Connect with us

Ekonomi

IZI Unit Akademizi Kerjasama Dengan SIBERC Gelar Public Expose Bertajuk “Indonesia Islamic Philanthropy Outlook 2023 : Caring Trust Better”

Published

on

Jurnaljakarta.com – Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) unit Akademizi kerjasama dengan SIBERC (SEBI Islamic Business and Economic Research Center) gelar Public Expose dengan tema “Indonesia Islamic Philanthropy Outlook 2023 : Caring Trust Better” di Park Hotel Cawang Jakarta Rabu ( 4/1/2023).

Kegiatan yang diprakarsai oleh SIBERC dan Akademizi ini dihadiri oleh, Direktur Eksekutif SIBERC., Dr. Ai Nur Bayinah, S.E.I., M.M., IFP., Direktur Akademizi, LAZ IZI., Nana Sudiana, SIP, MM. Dengan menghadirkan para pembicara, Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, Ms., M.Ec, Ph.D
(Pimpinan BAZNAS RI), Dr. Imam Teguh Saptono (Wakil Ketua BWI RI),
Muhibuddin Alawy, S.Fil.I., SAS Zakat (Kasubdit Akreditasi dan Audit Lembaga Zakat, Kemenag RI), Nana Sudiana, SIP, MM (Direktur Akademizi, LAZ IZI), Sigit Pramono, Ph.D, CA, CPA (Ketua STEI SEBI), serta dimoderatori oleh Ahmad Baehaqi, SEI, M.Ak, SAS.

Direktur Utama Inisiatif Zakat Indonesia ( IZI) Wildhan Dewayana Rosyada dalam sambutannya melalui daring mengatakan,” kerjasama ini adalah sebagai wujud perhatian yang sungguh – sungguh dalam upaya sikap untuk mendorong pertumbuhan sektor Philanthropy Islam, khususnya dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah dan wakaf di tanah air, dari aspek kredibilitas dan akuntabilitas
lembaga yang menjadi salah satu issu yang mengemuka belakangan ini,” ujarnya.

Dalam konteks pengelolaan dana Philanthropy Islam (zakat, infak, sedekah, wakaf dan dana sosial keagamaan lainnya), salah satu yang perlu dijaga oleh Lembaga Philanthropy Islam adalah kredibelitas dan akuntabilitas pengelolaan dana tersebut.

Kesalahan dan pelanggaran terhadap
regulasi dan ketentuan syariah dalam pengelolaan dana tersebut, dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan publik terhadap lembaga. Kesalahan dan pelanggaran tersebut dapat
menimbulkan risiko yang fatal,” tambah wildhan.

Oleh karena itu, lanjut Wildhan, menjaga reputasi Lembaga Philanthropy Islam adalah hal yang penting. Kasus penyelewengan dana oleh Lembaga Philanthropy Islam belum lama ini, tidak dipungkiri dapat berdampak secara reputasi terhadap Lembaga Philanthropy Islam lain, termasuk Lembaga pengelola zakat (LPZ), serta berpengaruh terhadap kinerja Lembaga Philanthropy Islam,” lanjutnya.

Menurutnya, risiko yang dihadapi oleh Lembaga pengelola dana Philanthropy Islam, harus dapat diidentifikasi dan dikelola dengan baik, agar tidak berdampak buruk terhadap pengelolaan dana Philanthropy Islam secara umum di masa yang akan datang,” tututnya.

