Connect with us

Nasional

Diskusi #PapuanLivesMatter Di UI Timbulkan Polemik

Published

on

Jurnaljakarta.com – Diskusi #PapuanLivesMatter di Universitas Indonesia (UI) beberapa hari lalu menimbulkan polemik di sejumlah kalangan.

Kepala Biro Humas dan KIP UI, Amelita Lusia mengatakan BEM UI sudah mengajukan perizinan untuk mengadakan acara diskusi #PapuanLivesMatter. Namun surat baru diterima Direktorat Mahasiswa pukul 11.00 WIB dan kegiatan dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB.

Menurut dia, pihak Dirmawa sudah memberikan saran berdasarkan narasumber yang terlihat hanya satu pihak perlu dievaluasi, untuk mengikutsertakan pihak pro dan kontra sehingga acara terselenggara dengan baik. Namun, acara tersebut tetap berlangsung sesuai jadwal. Pihak Dirmawa sudah memberikan tanggapan namun tidak ada lagi komunikasi dengan pihak BEM UI. Ketika diskusi publik hanya ada narasumber satu pihak maka perlu dievaluasi kegiatan tersebut, agar tidak terjadi pro dan kontra di masyarakat atau ranah publik.

”Diskusi yang baik perlu ada perbedaan pendapat, sehingga tidak seperti diskusi #PapuanLivesMatter. Perlu ada pembanding dari pihak pro dan kontra. Sanksi yang diberikan untuk BEM UI akan dipertimbangkan oleh sivitas akademika,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Selasa (16/6/2020).

Deputi-VII BIN Wawan Hari Purwanto, mengatakan kasus rasialisme di Indonesia tidak bisa disamakan dengan yang ada di Amerika, hal tersebut tidak ada kaitannya. Wawan menilai, perlunya melihat situasi dengan proporsional, apalagi kasus Papua sudah selesai di ranah PBB. Mengkritisi tidak bermasalah, namun yang sudah disahkan tidak perlu dipermasalahkan kembali. Pada dasarnya pemerintah Indonesia telah membangun wilayah Papua dengan kecepatan tinggi dan infrastruktur yang lebih baik. Produk objek vital nasional dan sarana prasarana sudah ditujukan untuk masyarakat Papua.

“Opini publik yang terus diusung perlu dipertimbangkan dengan baik, harus mengikuti aturan dan jangan sampai melanggar. Institusi UI sudah seharusnya memahami hal tersebut untuk mengadakan sebuah diskusi, harus diimbangi dengan kedua sisi pro dan kontra tidak hanya satu sisi. Saat ini kita menuju ke masyarakat yang sejahtera adil dan makmur. Solusi pembangunan Papua ke depan untuk tampil lebih menarik dan menyejahterkan masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Michael Manufandu, Mantan Duta Besar Indonesia untuk Kolombia mengatakan terselenggaranya acara diskusi #PapuanLivesMatter merupakan hak masyarakat pada kebijakan pemerintah mengenai kebebasan berpendapat. Namun, terdapat peraturan dan etika publik sebagai ukuran agar masyarakat sopan santun dalam tutur kata dan memberikan pendapat yang mempunyai nilai realistis.

“Universitas Indonesia dengan berbagai perangkat pimpinan atau rektornya mempunyai kewenangan untuk menghasilkan produk mahasiswa yang bagus, bernilai tinggi, dan berkarakter. Memang perlu dipertanyakan, banyaknya pelanggaran pada acara tersebut. Perlunya teguran, peringatan, sanksi dan lain-lain, agar dapat mengevaluasi diskusi yang menyebabkan dampak yang meluas di ranah publik. Seperti, adanya diskusi atau seminar yang dinilai mengandung unsur berbeda pendapat yang ekstrem”, ungkapnya

Keteraturan, hirarki, prosedur, dan metode perlu diterapkan oleh organisasi yang di usung BEM UI. “Universitas Indonesia mempunyai aturan berlaku, untuk membina mahasiswa. Organisasi BEM UI harus berjalan sesuai aturan, dalam setiap organisasi harus ada hierarki. Universitas Indonesia memberlakukan aturan tersebut dan akan menekankan kembali kepada BEM UI. Keteraturan, hierarki, prosedur dan metoda akan diberlakukan sesuai ketetapan terlebih pada BEM UI. Kebebasan berpendapat harus diatur agar tidak menyalahi aturan yang berlaku”, lanjutnya.

Sehubungan dengan adanya diskusi #PapuanLivesMatter, pihaknya kembali menekankan kepada pihak kampus bagaimana pimpinan memberikan reward dan punishment bagi organisasi BEM UI yang telah menyelenggarakan acara tersebut. ”Kebebasan akademisi harus berpikir realistis berpikir bagaimana dampak yang akan terjadi. Pimpinan harus melihat bagaimana ke depan dampak tersebut, sebagaimana acara yang sama,” kata dia.

