Connect with us

Megapolitan

Ini Pesan Anies Kepada Dirut Baru PT TransJakarta

Published

on

JurnalJakarta.com — Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan Direktur Utama PT TransJakarta Donny Andy S. Saragih memiliki pengalaman di bidang transportasi. Anies menyebut pengalaman Donny tak diragukan lagi.

“Ia memiliki latar belakang pengalaman di bidang transportasi. Hampir seluruh pengalaman kariernya di bidang transportasi dan bahkan sempat menjadi Wakil Ketua Dewan Transportasi Jakarta. Di bidang usaha ia berpengalaman antara lain sebagai Direktur Operasional PT Eka Sari Lorena Transport, Tbk dan komisaris PT Alfa Omega Transport sejak tahun 2014 sampai sekarang,” jelas Anies di laman resmi Pemprov DKI, Jumat, (24/1/2020).

Lebih lanjut, Anies juga berharap di bawah kepemimpinan Donny, TransJakarta dapat mewujudkan transportasi umum massal yang aman dan nyaman serta terjangkau. Dia berharap integrasi transportasi akan semakin lancar.

“Selain itu kita berharap ke depan integrasi transportasi akan semakin lancar sehingga memudahkan pelanggan untuk berpindah antar moda serta menjangkau seluruh wilayah Jakarta,” jelas Anies.

Baca juga : PT TransJakarta Tunjuk Donny Andy S Saragih Sebagai Dirut, Ini Rekam Jejaknya

Selain itu Anies juga mengapresiasi kinerja eks Dirut TransJakarta Agung Wicaksono selama melaksanakan tugasnya. Anies menilai selama menjabat, Agung telah memberikan dampak yang signifikan terhadap transportasi di Jakarta.

“Melalui Jaklingko, ia sudah mulai mengintegrasikan dengan transportasi berbasis rel seperti MRT Jakarta, LRT Jakarta dan KRL. Dalam satu tahun kenaikan penumpang meningkat dari 188,98 juta pelanggan menjadi 264,61 juta pelanggan pada tahun 2019,” kata dia.

Diketahui, Agung Wicaksono mengundurkan diri dari jabatan Dirut PT TransJakarta dan diganti oleh Donny Andy S Saragih. Dia berterima kasih kepada Gubernur DKI Anies Baswedan, yang telah mengizinkannya mundur karena alasan keluarga.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gaya Hidup

Damai Putra Group & Nishitetsu Resmi Pasarkan Cluster Asera Nishi Phase 2

Published

on

JurnalJakarta — Dalam rangka mengulang kesuksesan pada proyek Asera Nishi Phase 1 yang sold out 100%, Damai Putra Group selaku pengembang kawasan terpadu Kota Harapan Indah dan Nisithetsu Group, pengembang asal Jepang yang merupakan group bisnis terbesar di Kota Fukuoka Jepang, resmi meluncurkan Asera Nishi Phase 2.

Asera Nishi hadir dengan mengusung tema BALANCE LIFE, yaitu menciptakan keseimbangan antara Human & Nature, Convenience & Affordability, Work & Play, Healthy & Cozy yang diimplementasikan dengan konsep dan desain terbaru yang menyesuaikan dengan kondisi saat inj, dimana kesehatan menjadi hal yang utama. Asera Nishi dibangun diatas lahan seluas 5,4 Ha yang terletak di lokasi premium di CBD Kota Harapan Indah.

Menurut Agung Nugroho selaku GM Sales & Promotion DPG, dengan kondisi saat ini, dimana kesehatan menjadi hal yang utama, Cluster Asera Nishi adalah pilihan yang tepat untuk masyarakat yang cinta dengan ruang terbuka hijau.

