Connect with us

Ekonomi

Kementerian ESDM Jaga Pasokan Energi Tetap Handal

Published

on

Jurnaljakarta.com – Pemerintah melalui Kementerian ESDM melakukan berbagai upaya untuk menjaga pasokan energi tetap handal selama momentum liburan Natal 2019 dan tahun Baru 2020. Berdasarkan hasil pantauan khusus Menteri ESDM Arifin Tasrif terhadap kondisi listrik, BBM, LPG dan kegeologian, antisipasi yang dilakukan oleh tim Posko Nasional Sektor ESDM sudah baik.

“Memang antisipasi dari teman-teman (Posko) di lapangan cukup baik dan diharapkan antara PLN, PGN, Pertamina bisa kerja sama, saling mengisi, saling memberikan informasi dan berkoordinasi,” jelas Arifin dalam informasi tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (27/12/2019)

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menjelaskan, kepastian pasokan energi yang handal dan aman tak lepas dari langkah konkret yang diambil Pemerintah, salah satunya dengan kehadiran Posko Nasional Sektor ESDM. “Kehadiran Posko Sektor ESDM sangat membantu melakukan kontrol layanan akses energi yang harus ditingkatkan,” tegas Agung.

Agung merinci upaya pengamanan pasokan listrik ditempuh dengan meningkatkan kesiagaan dan keamanan semua aset jaringan pembangkit di unit-unit, tidak melakukan perkerjaan/pemeliharaan pada H-7 sampai dengan H+7 kecuali disebabkan adanya gangguan.

Di samping itu, Pemerintah terus meningkatkan koordinasi operasi antara unit pembangkit, penguatan jaringan transmisi dan distribusi. Pemerintah juga Menetapkan Standard Operating Procedure (SOP) pengamanan pasokan listrik, menyiapkan dan menyiagakan personil siaga pengamanan pasokan listrik 24 jam di masing-masing unit operasional.

Apabila terjadi gangguan yang mengakibatkan kondisi defisit daya akan segera diusahakan agar dampak sosial ke masyarakat minim. “Kami akan memanfaatkan Captive Power untuk sistem listrik dengan status siaga,” ungkap Agung.

Sehari menjelang perayaan Natal 2019 (H-1), kondisi listrik pengusahaan milik PLN dilaporkan aman dengan daya mampu pasok sebesar 43.600,15 MW, beban puncak 34.656,53 MW dan cadangan sistem sebesar 8.943,62 MW.
Sementara untuk kondisi listrik pengusahaan Non-PLN, 11 dari 27 pemegang wilayah usaha memiliki beban puncak sebesar 1.542,14 MW, daya mampu pasok 2.438,47 MW dan cadangan sistem 896,53 MW.

Sementara untuk penyediaan pasokan BBM dan LPG, Pemerintah memfokuskan monitoring pasokan dan pendistribusian serta koordinasi dengan instansi lain terkait keamanan dan kelancaran penyaluran.

Kondisi penyaluran BBM sendiri sehari menjelang perayaan (H-1) Natal 2019 jenis gasoline mengalami penurunan sebesar 30,45 persen dari hari normal, seperti bensin RON 88 turun 26,51 persen, bensin RON 90 turun 14,04 persen, bensin RON 92 turun 57,36 persen dan bensin RON 95 turun 37,99 persen.

Grafik terbalik terjadi pada jenis gasoil dimana mengalami kenaikan sebesar 7,12 persen, meliputi solar CN 48 naik 8,18 persen, solar CN 51 turun 32,05 persen dan solar CN 53 turun 14,95 persen.

Sementara untuk realisasi penjualan LPG ke rumah tangga Public Service Obligation (PSO) dan Non – PSO dari depot ke Stasiun Pengisian dan (Pengangkutan) Bulk Elpiji/SP(P)BE sebesar 25.780 metrik ton dan 25.580 dari SP(P)BE ke agen LPG.(Ant)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Allianz Utama Indonesia Bukukan Pendapatan Sebesar Rp 1,2 T di Tahun 2019

Published

on

JurnalJakarta.com — PT Asuransi Allianz Utama Indonesia (Allianz Utama) berhasil membukukan Pendapatan Premi Bruto atau Gross Written Premium sebesar Rp1,2 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 3% dari Rp1,1 triliun di tahun 2019.