Dosen Fakultas Hukum Cudry Sitompul, mengatakan terselenggaranya acara diskusi #PapuanLivesMatter dinilai peran pembicara tidak mewakili beberapa pihak, sehingga acara tersebut tidak komprehensif. Acara tersebut tidak dapat diterima untuk mewakili Universitas Indonesia.

“Tema yang diangkat oleh BEM UI berkaitan dengan hukum yang bersifat tidak bersifat apartheid, mengenai hak-hak manusia. Pemerintah tidak melakukan seperti yang dibicarakan dalam diskusi tersebut. Pandangan opini seseorang tertentu berkaitan dengan isu diskusi yang missleading, tidak benar pemerintah melakukan tindakan kekerasan ke Papua. Hal tersebut hanya tindakan hukum yang dilakukan pemerintah dalam menangani Papua,” ungkapnya.

Mereka tidak seharusnya melakukan pembahasan tersebut tanpa ada dasar-dasar dan metodologi ilmiah. Diskusi adalah kebebasan pendapat, atau biasa disebut kebebasan akademik dalam lingkup universitas. Jika hal tersebut adalah kebebasan akademik harusnya membawa hal ilmiah dan metodologinya. Kalau seperti diskusi yang lalu, berarti hanya sekedar orasi mahasiswa.

Militer

Asah Kemampuan, Kosekhanudnas I Latihan Menembak

Published

on

JurnalJakarta.com — Melaksanakan Program Kerja (Progja) Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas) I, hari ini Rabu (8/7/2020), seluruh pejabat dan anggota Kosekhanudnas I melaksanakan latihan menembak bertempat di lapangan tembak Wing I Paskhasau, Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Adapun latihan menembak dengan menggunakan 2 (dua) jenis senjata yaitu laras pendek (pistol) dan laras panjang, dilaksanakan rutin tiap semester bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, kecakapan dan keterampilan dalam menembak sebagai bagian dari profesionalisme prajurit TNI.

Bekerjasama dengan Seksi Senjata Dislog Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, pelaksanaan latihan menembak dijalanka ndengan mengedepankan protokol kesehatan.

Dilaksanakan dalam 2 gelombang untuk mencegah kepadatan jumlah peserta tembak, latihan menembak kali ini dilaksanakan dalam 2 waktu yaitu untuk gelombang I pelaksanaannya hari ini tanggal 8 Juli 2020 dangelombang II pelaksanaannya tanggal 9 Juli 2020.

Anggota militer Bintara dan Tamtama Kosekhanudnas I melaksanakan latihan menembak dengan sikap duduk di LapanganTembak Wing I Paskhasau, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Panglima Kosekhanudnas I, Marsma TNI Meka Yudanto, S.Sos., M.A.P., menyampaikan penekanan melalui Asisten Intel (Asintel) Kosekhanudnas I saat mengambil Apel Pagi, agar seluruh anggota memperhatikan keselamatan dan keamanan diri dan orang lain selama melaksanakan latihan menembak, dan jangan lupa berdoa.

Kasubsiamo Sisen DislogLanud Halim Perdanakusuma, Mayor Tek Ruswandi selaku pengawas latihan menembak Kosekhanudnas I menjelaskan secara detil aturan pelaksanaan latihan menembak anggota Kosekhanudnas I sesuai dengan pembagiannya, yaitu menembak menggunakan pistol bagi para Perwira dan Bintara Wanita Angkatan Udara (Wara), sedang laras panjang bagi anggota militerpria Bintara dan Tamtama.

Sementara Kepala Kesehatan (Kakes) Kosekhanudnas I, dr. Jely Winner menyampaikan tentang protokol kesehatan bagi diri pribadi juga peralatan yang digunakan untuk latihan menembak.

Menggunakan pistol jenis Tampoglio SPS Sig Sauer Glock 19, para penembak pistol mendapatkan 13 butir peluru dalam setiap sesi menembak dengan peruntukan 3 butir peluru sebagai percobaan, dan 10 butir sebagai penilaian.

Pada kelompok menembak laras panjang, masing-masing anggota mendapatkan 23 butir peluru dengan peruntukan 3 butir peluru sebagai perkenaan percobaan dan 20 butir peluru sebagai penilaian yang dilaksanakan dengan 2 sikap yaitu sikap tiarap dan sikap duduk.

Continue Reading

Nasional

IZI Luncurkan Abon Kita Qurban IZI

Published

on

By

Jurnaljakarta.com – Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) sebuah lembaga nirlaba pengelola zakat, infak, dan sedekah turut berperan dalam menjaga kualitas pelaksanaan berqurban di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya dengan meluncurkan produk daging qurban olahan berupa Abon dalam program bertema ”Abon Kita Qurban IZI”.

Direktur Utama Inisiatif Zakat Indonesia Wildhan Dewayana mengungkapkan, Program “Abon Kita, Qurban lZI” merupakan wujud salah satu pilar pelayanan qurban tahun ini dengan mensinergikan aspek sosiaI-ekonomi, lingkungan, dan syariat keislaman.

