Connect with us

Ekonomi

Astra Property Dan Media CASA Indonesia Gelar Living First dan CreArt 2019

Published

on

JurnalJakarta.com – Astra Property Berkolaborasi dengan Media CASA Indonesia Gelar Living First dan Creart 2019. Hal ini dilakukan untuk memanjakan para peminat Arsitektur dan Interior, sekaligus merayakan HUT ke-3 PT Menara Astra (ASTRA Property), bertempat di Catur Dharma Hall, Menara Astra Sudirman Jakarta Jumat. (1/11/2019).

Dengan mengusung tema Lift Your Life, kegiatan Living First dan Creart 2019 akan berlangsung selama 3 hari sejak 1 hingga 3 November 2019.

Acara ini diawali dengan rangkaian kegiatan dan promosi dari masing-masing proyek Astra Property. Salah satunya adalah Anandamaya Residences yang memberikan free service charge selama 1 tahun, serta proyek Asya akan memberikan diskon hingga 30 juta Rupiah untuk pembelian produk terbaru mereka yakni Cluster Maninjau dan juga Arumaya yang akan membagikan hadiah berupa Samsung Note 10, travel voucher serta diskon special hingga 300 juta Rupiah.

Head of Asset Management & Corporate Communication Astra Property, Demmy Indranugroho menjelaskan, gelaran Living First kali ini ASTRA Property tidak hanya mempersembahkan acara yang menarik, menawarkan promo yang menguntungkan, namun juga komitmen untuk terus menghasilkan produk-produk yang tidak hanya menjadi living solution bagi publik, namun juga mengikuti perkembangan teknologi dalam industri properti.

“Ini merupakan komitmen kami untuk terus menghasilkan produk-produk yang tidak hanya menjadi living solution bagi publik, namun juga mengikuti perkembangan teknologi dalam industri properti atau yang sering disebut dengan proptech,” jelas Demmy.

“Selain kegiatan promosi, kami juga akan menggelar seminar dengan narasumber-narasumber yang kompeten di bidangnya,” tambahnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama Putra Cokro selaku Managing Direktoring Casa Indonesia menjelaskan, CreArt 2019 merupakan rangkaian acara reguler Media CASA Indonesia yang rutin digelar setiap tahunnya yang diperuntukan bagi publik yang memiliki ketertarikan pada dunia interior, arsitektur, home & decor, art, dan tentunya properti,” tambahnya.

“ASTRA Property bersama dengan Media CASA Indonesia lanjutnya akan selalu mengedepankan karya-karya dari anak bangsa yang merupakan representasi dari slogan Pride of The Nations yang juga merupakan tema besar group Astra di tahun 2019 ini.

Acara yang digelar selama 3 hari ini terdiri dari Art Installation karya Antonio Sinaga dan Patricia Untario, Inspirational Design Diorama yang dibuat oleh studio desain dan arsitektur ternama Genius Loci serta W Studio, Curated Local Market Bazaar yang bertemakan home and living products, serta berbagai Workshop dari Ganara Art Space dan Bartega hingga beragam talkshow yang menghadirkan pembicara menarik antara lain Eli Konvits, Tom Elliott, Alex Bayu, Kezia Karin, Christian Sugiono, dan masih banyak lagi,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

YCAB : Dibutuhkan Aksi Nyata Dalam Membantu Pelaku UMKM Di Indonesia

Published

on

By

Jurnaljakarta.com – Memberdayakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM) di Indonesia harus ada aksi nyata, seperti membantu permodalan, mengajarkan mengatur pembukuan keuangan, agar para pelaku UMKM di Tanah Air bisa meningkatkan kapasitasnya.

Demikian hal tersebut diungkapkan Founder & CEO YCAB Foundation Veronica Colondam dalam acara webinar bertajuk ‘Menciptakan Ketangguhan UMKM Perempuan dan Petani’, Rabu, (29/72020).

Menurut Veronica modal itu sangat penting. Kita harus memikirkan dari hilir dan hulu. Jadi tidak hanya bicara ketahanan tapi bisa membangun ketangguhan (bagi para UMKM),” tutur Veronica.

Tidak hanya itu, lanjutnya, peranan teknologi juga sangat penting yang artinya para pelaku UMKM perlu memanfaatkannya. Para pelaku UMKM diharapkan tidak hanya menjalankan aktivitas bisnisnya secara tradiosional tapi perlu menggunakan teknologi guna meningkatkan kapasitas dan jangkauan pemasaran produknya kepada masyarakat.