Allianz Utama memperbesar porsi bisnis ritel dengan tetap mempertahankan kekuatan bisnis komersial. Hal ini dapat dilihat dari komposisi bisnis retail mencapai 42% dari keseluruhan pendapatan premi bruto Allianz Utama, sedangkan bisnis komersial sebesar 58%.

Dari sisi jalur distribusi, Financial institution (termasuk Bancassurance dan leasing) Allianz Utama mencatatkan pertumbuhan 49% sebesar Rp 29,6 miliar. Diikuti oleh jalur distribusi Affinity, yang merupakan kerja sama strategis dengan para mitra bisnis, menunjukkan pertumbuhan sebesar 41% atau Rp44,4 miliar.

Jalur distribusi keagenan yang bekerja sama dengan Allianz Star Network dalam menyediakan perlindungan asuransi kerugian mengalami pertumbuhan GWP sebesar 53% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Presiden Direktur Allianz Utama Indonesia.L, Peter van Zyl mengatakan bahwa, Mengikuti perkembangan tren digital yang terus bergerak dinamis, Allianz Utama terus menggali potensi untuk memperluas segmen pasar untuk perlindungan asuransi kerugian.

“Setelah bertransformasi dalam optimalisasi digital untuk produk, layanan dan proses bisnis, kami juga bekerja sama dengan beberapa mitra bisnis untuk memberikan perlindungan yang lebih lengkap lagi kepada nasabah sesuai kebutuhan. Kami ingin hadir untuk memberikan ketenangan pikiran kepada nasabah, tidak hanya pada bisnis komersial, namun juga pengembangan bisnis retail untuk perlindungan yang menjangkau lebih banyak lagi masyarakat Indonesia”, Jelasnya, Kamis (18/6).

Sepanjang tahun 2019 Allianz Utama telah melakukan serangkaian inovasi agar tetap relevan dengan pasar yang terus berkembang dan mampu melengkapi gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini.

Beberapa strategi yang dilakukan seperti bekerja sama dengan Gojek untuk menyediakan asuransi kecelakaan diri bagi driver dan penumpang; serta memperluas kerja sama dengan Home Credit Indonesia dalam menyediakan asuransi gadget, karena seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terkait gadget kesadaran akan proteksi gadget dari berbagai macam risiko juga turut bertambah.

Tidak hanya itu, Allianz Utama juga menjalin kemitraan baru dengan bank terkemuka di Indonesia dan melakukan perluasan kerja sama dengan mitra digital, agregator maupun perusahaan start up fintech untuk bersama-sama melakukan sinergi mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh industri asuransi saat ini.

Rangkaian inovasi yang dilakukan Allianz Utama diganjar Digital Innovation Award 2019 yang diadakan oleh majalah Warta Ekonomi dengan kategori Innovative Company in Providing Digital Insurance Service, serta Insurance Innovation Award 2019 yang diselenggarakan oleh majalah Gatra dengan kategori Top 10 Most Trusted Insurance Company.

Menjadi salah satu perusahaan yang paling terpercaya, Allianz Utama senantiasa membuktikan komitmennya untuk memberikan perlindungan kepada nasabah dengan membayarkan klaim sebesar Rp609,2 miliar sepanjang tahun 2019.

Allianz Utama juga kuat secara finansial dengan rasio kecukupan modal atau Risk-Based Capital Ratio (RBC) 320%, yang jauh di atas ketentuan minimum yang ditentukan regulator sebesar 120%.

Upaya Allianz Utama untuk terus melakukan layanan terbaik bagi nasabah terlihat dari layanan klaim asuransi mobil Allianz Utama yang mendapatkan rating ‘sangat puas’ dari nasabah.

Rating tersebut berdasarkan survei yang dilakukan terhadap nasabah asuransi kendaraan Allianz Utama terutama dari sisi kemudahan pengajuan klaim, pelayanan staff terhadap nasabah, kemudahan dan kejelasan informasi tentang proses klaim, serta kesesuaian jumlah klaim yang dibayarkan yang secara keseluruhan mendapatkan rating 4,7 dari total 5 poin.

Chief Financial Officer Allianz Utama Indonesia.l, Sunadi Tan juga mengatakan bahwa, Masukan dari nasabah dan implementasi dari masukan tersebut adalah faktor penting dalam meningkatkan kinerja kami.

“Untuk mewujudkannya, kami terus meningkatkan kualitas layanan dan menerapkan digitalisasi agar nasabah mendapatkan pengalaman berasuransi yang mudah dan menyenangkan. Seluruh penilaian positif yang diberikan oleh nasabah terhadap inovasi produk dan pelayanan Allianz Utama menjadi penyemangat dan landasan bagi seluruh manajemen dan karyawan untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja serta memberikan yang terbaik bagi Nasabah”, pungkasnya.