”Asera Nishi merupakan cluster terbaru tipe Rumah Modern dengan Konsep Biophilic Compact House. Jadi setiap rumah yang ditawarkan di Asera Nishi menerapkan konsep biophilic yang menyatukan unsur alam dengan manusia. Banyaknya bukaan jendela maupun pintu membuat sirkulasi udara dan pencahayaan alami menjadi maksimal. Aksen kayu pada dinding fasad rumah semakin membuat tampilan rumah menjadi lebih natura! dan modern,” kata Agung Nugroho selaku GM Sales & Promotion DPG, Jumat (26/03/21).

Sementara itu, Hadi Putra selaku Sales Dept Head DPG, menurut dia, denah rumah pun dibuat tak kalah modern, dengan fungsi ruang yang fleksibel, serta minim nya sekat dinding membuat rumah terasa lebih luas dan lapang.

“Adanya taman di area belakang dan depan membuat rumah menjadi tidak monoton dengan dinding beton dan sangat cocok bagi yang suka berkebun. Setiap rumah yang dipasarkan juga akan dilengkapi dengan smart door lock system, smart bulb lighting, dan cctv untuk faktor keamanan penghuni,” ungkap Hadi Putra.

Setiap rumah yang dipasarkan juga akan dilengkapi dengan smart door lock system, smart bulb lightning, an cctv untuk faktor keamanan penghuni. Asera Nishi juga memiliki fasilitas yang lengkap, seperti central park, kolam renang dengan double neck, lapangan basket, jogging track, green belt, amphitheatre, children playground. Banyaknya fasilitas yang disediakan membuat cluster ini sangat nyaman bagi keluarga untuk berada di lingkungan rumah karena program work from home, maupun learn from home yang saat ini sedang banyak diterapkan.

“Untuk phase 2 ini hanya 115 unit dengan harga yang terjangkau mulai dari Rp 1,1M an atau dengan cicilan uang muka Rp 7jt an per bulan untuk tipe NS, dan sebagai apresiasi untuk konsumen setiap pembelian rumah di Asera Nishi akan mendapatkan bonus canopy & kitchen set selama masa promosi,” Papar Hadi.

Soft launching Asera Nishi tahap 2 ini akan diadakan pada 27-28 Maret 2021 jam 9.00 sampai jam 17.00 . Dalam acara ini para pengunjung juga dapat mengunjungi show unit Asera Nishi yang terletak di dalam cluster Asera. Dalam acara ini tidak lupa juga diterapkan protokol kesehatan yang ketat yakni 3M (Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Memakai Masker), oleh karena itu sangat disarankan agar para pengunjung dapat mendaftarkan kehadirannya dengan sales kami di nomor telepon 0218898 6688 atau Whatapps di 0811 4466 888.

Informasi lengkap tentang Asera Nishi juga dapat diakses di www.aseranishi.com. (Bgs)

Continue Reading

Megapolitan

Kisah Mafia Tanah Yang Berstatus Tahanan, Tapi Konon Bisa Kongkow-kongkow

Published

on

JurnalJakarta — Isu mafia tanah kembali mencuat dan menjadi sorotan masyarakat Tanah Air. Hal ini terjadi setelah Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal, turut menjadi korban dugaan aksi mafia tanah. Sejumlah sertifikat tanah milik ibunya diduga dipalsukan, sehingga membuatnya meradang di media sosial.

Polisi akhirnya mengambil tindakan, dengan menangkap orang-orang yang disinyalir menjadi dalang dugaan tindak kriminal tersebut.

Kisah menjadi korban mafia tanah ini sesungguhnya banyak ditemukan di masyarakat. Bukan hanya di kalangan tertentu saja, tapi melanda semua lapisan masyarakat. Namun karena bukan ‘orang penting’ di republik ini, serta tak memiliki kekuatan kapital, kasusnya tak menjadi sorotan, atau bahkan tak ada proses hukum yang berarti seperti yang diperoleh Dino.

Adapun salah satu yang beruntung mampu melawan mafia tanah, setelah proses yang berbelit, salah satunya ialah Karna Brata Lesmana. “Saya juga menjadi korban mafia tanah oleh seseorang yang bernama Christoforus Richard. Saat ini dia telah menjadi narapidana,” ujar Karna, Kamis (4/3/2021).