“Memberikan pemberdayaan yang ditingkatkan kemampuannya. Bisa jualan online itu kan lebih keren. Apalagi di masa covid-19 semua orang maunya berbelanja dari rumah. Tentu harus menyesuaikan. Jadi teknologi harus membawa harapan untuk membangun ketangguhan dari pelaku UMKM perempuan dan para petani,” ucapnya.

Sementara itu, Head of Corporate Sustainability HSBC Nuni Sutyoko mengatakan saat pandemi covid-19 mulai terjadi setidaknya ada beberapa hal yang terkena dampak. Pertama, kesehatan atau dunia medis. Kedua, isu sosial yakni dari segi kemiskinan lantaran banyak dari masyarakat yang terkena PHK atau usahanya gulung tikar. Ketiga, membangun ulang perekonomian akibat terhantam pandemi.

“Walau kondisi rebuilding sekarang belum 100 persen membaik tapi memang sudah lebih terkendali mengendalikan pandemi,” ucapnya.

Pada konteks ini, Nuni memandang, perempuan memiliki peranan penting ketika pandemi covid-19 menyerang ekonomi keluarga terutama ketika suami atau kepala keluarga yang biasanya menjadi tulang punggung perekonomian keluarga mengalami PHK. Perempuan atau istri bisa mengasah kemampuan dengan menjadi pelaku UMKM,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Dekranasda Jawa Barat Atalia Ridwan Kamil berpendapat ada empat hal yang sering dikeluhkan oleh para pelaku UMKM, terutama di Jawa Barat. Pertama, kualitas produk. Kedua, ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM). Ketiga, berkaitan dengan kebuthan modal. Keempat, berkaitan dengan pemasaran.

Hal semacam itu perlu dicarikan jalan keluar agar UMKM bisa tumbuh lebih maksimal, terutama saat pandemi covid-19.

Pentingnya peranan perempuan sebagai pelaku UMKM di Indonesia dan peranannya dalam membantu perekonomian keluarga. Menurutnya perempuan sudah seharusnya tidak lagi diposisikan hanya mengurusi dapur, sumur, dan kasur semata. Dirinya memandang perempuan memiliki kemampuan lebih dari itu yang salah satunya membantu pemasaran produk dari UMKM,” pungkasnya.

Continue Reading

Ekonomi

Wahab Afwan: Gotong Royong UMKM Kunci Ketahanan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi

Published

on

By

Di tengah fenomena pelambatan ekonomi dan ancaman resesi akibat pandemi COVID-19 yang belum usai, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan koperasi kini diharapkan bisa menjadi pilar utama untuk menggerakkan dan menggairahkan ekonomi nasional. Kebijakan dari Presiden Joko Widodo, telah memerintahkan untuk melakukan percepatan pemberian relaksasi dan bantuan likuiditas kepada koperasi dan UMKM agar mereka bangkit kembali menjadi aktor utama penggerak ekonomi nasional.

Bantuan likuiditas untuk sektor koperasi dan UMKM itu senilai total Rp 123,46 triliun yang merupakan bagian dari anggaran program pemulihan ekonomi secara nasional. Selain bantuan likuiditas, anggaran untuk menggerakkan sektor ekonomi kecil dan menengah, juga disalurkan melalui program subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta penempatan dana pemerintah di bank-bank swasta untuk restrukturisasi kredit UMKM dan koperasi.

Menanggapi kebijakan itu, Wahab Afwan, Managing Director Energy+ Indonesia Marketing Communicatin Hub, mengatakan, kebijakan itu telah sesuai dengan yang diharapkan. Menurutnya, Kontribusi sektor UMKM terhadap ekonomi nasional mencapai 60%, dan menyerap sekitar 90% pasar tenaga kerja. Sehingga, kebijakan itu sudah sesuai sasaran. Gotong Royong UMKM merupakan kunci ketahanan ekonomi nasional di masa pandemi seperti sekarang. Kebijakan itu diharapkan bisa menggairahkan kembali usaha di sektor ini, ujar Wahab Afwan di Jakarta (27/7).

Menurut Wahab Afwan, yang juga calon peserta pendidikan Lemhannas RI, dirinya bersama dengan Energy+ Indonesia Marketing Communication Hub, juga akan turut berkontribusi langsung dalam program nasional untuk menggerakan kembali sektor ekonomi UMKM ini. Energy+ akan menyediakan program yang membantu UMKM-UMKM terdampak dengan cara memberikan business solution melalui strategy marketing yang adaptif melalui kolaborasi Hub antar UMKM, dari supply chain sampai dengan sales/marketing dan distribusi produk. Diharapkan dengan adanya kolaborasi Hub antar UMKM ini, bisa mengurangi loss revenue, dan bisa meningkatkan kembali performa dari UMKM tersebut. Sehingga UMKM bisa meningkatkan kembali bisnisnya untuk menopang kebangkitan ekonomi nasional dari sektor UMKM.