Wildhan berharap dengan adanya Public Expose ini diharapkan akan mendapatkan tanggapan yang berharga dari para narasumber, yang memiliki otoritas karena keahlian dan pengalamannya dalam pengelolaan Philanthropy Islam untuk kemudian menjadi bekal kita bersama dalam menginisiasi sektor Ziswaf di tahun 2023 yang penuh dengan tantangan,” harapnya

Sementara Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Drs.Tarmizi Tohor, MA mengatakan, dibutuhkan waktu 20 sampai 30 tahun untuk membangun kelembagaan Amil Zakat dan Nazir wakaf agar dipercaya oleh masyarakat. “Yang paling penting harus dijaga kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Tarmizi mengatakan, terdapat dua kepatuhan yang harus dijaga betul oleh lembaga amil zakat, agar dapat exis terus dalam pengembangan lembaga zakatnya. Dua kepatuhan tersebut adalah kepatuhan terhadap undang – undang, dan kepatuhan terhadap syariah. Bagi lembaga yang melanggar kepatuhan tersebut dirinya tidak segan – segan akan mencabut izin lembaga amil zakat tersebut.

“Bagi pelanggaran – pelanggaran undang – undang dan pelanggaran syariah, yang sangat berat dan tidak dapat dimaafkan, saya tidak segan -segan akan mencabut izin lembaga zakat yang ada. Untuk itu dirinya berpesan agar lembaga amil zakat yang ada untuk selalu mematuhi peraturan tersebut. karena dapat merusak lembaga yang lainnya,” tegasnya.

Saat ini dirinya telah menerbitkan standart kompetensi amil dan sudah disahkan oleh Kemenaker. Ada sebanyak 40 standar kompetensi amil zakat dan 37 standar kompetensi nazir, yang akan dikembangkan dalam rangka untuk pemantapan amil dan nazir yang ada di Indonesia.

Tarmidi berharap, pada lembaga amil zakat agar dapat menempatkan SDM yang mengerti dibidangnya.

“Jadi tempatkanlah SDM yang mengerti dibidangnya. Kalau dia di bagian keuangan, ya taruh SDM orang yang mengerti keuangan, dan orang yang tamat akuntan misalnya. Supaya lembaga tersebut menjadi profesional,” tandasnya. (Red)

Ekonomi

Jaga Konsumsi Pangan Selama Ramadan dan Idul Fitri, NFA Cek Pemenuhan Persyaratan Keamanan Pangan di Peredaran

Published

on

By

Keterangan Foto:
Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi, melakukan pengecekan Pemenuhan Persyaratan Keamanan Pangan di Ritel Modern Superindo Kota Depok, Jawa Barat, Senin, (27/3/2023). Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pengecekan stabilitas harga komoditas pangan.

Jurnaljakarta.com – Memasuki Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) bulan Ramadan dan menjelang hari raya Idulfitri, Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) gencarkan pengecekan Pemenuhan Persyaratan Keamanan Pangan. Hal tersebut guna memastikan pangan segar yang dikonsumsi masyarakat aman dan terhindar dari kandungan residu yang melebihi ambang batas.

Hal tersebut disampaikan Kepala NFA Arief Prasetyo Adi, selepas melakukan pengecekan Pemenuhan Persyaratan Keamanan Pangan di Ritel Modern Superindo Kota Depok, Jawa Barat, Senin, (27/3/2023). Ia mengatakan, dalam pelaksanaannya pemenuhan persyaratan keamanan pangan ini dilakukan melalui sejumlah kegiatan seperti, penjaminan produk pangan segar dan sarana penanganannya, pemberian izin edar, penjaminan sarana, dan pengawasan keamanan produk pangan di peredaran dengan cara pengujian sample secara cepat maupun melalui laboratorium yang terakreditasi.

“Hari ini NFA kembali melakukan satu tugasnya untuk menjaga kemanan dan mutu pangan. Tadi kita cek izin, label, gizi pangan yang ada di Superindo Sawangan. Kegiatan ini sesuai dengan amanat Perpres 66 tahun 2021, di mana NFA diamanatkan untuk memastikan pemenuhan persyaratan keamanan, mutu, label, gizi dan iklan pangan segar,” ujarnya.

