya dijaga dan dilestarikan. PT Kallista Alam membakar lahan itu karena ingin menjadikannya sebagai area perkebunan kelapa sawit.

Kasus pun bergulir ke pengadilan. Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh akhirnya memvonis PT Kallista Alam bersalah dan wajib membayar ganti rugi sebesar Rp 366 miliar, dengan rincian Rp114,3 miliar ke kas negara dan membayar dana pemulihan lahan Rp251,7 miliar. Sebagai jaminan, Pengadilan Negeri Meulaboh telah menyita tanah, bangunan, dan tanaman milik PT Kalista Alam di Desa Pulo Kruet, Kecamatan Darul Makmur seluas 5.769 hektar pada 4 Desember 2013.

PT Kallista Alam rupanya tak tinggal diam. Berbagai upaya terus dilakukan untuk membatalkan putusan itu, bahkan sampai di tingkat Peninjauan Kembali (PK), meskipun akhirnya kandas juga. Mahkamah Agung (MA) tetap memenangkan Kementerian LHK selaku penggugat. Putusan bersifat inkracht dan harus dieksekusi.

Putusan terhadap PT Kallista Alam itu sempat menuai sorotan dan pujian pegiat lingkungan internasional karena diaanggap merupakan sikap tegas sistem peradilan di Indonesia dalam menindak perusahaan besar perusak lingkungan. Sayangnya, sampai saat ini, eksekusi itu hanya di atas kertas, tidak juga bisa dilaksanakan.

Forum LSM Aceh sebagai salah satu penggagas petisi menyebutkan, saat ini sama sekali tidak ada ganjalan hukum apapun yang dapat menghalangi eksekusi itu. Proses eksekusi seharusnya sudah bisa dilakukan sejak empat tahun lalu, tetapi selalu gagal di proses penilaian aset.

Pada Februari 2019 Ketua PN Suka Makmue telah mengukuhkan dan mengambil sumpah Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Pung’s Zulkarnain selaku pihak yang melakukan appraisal terhadap aset yang akan disita. Hanya saja, saat KJPP hendak melakukan penghitungan nilai aset di lokasi yang akan disita, mereka diusir oleh petugas PT Kallista Alam karena tidak ada pendampingan dari juru sita PN Suka Makmue. Dua kali KJPP Pung’s Zulkarnain dan Tim Kementerian LHK masuk ke lahan PT Kallista Alam, dua kali pula mereka dihadang. Padahal tim itu didampingi petugas dari Polda Aceh dan Polres Nagan Raya.

Hingga Juni 2021, putusan hukum terhadap PT Kallista Alam belum dieksekusi. Perusahaan masih beroperasi dan tanah, tanaman, serta bangunan yang menjadi jaminan masih dikuasai perusahaan. Hal ini yang membuat Forum LSM Aceh dan kelompok pecinta lingkungan di Aceh berharap agar Mahkamah Agung mengambilalih kewenangan dan segara melakukan eksekusi agar kasus yang membelit PT Kallista Alam cepat selesai.(vny)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nusantara

Semarakkan Pentas Puisi di Hari Pahlawan, SATUPENA: Puisi, Ambil Peran Kemerdekaan

Published

on

JurnalJakarta — Dalam menyemarakkan hari pahlawan, perkumpulan penulis Indonesia SATUPENA menggelar pentas membaca puisi.

Bukan tanpa alasan acara ini digagas secara daring dalam Obrolan Hati Pena #14, pada Minggu sore, 14 November 2021, kemarin. Karena Puisi dan Penyair Berperan Penting di Panggung Sejarah Nasional sejak dahulu.

Puisi dan para penyair tampak punya peran yang penting di panggung sejarah nasional, sejak masa revolusi hingga sekarang. Bahkan, teks Sumpah Pemuda pada 1928 adalah bernafas puisi.

Baca Juga: Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Gelar Lomba Baca Puisi Bertajuk “Terimakasih Guruku”

Estetika romantisme dalam puisi-puisi di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia selalu berbalut dengan estetika heroisme, dengan pesan politik yang sangat kentara.

Bertajuk “Bagimu Negeri, Kunyalakan Puisi: Memperingati Hari Pahlawan,” acara ini menampilkan narasumber seorang dosen, penyair dan penulis, Ahmad Gaus AF yang menarik pembaca puisi, banyak orang top seperti Chappy Hakim (mantan Kepala Staf Angkatan Udara), Prijono Tjiptoherijanto (ekonom senior), Nurliah Nurdin, Edrida Pulungan, Kiki Amelia, Ezralia Harun, dan lain-lain.

Ahmad Gaus menjelaskan bahwa perjuangan Indonesia mencapai kemerdekaan melalui tahapan transformasi. Dulu perjuangan melawan penjajah dipimpin oleh para raja dan bangsawan.

“Tapi pada awal abad 20, perlawanan terhadap penjajah beralih ke kalangan terdidik, cendekiawan, dan sastrawan. Metode perlawanan pun diubah, melawan penjajah dengan senjata intelektual. Di sinilah puisi mengambil peran,” ucap Gaus.

