Daerah
Berbagi Sesama Puasa di Jalan, Prabu Faundation Bagikan Takjil 500 Bungkus
Bandung, Jurnaljakarta.com — Kelompok Prabu Faundation yang di Bandung membagikan takjil sebanyak 500 bungkus, Senin (7/4).
Melalui keterangannya, Sabtu (7/4), Ketua Prabu Faundation, Asep Margono mengungkapkan bahwasannya, kegiatan pembagian takjil merupakan rangkaian kegiatan pasca FGD yang sebelumnya di Bandung telah dilaksanakan dalam rangka untuk membangun semangat Persatuan Elemen Masyarakat Pasca Pilpres 2024 untuk Menjaga Stabilitas Kamtibmas Menjelang Idul Fitri 1445 H.
“Dalam bingkisan Takjil tersebut, juga berisi himbauan yang intinya mengajak masyarakat kembali bersatu pasca pelaksanaan Pilpres 2024,” tandasnya.
Dijelaskannya, kegiatan pembagian takjil dilaksanakan di beberapa titik khususnya di Jalan Raya Cibiru Kab. Bandung, Prov. Jawa Barat dan sekitar Kec. Cileunyi, Kab. Bandung Prov. Jawa Barat.
“Dalam bulan suci Ramadhan, Prabu Faundation sudah beberapa kali melaksanakan kegiatan diantara FGD & bagi-bagi takjil,” imbuhnya. (Red).
Daerah
Pengusaha Demak, Dukung Yayasan Wakaf dan Infak Insan Tauhid Bermanfaat untuk Umat
FOTO BERSAMA-Hasan Fatoni, foto bersama Pengurus usai peresmian kantor operasional baru PT. Inovasi Teknologi Bangsa, Yayasan WI-ITB & Koperasi Merah Putih Maju Bersama di Jakarta, Jum’at (9/1/2026). (Foto Ist).
JURNALJAKARTA.COM – Hasan Fatoni, salah satu partner investor penggerak Yayasan Wakaf dan Infak Insan Tauhid Bermanfaat (WI-ITB) terus mendorong penguatan wakaf produktif berbasis kolaborasi alumni dan dunia usaha demi memberi manfaat nyata bagi umat.
Hal tersebut diungkapkannya saat meresmian kantor operasional baru di Jakarta PT. Inovasi Teknologi Bangsa, Yayasan WI-ITB & Koperasi Merah Putih Maju Bersama, di Jakarta, Jum’at (9/1/2026).
Dikatakannya, Komitmen operasional baru di Jakarta menjadi pusat sinergi berbagai program sosial, kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi, ujarnya.
Hasan Fatoni menekankan bahwa, setiap kerja di WI-ITB berlandaskan nilai kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan berorientasi pada keberlanjutan manfaat.
“Peran utama yang ia jalankan adalah memastikan dukungan strategis agar seluruh program berjalan untuk kepentingan umat. Kalau itu untuk keperluan umat, pasti saya setuju. Dasar utamanya adalah bagaimana kita semua bisa bermanfaat untuk umat sekitar kita,” imbuh Hasan yang juga salah satu Ketua Bidang KADIN Indonesia.
Ia juga menegaskan, pentingnya nilai keberkahan dalam setiap aktivitas yayasan. “Banyak atau sedikit itu bisa jadi tidak cukup kalau tidak ada berkah dari Allah. Keberkahan itu yang kita utamakan,” pungkas Hasan yang juga Wakil Ketua Umum Paguyuban Demak Bintoro Nusantara (PDBN).

PERESMIAN-Hasan Fatoni saat meresmikan kantor operasional baru PT. Inovasi Teknologi Bangsa, Yayasan WI-ITB & Koperasi Merah Putih Maju Bersama di Jakarta, Jum’at (9/1/2026). (Foto Ist).
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni ITB (PP IA-ITB), Akhmad Syarbini, menyampaikan bahwa, yayasan memiliki visi jangka panjang untuk mencetak para wakif melaluil penguatan kewirausahaan.
“Tujuan kami adalah mencetak para entrepreneur, para pengusaha yang Insya Allah ke depan akan berwakaf. Karena itu, kami di komunitas alumni ITB sedang bekerja sama untuk menciptakan wakaf produktif yang optimal,” jelas Akhmad Syarbini yang juga selaku Ketua Dewan Pembina WI-ITB.
Ia memaparkan, WI-ITB bersama Ikatan Alumni ITB tengah mengembangkan wakaf produktif berbasis wakaf uang dengan skema lindung nilai. Manfaat dari program tersebut nantinya akan disalurkan untuk mendukung pengembangan Institut Teknologi Bandung, termasuk membangkitkan semangat kewirausahaan di kalangan alumni muda serta fasilitator kolaborasi para alumni ITB.
Selain fokus pada kampus, WI-ITB juga terlibat dalam berbagai program strategis nasional, seperti dapur MBG (Makan Bergizi Gratis), rencana pembangunan tiga juta rumah, hingga program sumur untuk rakyat serta penyediaan air bersih bagi korban banjir di Sumatera.