Arief mengatakan, dalam pengecekan hari ini, NFA melalui Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) Pusat melakukan pengambilan sample pangan segar untuk dilakukan pengetesan guna mengukur kandungan bahan aktif pestisida golongan organofosfat. “Untuk hari ini kita sudah lakukan pengecekan sejumlah sample komoditas pangan segar. Sample yang kita cek diantaranya kentang, bayam, anggur, cabai, brokoli, bawang Bombay, daging ayam, ikan kembung, dan kubis,” terangnya.

Berdasarkan hasil pengecekan, beberapa produk seperti bayam, anggur, cabai, brokoli, bawang Bombay hasilnya masuk kategori aman termasuk ikan kembung dan ayam bebas dari formalin. Sedangkan, produk kentang dan kubis akan dilakukan pengecekan ulang di laboratorium terakreditasi untuk memastikan keamanannya.

Lebih lanjut, Arief menegaskan, melalui upaya ini NFA berkomitmen untuk memastikan keamanan pangan segar yang dikonsumsi masyarakat. Hal ini sesuai arahan Presiden yang menekankan pentingnya keamanan pangan di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Karena ini sangat penting sekali menyangkut keselamatan dan Kesehatan konsumen. Untuk itu, kita lakukan secara detail dan satu-persatu. Saya sudah sampaikan agar sample yang terindikasi memiliki kandungan residu di atas ambang batas untuk diuji lebih lanjut di laboratorium yang terakreditasi serta ditelusuri sumber pasokannya,” tegasnya.

Kedepannya, ia menuturkan, NFA akan siapkan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan Pemenuhan Persyaratan Keamanan Pangan untuk diberikan kepada seluruh Dinas Urusan Pangan di Indonesia, sehingga seluruh Dinas terkait bisa melakukan pengecekan Pemenuhan Persyaratan Keamanan Pangan secara berkala.

“NFA bersama dengan Dinas Urusan Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota serta dibantu Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) dan Asosiasi pedagang pasar akan terus melakukan pengawasan terhadap pangan segar di peredaran secara rutin dan terutama menjelang hari besar keagamaan seperti saat ini. Hal ini sebagai bentuk kehadiran Pemerintah dalam menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi oleh kurang lebih 273 juta masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Saat ini, Arief menambahkan, 11 provinsi telah melaksanakan pengawasan keamanan pangan segar secara rutin dan provinsi lain akan mengikuti. “Untuk kegiatan pengetesan cemaran residu pestisida dan formalin serta pemenuhan persyaratan label kemasan pangan segar yang langsung dilakukan NFA sedikitnya telah dilaksanakan di 7 lokasi peredaran, yaitu Pasar Kramat Jati, Pasar Mayestik, Pasar Anyar Bogor, Pasar Induk Krauk Banten, Pasar Induk Gede Bage Bandung, dan Lottemart dan Hypermart di Bandung,” tambahnya.

Selanjutnya, Arief menghimbau, produsen dan pelaku usaha menerapkan Good Practices dan Sanitasi Higiene dari hulu, pascapanen, transportasi, penyimpanan dan pemajangan, untuk menghindari kontaminasi. “Masyarakat agar memilih pangan yang aman yang dikenali dari izin edar dan label produk dalam kemasan, serta serta menyimpan produk sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan, sehingga tetap terjamin mutu produk dan aman untuk dikonsumsi,” himbaunya.

Sementara itu, Ketua Umum Aprindo Roy N. Mandey mengatakan, para pengusaha ritel modern mendukung semangat yang saat sedang dibangun Pemerintah dalam menjaga keamanan pangan. “Karena sangat penting seperti yang disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional, masyarakat harus mendapatkan pangan yang bermutu, memenuhi standar, memiliki perizinan yang jelas, memiliki dasar izin edar yang sangat jelas. Karena ketika kita berbicara pangan kita harus detail,” ujarnya

Kedepannya, ia mengatakan, para pengusaha ritel di seluruh Indonesia akan terus mendukung penerapan standar keamanan pangan yang diamanatkan Pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut Kepala NFA juga melakukan pengecekan harga komoditas pangan. Terpantau harga komoditas pangan strategis secara umum stabil dan berada di posisi wajar.