Situasi pendemi Covid-19 yang berkepanjangan akan sangat memukul perekonomian nasional, dan banyak yang akan terdampak termasuk UMKM. Oleh karena itu semua elemen harus bergerak cepat dan adaptif, agar bisa bertahan di kondisi apapun. Diharapkan dengan adanya solusi kolaborasi Hub antar UMKM akan membantu ketahanan ekonomi nasional, ujar Wahab Afwan.

Data terhimpun dari berbagai sumber, sektor UMKM di Indonesia saat ini berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sektor UMKM menyumbangkan hingga Rp 8.573,9 triliun ke PDB Indonesia pada 2018, atau sekitar 57,8% terhadap PDB keseluruhan. Selain itu, sektor UMKM mempekerjakan sebanyak 116.978.631 orang atau 97% dari total tenaga kerja Indonesia. Hingga saat ini, jumlah UMKM di seluruh Indonesia sebanyak 64.194.057 unit usaha atau 99,99% dari total unit usaha di Indonesia. Dengan data ini, bisa diperkirakan betapa besar dan sangat berpengaruhnya sektor UMKM bagi pergerakan ekonomi nasional.

Dengan potensi ekonomi sebesar itu, gotong royong sektor UMKM merupakan solusi dan kunci bagi ketahanan ekonomi nasional. Apalagi di masa pandemi yang kita masih belum tahu sampai kapan akan berakhir. Energy+ juga akan mensupport UMKM untuk masuk kedalam ekosistem digital yang saat ini baru sekitar 12% dari total 64 juta UMKM di Indonesia. Hal ini juga dalam rangka mendukung program presiden Jokowi #BanggaBuatanIndonesia,” tambah Wahab Afwan.

Kebijakan bantuan likuiditas kepada sektor UMKM, kata Wahab Afwan, setidaknya akan dapat mencegah peningkatan tajam angka pengangguran, pemutusan hubungan kerja, dan kemiskinan. Ia berharap kebijakan itu bisa betul-betul menyalurkan bantuan dana tepat kepada sasaran dan tidak sampai dikorupsi. Dengan konsep gotong royong ekonomi nasional, diharapkan semua bisa terlaksana dan terkoordinasi baik, serta tepat sasaran.

Continue Reading

Ekonomi

Dirut Allianz Life Indonesia: Ini Akselerasi yang Kami Lakukan untuk Sambut Adaptasi Kebiasaan Baru yang Lebih Baik

Published

on

JurnalJakarta.com — Menyikapi dan merespon adanya berbagai tantangan perubahan yang terjadi secara signifikan akibat dari pandemi COVID-19, Alianz Indonesia secara konsisten menempatkan kepedulian dan inovasi sebagai prioritas utama. Hal tersebut diwujudkan dalam tiga langkah utama untuk menghadapi situasi krisis saat ini yaitu: (1) memastikan keamanan dan kesehatan para karyawan Allianz, (2) memastikan pelayanan yang terbaik bagi Nasabah dan Mitra Bisnis, serta (3) tetap melakukan akselerasi untuk mencapai tujuan perusahaan. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, Allianz Indonesia berfokus untuk meningkatkan keterikatan dan keterlibatan karyawan sehingga komit melakukan yang terbaik dalam setiap pekerjaannya, melakukan inovasi dalam pelayanan secara digital dan mengembangkan peluang bisnis baru.

Dalam kurun waktu selama pandemi, Allianz Indonesia meningkatkan intensitas komunikasi dengan para karyawan melalui sarana digital dalam rangka memperkuat kerja sama di dalam perusahaan. Allianz Indonesia menempatkan empati sebagai dasar dari strategi yang dijalankan terutama dalam memastikan kesehatan mental dan fisik para karyawannya dengan cara memberikan personal care kits, pemantauan kesehatan di kantor pusat, layanan konsultasi psikologi yang dibutuhkan oleh karyawan dalam mengatasi stres di saat krisis seperti saat ini, serta serangkaian seminar virtual tentang Healthy Body, Mind & Soul untuk memberikan tips praktikal yang sangat membantu karyawan untuk tetap produktif saat bekerja baik Work From Home (WFH) maupun Work From Office (WFO) di masa pandemi.