Continue Reading

Ekonomi

Tofu Tofu Daebak, Korean Batagor Instan Pertama diIndonesia yang Pas untuk Temani Momen Seru #DiRumahAja

Published

on

Semenjak wabah COVID-19 mulai menyebar di Indonesia, pemerintah mulai menggalakkan gerakan #DiRumahAja sebagai upaya mengurangi penyebaran virus corona. Mulai dari kegiatan pendidikan yang dilakukan secara daring, sampai pada pekerjaan yang dilakukan dari rumah atau WFH. Maka tak heran jika masyarakat Indonesia, khususnya milenial muda yang melakukan hampir 100% kegiatannya dari rumah.

Mendukung gerakan #DiRumahAja, Makaroni Bonju sebagai UMKM yang bergerak di bidang kuliner mengeluarkan sebuah produk baru berupa batagor instan dengan nama Tofu-Tofu Daebak.

Khoirul Fuady selaku Manager Marketing Tofu-Tofu Daebak mengatakan Berbeda dengan produk cemilan Makaroni Bonju sebelumnya yang sukses disebarkan ke seluruh Indonesia dan beberapa negara tetangga di Asia Tenggara, Tofu-Tofu Daebak mengangkat batagor sebagai makanan lokal Indonesia dengan nuansa Korea.

Tofu-Tofu Daebak sebagai Korean Batagor pertama di Indonesia menghadirkan rasa khas saus korea lengkap dengan topping kimchi, nori dan wijen.

“Munculnya produk baru bisa menjawab kebutuhan makanan masyarakat dalam gerakan #DiRumahAja, pasalnya produk ini bisa dipesan melalui online sehingga cukup di rumah dan produk akan diantar melalui jasa ekspedisi ataupun ojek online”, tambah Khoirul.

Kabar baiknya, bagi anda yang berniat untuk menambah penghasilan mulai dari rumah dengan mudah, saat ini sedang ada penawaran khusus untuk menjadi mitra sebagai reseller maupun agen. Semua informasi tentang penawaran ini bisa langsung anda dapatkan melalui akun Instagramnya di @tofutofudaebak.

Continue Reading

Ekonomi

Allianz Indonesia dan PAM Gelar Kompetisi Empowered 3.0 Dukung Wirausaha Penyandang Disabilitas

Published

on

Kaum difabel masih terganjal kesulitan mendapatkan akses dalam hal keuangan, lapangan pekerjaan, serta akses pengembangan wirausaha. Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2018, kaum difabel Indonesia dari kelompok usia kerja (19-59 tahun) tercatat sebanyak lebih dari 150 juta jiwa. Pada tahun yang sama Kementerian Ketenagakerjaan RI mencatat penyerapan tenaga kerja difabel di sektor formal masih sangat rendah, dari total 230 ribu tenaga kerja di 440 perusahaan, jumlah tenaga kerja difabel baru mencapai 1,2 persen.

Melambatnya roda perekonomian di tengah COVID-19 yang kini melanda Indonesia tentunya juga menjadi tantangan tersendiri bagi teman-teman difabel, sehingga Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli (YAP), menggandeng Manajer Investasi Principal Asset Management (Principal), sebagai bagian dari masyarakat merasa perlu berperan serta untuk pemulihan ekonomi di tengah pandemi ini. Salah satu bentuk kontribusi YAP dan Principal adalah dengan mengadakan kompetisi Empowered (Economic Empowerment for Entrepreneurs with Disability). Empowered adalah program pendampingan dan pengembangan usaha untuk memberdayakan masyarakat difabel agar bisa mandiri, produktif, dan bisa memiliki pendapatan yang layak, sesuai dengan skill dan kemampuan mereka.

“Dunia usaha saat ini memberi banyak peluang bagi teman-teman difabel untuk berkreasi dan unjuk kemampuan mereka sebagai pekerja yang bisa diandalkan. Oleh karena itu,
Allianz Indonesia kembali mengadakan program Empowered sebagai bentuk komitmen kami dalam membantu meningkatkan kesejahteraan teman-teman difabel, sesuai dengan salah satu pilar CSR kami yaitu pilar Pemberdayaan Ekonomi. Melalui program ini, kami membentuk kemandirian usaha teman-teman difabel dan memberikan dukungan penuh agar usaha mereka dapat berkembang lebih baik lagi,” kata Ni Made Daryanti, Ketua Yayasan Allianz Peduli.