Turut hadir dalam kunjungan kerja tersebut Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan NFA Andriko Noto Susanto, Satgas Pangan Polri Kombes Hermawan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Depok, dan MD. Director Superindo.(Red)

Continue Reading

Ekonomi

Dirut PT SMI Surati Presiden Terkait Penggunaan Pipa Impor untuk Proyek BP Ubadari

Published

on

By

Jurnaljakarta.com – Sebuah surat terbuka yang dilayangkan kepada Presiden RI Joko Widodo beredar di jejaring online. Surat yang ditandatangani Direktur Utama PT Sentra Multikarya Infrastruktur (SMI), Pilipus Leonard Simatupang itu terkait penggunaan produk impor (Pipa Clad) yang diinisiasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan British Petroleum (BP).

Dalam surat tersebut Pilipus “mengkritisi” penggunaan pipa senilai USD 300 juta atau Rp 4,5 triliun yang akan diproyeksikan untuk pengadaan pipa di BP Ubadari, Papua Barat. Pihaknya menduga SKK Migas dan BP diduga memaksakan pipa yang harus digunakan dalam proyek BP Ubadari adalah pipa jenis CRA-Metallurgical Bonded Clad atau disebut juga pipa HRB (Hot Rolled Bonded) yang hanya diproduksi dua produsen di luar negeri.

“Akibat tindakan tersebut negara berpotensi mengalami kerugian sangat besar. Padahal produsen pipa dalam negeri itu mampu memproduksi pipa sejenis. Indonesia memiliki satu produsen yang mampu memroduksi pipa CRA (Corrosion Resistant Alloy), yang menggunakan sistem mechanical bonded pipe yang disebut MLP (Mechanical Line Pipe). Pipa MLP yang diproduksi di Batam ini memiliki kualitas yang sama baiknya dengan pipa jenis HRB impor dan dapat digunakan dalam proyek BP Ubadari. Harga pipa CRA MLP produksi dalam negeri secara signifikan lebih rendah dan semakin digemari di seluruh dunia karena cost effective,” papar Pilipus.

Menurutnya, kekhawatiran BP bahwa lapisan clad pipa CRA HRB produk impor lebih tebal dibanding pipa CRA MLP, sebenarnya bisa diatasi oleh PT Cladtek Bi-Metal Manufacturing selaku produsen pipa CRA MLP yang berkedudukan di Batam.

“PT Cladtek bahkan sudah memberikan jaminan bahwa bila ada ketidaksesuaian, akan bertanggung jawab penuh terhadap proyek pengadaan pipa BP Ubadari dan mengganti semua kerugian yang timbul apabila ada permasalahan teknis. Penggunaan pipa CRA MLP tidak bermasalah secara teknis. Hal ini dibuktikan dengan hasil studi dari LAPI ITB yang tidak menyatakan bahwa pipa jenis MLP (mechanical bonded) tidak dapat digunakan,” jelasnya.

Sementara itu, dalam suratnya tertanggal 24 Januari 2023 dan ditujukan kepada Rachmat Kaimuddin (Deputi Bidang Koordinasi Transportasi dan Infrastruktur Kemenko Bidang Marinvest), sebagaimana lampiran Surat Pemberitahuan Pilippus halaman 119, PT Cladtek menyatakan bahwa dengan menggunakan produk lokal, maka penggunaan TKDN bisa mencapai 45% – 60% tergantung pada spesifikasi yang disetujui negara.

Selain itu, dalam surat bernomor Ref. CBM/2023/GEN/004 dan ditandatangani Alvin Pangemanan, PT Cladtek juga menyebutkan bahwa dengan menggunakan pipa produk dalam negeri, akan terjadi penghematan biaya sedikitnya 70 juta USD atau lebih Rp 1 triliun, dibandingkan menggunakan pipa impor HRB yang sama jenisnya (terpasang) pada tahap awal pengembangan lapangan Tangguh LNG (BP Ubadari) di Papua Barat.