Setelah sebelumnya selama hampir tiga bulan 95% karyawan Allianz Indonesia bekerja dari rumah, sebanyak 15% dari karyawan Allianz Indonesia mulai kembali bekerja di kantor sejak pertengahan bulan Juni 2020, sejalan dengan diberlakukannya PSBB Transisi. Allianz Indonesia memberlakukan skenario bertahap dengan membagi para karyawan yang kembali bekerja di kantor dalam tiga gelombang dengan persentase jumlah karyawan yang ditingkatkan secara bertahap, berdasarkan pertimbangan seperti faktor risiko individu.

Para karyawan yang hadir pada gelombang awal juga difasilitasi untuk melakukan pemeriksaan rapid test di rumah sakit rekanan untuk mengurangi kemungkinan penularan. Allianz Indonesia juga memastikan setiap karyawan menjalankan protokol kesehatan selama beraktivitas di tempat kerja mulai dari dari pemeriksaan suhu tubuh, mengenakan masker, mencuci tangan secara berkala, menjaga jarak serta menjaga kebersihan area kerja.

Selain itu, dalam upaya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para Nasabah yang datang ke walk-in customer service, Allianz Indonesia menempatkan boneka beruang Teddy sebagai pembatas antara sesama nasabah di tempat duduk supaya para Nasabah juga dapat menjalankan protokol menjaga jarak fisik dengan cara yang menyenangkan.

“Allianz Indonesia akan selalu memastikan prioritas dan perhatian bagi para karyawan, Nasabah dan Mitra Bisnis. Sebagai seorang individu dan CEO dari Allianz Indonesia, saya sangat berterima kasih dan bangga dengan semangat dan dedikasi karyawan Allianz di tengah situasi pandemi ini. Walaupun sebagian besar dari para karyawan saat ini bekerja secara jarak jauh, mereka tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Mereka merupakan tim yang handal bagi perusahaan,” ungkap Joos Louwerier, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Jum’at (17/7)

Situasi pandemi juga mendisrupsi tatanan yang ada saat ini. Sebagai contoh, terdapat kenaikan trend untuk konsultasi kesehatan dan pembelian produk secara online, termasuk untuk produk asuransi. Jika sebelumnya membutuhkan pertemuan tatap muka secara fisik saat ini dapat dikonversi melalui interaksi digital tanpa mengurangi kualitas dan transparansi. Oleh karena itu, di tengah pandemi ini, Allianz Indonesia secara aktif mendukung pemanfaatan perangkat digital seperti Allianz eAZy Connect untuk memfasilitasi para Nasabah dan Mitra Bisnis dalam berinteraksi dengan Allianz. Allianz Indonesia juga memberikan layanan tambahan bagi para Nasabah seperti konsultasi medis jarak jauh secara gratis melalui aplikasi Halodoc. Inovasi digital Allianz juga memfasilitasi masyarakat untuk dapat membeli proteksi asuransi tanpa perlu keluar rumah melalui Allianz eAZy Cover.

“Saat kita menerapkan trend baru tersebut ke dalam kegiatan keseharian kita, proses simplifikasi dan digitalisasi sangat berperan penting. Allianz Indonesia akan terus berinvestasi pada infrastruktur digital supaya dapat memberikan pengalaman terbaik bagi para Nasabah dan Mitra Bisnis. Kami akan selalu memberikan solusi yang inovatif dan pengalaman yang mengesankan,” kata Joos.

Allianz Indonesia juga terus melakukan akselerasi dengan cara menciptakan dan mengembangkan berbagai peluang bisnis baru untuk menanggapi situasi saat ini yang selalu berubah. Selama masa PSBB, waktu yang dibutuhkan di depan layar komputer dan gawai mengalami kenaikan. Allianz melihat dan merespons hal tersebut dengan mengembangkan solusi pemasaran alternatif berupa telemarketing. Sejak diresmikan pada bulan Februari, jalur pemasaran ini telah memberikan hasil yang sangat baik.

“Reaksi berantai dari adanya wabah COVID-19 ini turut mempengaruhi kondisi kesehatan sebagian besar masyarakat. Sebagai perusahaan asuransi, kami melihat ini sebagai sebuah momen yang tepat dimana proteksi asuransi dapat menjadi pelindung bagi semua orang. Kami percaya bahwa langkah-langkah yang kami jalankan, kolaborasi yang baik di dalam perusahaan serta inovasi yang kami jalankan akan membantu kita semua melalui masa krisis ini dan membawa kita menuju suatu masa adaptasi kebiasaan baru yang lebih baik,” tutup Joos Louwerier.

Continue Reading

Populer