Pendidikan
Cegah Balap Liar, Kapolda Metro Jaya Resmikan Street Race Di Ancol
Jurnaljakarta.Com – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran meresmikan lomba untuk pebalap liar atau street race di Jalan Kali Inspeksi ,Kelurahan Ancol Kecamatan Pademangan kota adminitrasi Jakarta Utara, Minggu (16/1).
Dalam sambutannya, Irjen Fadil menyampaikan apresiasi sejumlah pihak yang ikut mensukseskan acara tersebut. Dia berharap dengan adanya street race bisa menghapus balap liar di Jakarta.
“Alhamdulillah hari ini terlaksana. Saya tak ingin menyebut ini balap liar, karena liar tak ada mewadahi. Semoga hari ini tak ada lagi balap liar,” kata Fadil di lokasi.
Fadil menegaskan bahwa acara tersebut bukan sekadar seremonial tapi berkelanjutan. Begitu juga dengan sirkuitnya yang dapat terus dipertahankan.
“Acara ini bukan seremonial, kegiatan kita ini berkelanjutan, termasuk sirkuitnya,” ujar Fadil.
Fadil menuturkan, ke depannya street race tak hanya akan digelar di Jakarta tapi juga daerah penyangga. Oleh karena itu, Fadil akan memerintahkan jajarannya untuk menyiapkan sirkuit di setiap daerah penyangga.
“Saya sudah minta Kasat Lantas Bekasi, Kasat Lantas Tangerang, untuk mencari sirkuitnya. Kita akan fasilitasi di daerah peyangga. Kita akan minta kapolres untuk memfasilitasi dunia motor sport,” tandasnya.
Dalam acara tersebut, turut hadir Ketua IMI Bambang Soesatyo, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi, Pangdam Jaya Mayjen Untung Budiarto, Kombes Pol.Wibowo Kapolres Metro Jakarta Utara,Kolonel.R.Sumendap.Dandim.0502.JU. dan pejabat lainnya. (Red)
Pendidikan
Noor Salim: Permen Perlindungan Guru Diteken, Siswa dan Orang Tua Siswa Menghina Guru Bisa Dipidana
DEMAK , JURNALJAKARTA.COM – Siswa dan orangtua siswa yang menghina Guru dapat dipidanakan, maka Apresiasi setinggi-tingginya, kami sampaikan kepada Presiden Prabowo, melalui Prof. Abdul Mukti selaku Mendikdasmen RI, atas ditekennya Peraturan Menteri Nomor 6 Tahun 2026, tentang Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan”.
Hal itu disampaikan oleh Noor Salim, Ketua PGSI (Persatuan Guru Seluruh Indonesia) Kabupaten Demak Jawa Tengah, kepada sejumlah awak media, usai peringatan Isro’ Mi’raj, Sabtu (17/1/2026).
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa, ucapan terimakasih telah disampaikan secara langsung ke Mendikdasmen melalui japri pesan WhatsApp.
“Iya, saya langsung kirim pesan ke Prof Menteri, sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian Bapak Presiden Prabowo dan Prof Mukti, terhadap nasib guru yang selama ini secara massif dibully dan dikriminalisasi oleh siswanya sendiri hingga oleh orangtua siswa, namun seakan tak ada instansi penegakan hukum untuk berlindung bagi guru,” tambah Salim.
Maka dari itu, lanjutnya, PGSI terus Istiqomah, guna menyampaikan aspirasi untuk kebaikan dunia pendidikan, termasuk desakan diterbitkannya UU atau peraturan Perlindungan bagi Guru yang sejak tahun 2022 sudah disampaikan kepada Kementerian, DPR hingga Kejaksaan, tegas Salim, yang juga Aktifis PDBN (Paguyuban Demak Bintoro Nusantara), pimpinan Drs. H. Fathan Subchi, S.Ag, M.AP, CIISA, CHFA, Anggota VI BPK RI.
GOODBYE KRIMINALISASI GURU
Sebagaimana diberitakan di berbagai platform media, bahwa dalam Permen No. 6 Tahun 2026, yang diundangkan tanggal 12 Januari 2026, Bab 2 Pasal 4 menyebutkan, Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan meliputi, perlindungan Hukum, Profesi, Keselamatan dan Kesehatan.
Lebih spesifik, Noor Salim menyampaikan pada pasal 6 disebutkan perlindungan Pendidik dan tenaga kependidikan dari tindak kekerasan, ancaman hingga intimidasi yang dilakukan oleh Siswa dan orangtua siswa.
“Maka siswa atau orangtua siswa yang melakukan kekerasan hingga panggilan yang mengejek guru, dapat dipidanakan,” pungkas Salim.b(Red)
Pendidikan
Gus Toto: Santri Harus Jadi Pengawal Peradaban Dunia di Era Transformasi Pesantren
JURNALJAKARTA.COM – Menyambut Hari Santri Nasional tahun 2025 yang mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, Penasehat Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) DKI Jakarta, Muhammad Thohar (Gus Toto), menyerukan pentingnya peran santri dalam mewujudkan transformasi pendidikan pesantren menuju tata kelola yang modern, adaptif dan berdaya saing global.