“Kami ingin warga Indonesia pada umumnya memiliki kesadaran mengelola qurban di tengah pandemi Covid-19 dengan higienis, tersistem, dan berkualitas. Produk Abon ini akan didistribusikan kepada kaum dhuafa yang tinggal di daerah terpencil sebagai pemenuhan gizi keluarga mereka,” ungkap Wildhan Dewayana dalam acara peluncuran Abon Kita Qurban IZI di Nusa Indonesian Gastronomy Kemang Jakarta Selatan Jumat (3/7/2020).

Wildhan menjelaskan dipilihnya abon sebagai produk daging kurban olahan, tidak terlepas dari proses pemikiran panjang yang dilakukan IZI, selain itu abon secara cita rasa sangat cocok dengan lidah orang Indonesia, mudah dikonsumsi tanpa harus diolah lagi,” jelasnya.

Wildhan berharap lewat program bertema, “Abon Kita, Qurban IZI”, ini dapat memudahkan mereka yang ingin berkurban,” harapnya.

Sementara Ketua Qurban IZI Tahun 2020, Muhammad Ardhani menambahkan, IZI sebagai lembaga zakat nasional memilih produk olahan kurban berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) bernomor 37 Tahun 2019. Tentang pengawetan dan pendistribusian daging kurban dalam bentuk olahan.

Ardhani mengatakan, dipilihnya abon ini hasil survei yang dilakukan Tim Qurban IZI Tahun 2020 yang melibatkan sampel melalui para mustahik binaan. Secara keseluruhan bahwa produk olahan abon adalah pilihan yang tidak akan mereka sia-siakan.

Kemanfaatannya dapat dirasakan langsung oleh para penerima manfaat yang tengah menghadapi dampak akibat wabah Covid-19,” jelasnya.

Disamping itu lanjutnya, abon memiliki tingkat keawetan hingga satu tahun lamanya. Pemotongan hewan akan dilakukan secara bersih sesuai syariat dan protokol kesehatan yang berlaku mulai dari hari raya Idul Adha hingga hari Tasyrik,” lanjutnya.

Program ini juga sangat memudahkan, bagi anda yang ingin berqurban dapat langsung membuka aplikasi transaksi via Zakatpedia.com,” pungkasnya

Continue Reading

Militer

Danlanud Halim Pimpin Serah Terima Dua Jabatan

Published

on

By

Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Dr. Ir. Purwoko Aji Prabowo, M.M., M.D.S., memimpin upacara serah terima dua jabatan di Hanggar Skadron Udara 31 Wing Udara I Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (30/6/2020).

Dua jabatan yang diserahterimakan yaitu Komandan Skadron Udara 31 dari Letkol Pnb Puguh Yulianto kepada Letkol Pnb Yulius Marvien Aryaka, M.Sc., serta Komandan Satuan Polisi Militer dari Letkol Pom Andi Sultan Ilyas, S.H., EDSDS. PSC., kepada Letkol Pom Edi Cahyadi.

Dalam kesempatan ini Danlanud menyampaikan ucapan terimakasih kepada pejabat lama atas pelaksanaan tugas selama ini serta ucapan selamat bertugas kepada pejabat baru sebagai Dansatpomau dan Komandan Skadron Udara 31 di Lanud Halim Perdanakusuma.

“Pertahankan prestasi, semangat, sikap, loyalitas dan integritas baik umtuk satuan maupun diri sendiri, serta bekerjalah dengan niat yang baik dan berdoa dengan iklas,” pesan Danlanud.

Upacara serah terima jabatan sendiri dilaksanakan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah selama masa pandemi Covid-19, diantaranya dengan tidak melibatkan terlalu banyak orang, wajib menggunakan masker serta selalu menjaga jarak.

Letkol Pnb Yulius Marvien Aryaka, M.Sc, lulusan AAU 2001 sebelumnya menjabat sebagai Kasiujiprofesi Lambangja Koopsau I, sedangkan Letkol Pnb Puguh Yulianto, alumnus AAU 2000, selanjutnya akan menjabat sebagai Danskadtar III Wingtar AAU.

Sementara itu Letkol Pom Edi Cahyadi, alumnus AAU tahun 2000, sebelumnya menjabat sebagai Dansatprov Denma Mabesau, kemudian Letkol Pom Andi Sultan Ilyas, S.H., EDSDS. PSC., yang merupakan alumnus AAU tahun 1999 selanjutnya akan bertugas sebagai Pabandya Jiandik Sjiandik Ditjianbang di Akademi TNI.

Seiring dengan serah terima dua jabatan ini, turut pula diserahterimakan jabatan Ketua PIA Ardhya Garini Ranting 06-2/D.I Satpom Lanud Halim Perdanakusuma dari Ny. Andi Sultan Ilyas kepada Ny. Edi Cahyadi dan Ketua PIA Ardhya Garini Ranting 03-2/ D.I Skadron Udara 31 dari Ny. Puguh Yulianto kepada Ny. Yulius Marvien Aryaka.

Continue Reading

Populer