Gaus menambahkan, bahkan ada yang menyebut, Indonesia merdeka karena puisi. “Maksudnya, imajinasi tentang keindonesiaan itu dibentuk oleh frase-frase di dalam puisi, seperti tanah air, ibu pertiwi, tumpah darahku, tanah persada, dan lain-lain.”

“Dulu tidak ada istilah tanah air, ibu pertiwi, tanah tumpah darahku, dan sebagainya. Istilah-istilah itu baru muncul dalam puisi. “Jadi puisi-puisi itu membentuk imajinasi tentang keindonesiaan,” ungkap Gaus.

Continue Reading

Nusantara

Wagub Jabar Sidak PPKM Darurat Sektor Industri di Tasikmalaya

Published

on

TASIKMALAYA – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum melakukan sidak ke PT. Bineatama Kayone Lestari dan PT Catur Wangsa Indah yang berlokasi di Kota Tasikmalaya, Rabu (7/7/2021).

Dalam sidak itu, Pak Uu –sapaan Wagub Jabar– meninjau praktik dan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada sektor industri.

“Berdasarkan informasi yang diterima dalam hasil rapat gugus tugas Provinsi, masih ditemukan ada masyarakat yang belum memenuhi aturan prokes. Bagaimana aturan sektor industri yang kritikan, esensial, dan bagaimana aturan yang nonkritikal dan nonesensial, itu semua ada aturannya,” kata Pak Uu.

Menurut Pak UU, berdasarkan aturan PPKM Darurat, industri yang kritikal dan esensial bisa beroperasi dengan 50 persen tenaga kerja, sementara yang nonkritikal dan nonesensial, untuk sementara harus menutup produksinya.

“Ini termasuk yang nonkritikal dan nonesensial, jadi sudah saya sampaikan ke pemiliknya tadi, dan pemilik perusahaan sudah bersedia, bahwa ini harus ditutup sementara,” ucapnya.

Pak Uu menyampaikan apresiasi kepada pemilik perusahaan atas ketaatan pada aturan, meskipun harus memikirkan kesejateraan pekerja selama menutup perusahaan.

“Saya kira ini langkah yang baik bahwa perusahaan akan tetap memikirkan kesejahteraan karyawan selama tutup sementara,” katanya.

Pak Uu juga menegaskan, kehadirannya untuk sidak di sektor industri besar dalam pantauan penerapan PPKM Darurat adalah bukti keadilan.

“Pemerintah jelas tidak ada tebang pilih, tidak ada memihak kepada yang lain, ini untuk kemaslahatan bersama supaya semuanya beres, COVID-19 di Jawa Barat segera berakhir,” tegas Pak Uu.

Sementara itu pemilik perusahaan menyanpaikan alasan keterlambatan menutup perusahaan di masa PPKM Darurat itu, karena sebelumnya ada desakan dari karyawan untuk tetap bekerja. (Arn)

 

Continue Reading

Nasional

Resmi! Presiden Jokowi Buka PON XX Papua 2021

Published

on

JurnalJakarta — PON XX Papua 2021 resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam upacara pembukaan yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Sabtu (2/10/2021), sore WIB.

“Perasaan saya dan perasaan saudara pasti sama, kita bangga di tanah papua. Kita juga bangga berada di stadion terbaik di asia pasifik ini. Kita bangga membuka pon ke-20, pon yang pertama kali digelar di tanah Papua,” ucap Joko Widodo dalam upacara pembukaan PON XX Papua 2021.

“Dengan mengucap Bismillahirohmanirohim, dengan Nama Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pekan Olahraga Nasional ke-20 Papua secara resmi saya nyatakan dibuka,” lanjutnya.

Sebelum dibuka, upacara pembukaan telah dimulai dengan serangkaian pertunjukkan yang meriah. Ambil contoh, tarian Selamat Datang dan nyanyian khas Papua yang dibawakan putra daerah.

Kemudian, disambung dengan parade atlet. Mereka masuk ke tengah lapangan sambil membawa bendera provinsi masing-masing.

Presiden Jokowi dengan menggunakan jaket PON XX Papua 2021 ikut berdiri dan melambaikan tangan ke para atlet. Sesekali, Presiden Jokowi juga terlihat menari-nari kecil sebagai ekspresi kegembiraannya.

Sementara itu, delapan atlet legenda asal Papua masuk ke tengah lapangan sambil membawa bendera PON dalam upacara pembukaan PON XX Papua 2021. Mereka adalah Lisa Rumbewas (Angkat Besi), Benny Maniani (Tinju), Erni Sokoy (Dayung), Maria Londa (Atletik), Kartika Monim (Voli), Melly Mofu (atletik), Rully Nerre (Sepak Bola), dan Imanuel Daundi (Pencak Silat).

Suasana upacara pembukaan jadi makin meriah usai Presiden Jokowi secara resmi membuka PON XX Papua 2021. Ajang olahraga nasional terbesar ini akan berlangsung hingga 15 oktober mendatang.

Continue Reading

Populer