Pada program Empowered tahun 2020 ini, YAP berkolaborasi dengan Principal, sebagai perusahaan yang sama-sama memiliki kepedulian terhadap kaum difabel melalui program pendampingan dan pengembangan usaha. Agar kian fokus, tahun ini Empowered akan hadir ke komunitas-komunitas kaum difabel di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

“Dukungan kami terhadap program Empowered ini bertujuan untuk membuka akses bagi banyak teman-teman difabel untuk meningkatkan keterampilan dalam mengelola keuangan, serta membentuk kemandirian usaha mereka, sehingga dapat terus berkembang. Hal ini sejalan dengan komitmen Principal dalam memberikan kontribusi positif berkelanjutan bagi lingkungan sosial ekonomi di sekitar kita, yang dilakukan melalui berbagai proyek kemanusiaan. Kami berharap program ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk mendukung pemberdayaan komunitas, salah satunya kaum difabel,” kata Agung Budiono, Chief Executive Officer Principal.

Pendaftaran yang dibuka pada bulan Maret 2020 lalu telah menarik banyak pelaku usaha difabel untuk ikut serta dan telah terpilih 10 proposal terbaik yang berhak mendapatkan pendampingan pengembangan usaha oleh Allianz bersama dengan Principal. Mereka datang dengan bermacam-macam jenis usaha, mulai dari usaha mebel, jual beli hasil bumi dan pakan ternak, batik, sampai perdagangan madu.

“Disable does not mean less able. Saya rasa stigma kebanyakan masyarakat menganggap kaum difabel tidak memiliki kemampuan yang mumpuni untuk bekerja, tapi saya percaya bahwa kaum difabel memiliki kemampuan untuk bekerja secara mandiri, bahkan bisa menghasilkan lapangan pekerjaan, dan layak untuk mendapatkan kesempatan yang setara. Saya tergerak untuk menjadi bagian dari program ini agar bisa membantu kaum difabel mendapatkan kesempatan yang lebih baik, dan juga harapannya bisa membantu mereka menginspirasi kaum difabel lain untuk lebih percaya diri bahwa mereka mampu berkerja dan berkarya,” kata Frida Ferdani Putri, salah satu karyawan Allianz Indonesia yang menjadi mentor dalam program pendampingan Empowered ini.

Pendampingan 10 besar akan dilaksanakan pada bulan Juli – September 2020 dengan metode online, di mana para mentor akan mengirimkan panduan rencana bisnis kepada 10 peserta dan secara rutin membahas rencana bisnis mereka bersama para mentor. Setelah melakukan pendampingan selama 3 bulan, ke-10 peserta tersebut akan dinilai sejauh mana mereka sudah berkembang sesuai dengan indikator yang telah ditentukan seperti, bertambahnya pendapatan, melakukan pembukuan usaha dengan baik, penambahan jumlah karyawan, serta perluasan cakupan usaha. Tiga peserta terbaik akan menerima dana pendampingan masing-masing sebesar Rp50.000.000 untuk modal pengembangan usaha, persembahan dari Principal dan Yayasan Allianz Peduli serta masyarakat yang telah berdonasi melalui kampanye #30MenitSehari di media sosial Allianz Indonesia.

“Pemberian pelatihan keuangan dan wirausaha pada program ini bertujuan agar teman-teman difabel bisa mendapatkan kemudahan akan informasi mengenai produk-produk keuangan, dan cara mengelola keuangan dan usaha secara berkelanjutan untuk masa depan mereka. Kami berharap program ini dapat membantu teman-teman difabel untuk terus mengembangkan kemampuan sehingga mampu bersaing di masyarakat, khususnya di tengah kondisi pandemi saat ini,” tambah Agung Budiono, Chief Executive Officer Principal.
Sejak diluncurkan pada tahun 2016 rangkaian program Empowered yang digagas oleh Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli ini telah berhasil menyalurkan manfaat bagi lebih dari 2.081 orang penyandang disabilitas termasuk keluarga mereka, serta empat lembaga pemerintahan tingkat lokal maupun nasional antara lain Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Sosial Klaten, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Gunung Kidul, Otoritas Jasa Keuangan Yogyakarta, Otoritas Jasa Keuangan Solo, serta Dinas Sosial Klaten.

Continue Reading

Populer