Saya meminta KPK dan Kejaksaan Agung untuk memeriksa kasus pembeliaan pipa impor secara paksa ini. Sebab kasus ini akan menimbulkan kerugian negara yang sangat besar dan terjadi permainan pengaturan proyek yang luar biasa,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Agustus 2021 silam SKK Migas telah menyetujui rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) untuk pengembangan proyek Tangguh LNG tahap berikutnya yaitu Lapangan Ubadari dan Vorwata Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) di Papua Barat. Dalam PoD ini, BP memperkirakan potensi penambahan gas sebesar 1,3 triliun kaki kubik (TCF) dari Lapangan Ubadari dan Vorwata CCUS.

Menurut BP Executive Vice President for Gas & Low Carbon Energy, Dev Sanyal, pengembangan Lapangan Ubadari merupakan langkah percepatan setelah melalui program appraisal yang sukses dan akan diproduksi melalui instalasi tanpa awak yang terhubung dengan pipa lepas pantai ke fasilitas LNG Tangguh.

“Pengembangan ini menunjukkan bahwa Tangguh merupakan proyek strategis dalam portofolio BP. Ubadari merupakan wujud nyata dari fokus usaha kami dalam pengembangan gas. Sedangkan proyek Vorwata CCUS-EGR akan menjadi tonggak penting bagi BP untuk dapat berkontribusi terhadap tujuan untuk mengurangi emisi.” dikutip dari keterangan resmi BP, Senin (30/8/2021) silam.

BP sebagai operator Tangguh LNG, adalah sebuah perusahaan di bawah kontrak kerja sama yang operasinya diawasi oleh SKK Migas. Saat ini, Tangguh merupakan lapangan penghasil gas terbesar di Indonesia dengan produksi 1,4 miliar kaki kubik per hari (BCSFD) melalui dua train LNG dan akan mencapai 2,1 BSCFD setelah train 3 mulai beroperasi. Proyek Ekspansi Tangguh, termasuk pembangunan Train 3 telah disebutkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional oleh Pemerintah Indonesia.(***)

Continue Reading

Ekonomi

Muqaddam Hehanusa Terpilih Sebagai Ketum HMI Cabang Jaksel

Published

on

By

Jurnaljakarta.com – Muqaddam Hehanusa terpilih menjadi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Selatan periode 2023-2024 yang dihadiri Seluruh Mayoritas Komisariat di Jakarta Selatan.

Pemilihan itu dilakukan pada Konferensi Cabang HMI Cabang Jakarta Selatan ke VII yang berlangsung di Sekretariat MD KAHMI Jakarta Selatan Selasa (30/3/2022). 

Dalam visi misinya sebagai Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Selatan, Muqaddam siap mengembalikan marwah HMI sebagai kawah pembentukan kepemimpinan masa akan datang di Jakarta Selatan.

“Saya juga siap merekonstruksi perkaderan HMI secara kualitas dan kuantitas, mempersiapkan pemimpin muda Islam progresif, membangun kepedulian kader dalam menangkap isu-isu keumatan dan kebangsaan, harmonisasi lintas organisasi eksternal dan organisasi kepemudaan,” katanya.

Dengan terpilihnya Formatur Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Selatan tersebut, kini Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Selatan mempunyai nakhoda baru.

Mendapat amanah ini, Muqaddam Hehanusa yang menjadi Formatur Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Selatan Periode 2023-2024, mengajak seluruh komisariat yang ada di dalam naungan HMI Cabang Jakarta Selatan untuk bersama-sama bekerja sama secara kolektif mewujudkan nawacita HMI.(s)

Continue Reading
Advertisement

Populer