Menurutnya, semangat Hari Santri tidak boleh berhenti pada romantisme sejarah, tetapi harus menjadi momentum kebangkitan baru bagi pesantren untuk tampil sebagai pusat peradaban ilmu dan teknologi yang berpijak pada nilai-nilai Islam dan kebangsaan.
“Santri hari ini harus mampu berdiri sejajar di panggung dunia. Dengan semangat ‘Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia’, pesantren wajib memperkuat tata kelola pendidikannya agar mampu melahirkan generasi yang beriman, berilmu, dan berdaya saing global,” ujar Gus Toto melalui keterangannya di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Ia menegaskan bahwa, modernisasi pesantren tidak berarti meninggalkan tradisi keilmuan klasik yang telah diwariskan para ulama, melainkan mengintegrasikan tradisi tersebut dengan sistem manajemen pendidikan modern.
“Transformasi tata kelola pesantren berarti mengatur ulang sistem pendidikan, administrasi, hingga ekonomi pesantren agar lebih transparan, akuntabel dan mandiri, tanpa menghilangkan ruh keikhlasan dan nilai tawadhu’ santri,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gus Toto menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pesantren dan masyarakat dalam mendorong penguatan kapasitas santri di bidang digital literacy, ekonomi kreatif, serta kepemimpinan sosial berbasis nilai-nilai Islam Nusantara.
“Pesantren adalah kekuatan moral dan intelektual bangsa. Jika tata kelolanya dikuatkan dan dikelola profesional, maka pesantren bukan hanya benteng akhlak, tapi juga pusat inovasi sosial dan ekonomi umat,” imbuhnya.
Dalam konteks Hari Santri Nasional 2025, Gus Toto mengajak seluruh santri untuk terus meneladani perjuangan ulama dan para pendiri bangsa.
Ia mengingatkan bahwa, kemerdekaan Indonesia adalah hasil perjuangan spiritual dan intelektual yang berakar dari dunia pesantren.
“Santri harus terus mengawal kemerdekaan Indonesia dengan cara baru — bukan hanya lewat doa dan dzikir, tapi juga melalui karya, inovasi, dan kepemimpinan yang membawa manfaat bagi umat dan dunia,” tutupnya.
Dengan semangat Hari Santri 2025, JKSN DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mendukung agenda transformasi tata kelola pendidikan pesantren, agar pesantren semakin berperan aktif dalam menciptakan peradaban dunia yang damai, berkeadilan dan berakhlakul karimah. (Red).
Pendidikan
Gus Lutfi dan Lisa Lidia, Resmikan Sekretariat HISMINU Jakarta
JURNALJAKARTA.COM – Ketua Himpunan Sekolah dan Madrasah Islam Nusantara (HISMINU) DKI Jakarta, Lutfi Hakim Wahid, MM meresmikan sekretariat HISMINU DKI Jakarta di Gd Samboja Lt 2 Jatinegara, Jakarta, pada Rabu (15/10/2025).
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan do’a bersama yang dipimpin langsung oleh Gus Lutfi.
Melalui keterangannya, Rabu (15/10), Gus Luthfi berpesan, agar para pengurus HISMINU Jakarta selalu sungguh-sungguh dalam berkhidmah.
“Sekretariat ini hendaknya dimanfaatkan dan dikembangkan untuk kemaslahatan umat dan dapat menambah semangat musyawarah para guru untuk meningkatkan mutu pendidikan,” pesannya.

Sementara itu, Sekretaris HISMINU DKI Jakarta, Dr Lisa Lidia mengatakan, kegiatan ini sangat spesial dan terhormat karena bisa dihadiri Ketua PC HISMINU se-DKI Jakarta.
“Alhamdulillah, kami benar-benar merasakan karunia besar dari Allah SWT. Semua ini bisa terwujud berkat do’a, dukungan dan partisipasi sahabat semua,” ujarnya. (Red).
-
Ekonomi7 days agoSwasembada Pangan Pondasi Ketahanan Nasional
-
Pohukam5 days agoKasus Hogi Sleman: Polisi Sebut Noodweer Akses, Tersangka Tak Ditahan
-
Ekonomi2 days agoPenguatan Ketahanan Pangan Nasional, Strategi Wujudkan Kedaulatan dan Kesejahteraan Masyarakat
-
Ekonomi1 hour agoSwasebada Pangan Pilar Ketahanan Pangan Nasional dan Stabilitas Sosial, Pemkab Klaten Perkuat Pertanian untuk Ketahanan Pangan Daerah