Berdasarkan pada risalah putusan Mahkamah Agung Nomor 103 K/PID/2019, kasus ini bermula saat Karna membeli tanah seluas 6 Ha dengan nilai Rp 36 miliar yang dibeli dari PT Mutiara Sulawesi (MS) pada tahun 2010. Tanah dengan nomor SHGB Nomor 1678/Ungasan itu, terletak di Desa Ungasan, Badung, Bali. Di samping Karna, ada pula PT Knightbridge Luxury Development yang melakukan pembelian tanah dari PT MS.

Sebelum dalam penguasaan PT Mutiara Sulawesi, tanah tersebut dimiliki oleh PT Nusantara Raga Wisata (PT NRW) yang dipimpin Christoforus Richard selaku direktur utama. PT NRW menjual tanah ke PT MS senilai Rp 5 miliar pada 2003.

Perkara muncul pada 2011, saat Christoforus mengajukan permohonan eksekusi atas putusan nomor 3280K/Pdt/2010 yang mana sebetulnya di dalam amar putusan itu bersifat tidak menghukum atau (non condemtoir).

Christoforus membuat surat palsu untuk mengelabui oknum BPN Bali guna mendapatkan tanah SHGB nomor 72 dan SHGB nomor 74, sehingga seolah-olah tanah tersebut masih dimiliki oleh PT NRW.

Pembatalan sertifikat tanah milik Karna yang diminta Christoforus kala itu sempat tak dihiraukan oleh Kepala BPN Bali. Tapi tindakan itu menyebabkan Kepala BPN Bali tersebut dimutasi ke tempat lain. Dari Kepala BPN Bali yang baru itulah akhirnya terbit pembatalan sertifikat atas nama Karna Brata Lesmana.

Akibat penipuan ini, Christoforus dilaporkan ke polisi oleh PT MS dan diproses hukum. Ia divonis 3 tahun penjara di tingkat pertama, bebas di tingkat banding (majelis hakim tingkat banding menyatakan Christoforus terbukti melakukan penipuan namun dianggap sebagai tindakan perdata), lalu dinyatakan bersalah dengan hukuman tiga tahun penjara di tingkat kasasi.

Dalam pendapatnya, majelis MA menyatakan Karna dan juga PT Knightbrides sebagai pihak yang dirugikan dari perbuatan Christoforus Richard. “Pembatalan sertifikat dikeluarkan BPN Bali. Padahal sertipikat tanah telah dibaliknamakan atas nama saya sendiri,” kata Karna.

Rupanya pembatalan itu berdasarkan atas tipu-tipu dokumen yang diduga dilakukan Christoforus di tahun 2012. Tipu-tipu ini terungkap di pengadilan.

Pembatalan itu, kata Karna, atas dasar putusan Mahkaman Agung Nomor 3280 K/Pdt/2010 tanggal 21 April 2011. Padahal putusan itu bukan putusan condemnator alias tidak bisa dieksekusi. Terlebih peryataan tersebut sudah diperkuat surat dari Pengadilan Negeri Cibinong.

Mahkamah Agung pun akhirnya memvonis Christoforus selama tiga tahun penjara karena dituduh melanggar Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP. Christoforus sempat menggandeng politikus sekaligus pengacara ternama Yusril Ihza Mahendra, untuk membelanya saat mengajukan peninjauan kembali (PK) di MA, namun akhirnya ditolak.

Dalam kesempatan tersebut Krana Brata juga turut menunjukan sejumlah dokumen bukti kepemilikan bahwa lahan tersebut sah milik PT. Mutiara Sulawesi yang juga diketahui dan ditandangani langsungoleh CR. 26 Oktober 2005 silam sehingga yang bersangkutan tak dapat lagi berkelit dan mengaku tidak mengetahui proses jual beli lahan tersebut.

Kendati Christoforus telah dipenjara, Karna kini kembali gelisah. Sebab ia mendapat kabar jika pria itu masih ‘berkeliaran’ di luar jeruji besi. “Saya mendapatkan informasi dia sakit, karena itu dibantarkan. Tapi saat dibantarkan dia kabarnya ke sana-kemari,” tutur Karna.

Masih berdasarkan informasi yang Karna terima, Christoforus diduga menemui sejumlah orang-orang penting di republik ini. Dalam kesempatan itu, ia kerap menceritakan permasalahan yang menjeratnya.

Karna juga mengaku mendapatkan info jika Christoforus tengah melakukan upaya perlawanan balik terhadapnya. “Dia kabarnya cerita ke sana-sini bilang bahwa dia dikriminalisasi,” tutur Karna.

“Saya diingatkan sama teman-teman saya, ‘hati-hati Pak Karna, dia gentayangan di luar tuh’,” imbuhnya.

Jika benar demikian, Karna menyesalkan peristiwa itu. Terlebih sebagai seorang tahanan, Christoforus disebut bebas lalu-lalang di luar penjara dengan memanfaatkan statusnya yang sakit. Ia pun meminta pihak terkait mengambil tindakan.

Sehingga kesan bahwa sistem hukum di Indonesia kalah dengan mafia tanah tak muncul di benak masyarakat. “Mafia tanah ini begitu hebatnya. Padahal dia statusnya tahanan, tapi bisa keluar kemana-mana,” kata Karna.

“Saya tahu nongkrongnya dia di mana dan dengan siapa saja. Nanti kapan waktu saya bongkar semua kalau tidak ada tindakan serius oleh pihak terkait,” imbuhnya.

Continue Reading

Megapolitan

Papua Bagian Sah Dari Negara Kesatuan Republik Indonesia

Published

on

By

Jurnaljakarta.com – Papua adalah bagian dari Indonesia dan jika ada persoalan seperti saat ini, harus dicari jalan keluar demi persatuan. Sementara, OPM merupakan gerakan separatis yang mengedepankan kekerasan dan berupaya agar Papua bisa merdeka dari Indonesia serta tidak mempunyai masa depan dan hanya akan menambah pembunuhan serta kematian yang merugikan Papua.

Papua tidak sama dengan Timor Timur (kini bernama Timor Leste) yang merdeka pada 2002. Papua bagian sah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tetap akan jadi bagian sah dari Indonesia. Jangan kira Papua sama dengan Timor Timur.

Demikian beberapa pernyataan Rohaniawan Franz Magnis Suseno yang semula merupakan warga negara Jerman dan sudah berstatus sebagai WNI sejak tahun 1977 pada acara konferensi pers tentang Papua dari Gerakan Suluh Kebangsaan di Jakarta beberapa waktu silam.

Hal senada disampaikan oleh tokoh muda Papua Ondo Yanto Eluay yang merupakan putra mendiang Dortheys Hiyo Eluay Tokoh Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) Papua tahun 1969, beberapa waktu lalu di Papua.

Yanto menceritakan bahwa hasil Pepera telah diserahkan kepada Sekjen PBB kemudian disahkan dalam Sidang Umum PBB. Tidak hanya itu, Belanda yang waktu itu masih menjadi negara kolonial juga menerima hasil Pepera, sehingga pada saat itu Belanda mengakui bahwa Papua sah menjadi bagian dari NKRI.

Pelaksanaan Pepera waktu itu dilaksanakan di delapan Kabupaten yakni Jayawijaya, Merauke, Paniai, Fakfak, Sorong, Manokwari, Biak serta Jayapura yang dihadiri oleh 1.026 anggota Dewan Musyawarah Pepera (DMP) mewakili jumlah penduduk Papua yang saat itu berjumlah 809.327 jiwa.

Pepera sudah Final karena Papua adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Putra-putri dari tokoh-tokoh Dewan Musyawarah Papua siap mengawal dan menjaga hasil Pepera 1969. Masyarakat Papua menolak dengan keras segala gerakan dan aksi demonstrasi yang yang menuntut referendum terkait Papua.

Continue Reading

Populer