“Saat ini, yayasan mendukung IA-ITB Aceh yang telah membangun sekitar 10 unit sarana air bersih di Aceh, kedepan akan di bangun di Sumut dan Sumbar dengan target meningkat menjadi 50 unit,” ujar Doni, selaku Ketua Yayasan WI-ITB.
Dalam operasionalnya, WI-ITB didukung ratusan hingga ribuan relawan. “Untuk relawan MBG saja sudah sekitar 250 orang, sementara untuk program lain jumlah relawan bisa mencapai lebih dari 6.000,” ungkap Syarbini.
Ke depan, kantor operasional baru di Jakarta diharapkan menjadi hub kolaborasi alumni ITB dan mitra lintas sektor. Tempat ini juga akan difungsikan sebagai rumah singgah bagi alumni dan pusat aktivitas bersama untuk memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat.
Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara dunia usaha dan sosial dalam menjalankan misi kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan. (Red).
Daerah
FKUB Jabar Melakukan Kunjungan Kerja Ke Kampung Kerukunan di Purwakarta
PURWAKARTA, JURNALJAKARTA.COM – Dalam rangka merealisasikan program pembinaan Kampung Kerukunan di Jawa Barat, FKUB Jabar mengadakan kunjungan ke Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari Kabupaten Purwakarta, Rabu (7/1).
Dalam kunjungan tersebut, Ketua FKUB Provinsi Jawa Barat, HM. Rafani Akhyar didampingi perwakilan tokoh Agama se-Jabar, FKUB Kabupaten Purwakarta dan para pejabat dari Badan Kesbangpol Kabupaten Purwakarta.
Dipilihnya Desa Ciwangi, karena Desa ini sudah beberapa kali mendapat penghargaan sebagai Desa Kerukunanan, terakhir tahun 2025 mendapatkan Harmoni award dari Kementrian Dalam Negeri, sebelumnya pernah dinobatkan sebagai Desa Panca Sila.

Rombongan FKUB Jawa Barat diterima oleh Kepala Desa dengan semua perangkatnya dan juga para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Desa Ciwangi, pertemuan berjalan penuh keakraban dan persaudaraan.
Melalui keterangannya, Rabu (7/1), Kepala Desa Ciwangi, Abdul Hakim memaparkan tentang sejarah Desa Ciwangi hasil pemekaran dari dari Desa Cibening, nama Ciwangi memang sengaja diberikan oleh para kasepuhan kami agar Desa ini menjadi Desa yang harum (wangi) dengan berbagai prestasi. “Alhamdulillah di bidang Kerukunan berbagai penghargaan telah kami dapatkan,” ujarnya.
Dikatakan, Penduduk Desa Ciwangi memang cukup beragam baik dari sisi agama, Suku, bahasa dan budaya, tetapi tetap rukun, guyub, toleran dan saling menghargai serta menghormati satu sama lain.
Sementara itu, Ketua FKUB Provinsi Jawa Barat, HM. Rafani Akhyar dalam sambutannya menjelaskan bahwa, membangun “Kampung Kerukunan” adalah salah satu prioritas program FKUB Jabar, Alhamdulillah hari ini sudah berdiri di 14 Kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Menurutnya, mengapa kami memprioritaskan kampung kerukunan, karena kami ingin Kerukunan ini terlihat nyata dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, tidak hanya riuh dalam wacana atau perbincangan semata.
“Kita tidak mungkin bisa kuat bersatu tanpa ada kerukunan, tidak mungkin stabilitas ekonomi, sosial ataupun politik bisa diwujudkan tanpa hadirnya Kerukunan. Karena itu, praktik baik (best practis) seperti yang dicontohkan di Desa Ciwangi ini perlu disebarkan ke tampar tempat lain di Jawa Barat,” tandasnya. (Red).
Daerah
Destana Tlajung Udik Gunung Putri Berangkatkan Tim Kemanusiaan ke Lokasi Banjir Padang
Bogor, Jurnaljakarta.com — Kepedulian terhadap korban bencana banjir di Sumatera Barat ditunjukkan oleh Desa Tangguh Bencana (Destana) Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Pada Jum’at (2/1/26) dini hari, Destana Tlajung Udik memberangkatkan 12 personel tim kemanusiaan beserta bantuan hasil donasi masyarakat senilai lebih dari Rp135 juta ke wilayah terdampak banjir di Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Keberangkatan tim Destana Tlajung Udik, dilepas langsung oleh Kepala Desa Tlajung Udik di Aula Kantor Desa Tlajung Udik pada pukul 00.30 WIB.
Kepala Desa Tlajung Udik menyampaikan, keberangkatan tim tersebut merupakan amanah dari masyarakat dan para donatur di Desa Tlajung Udik.
“Alhamdulillah, ini adalah amanah dari masyarakat Desa Tlajung Udik dan perusahaan yang menitipkan bantuan kepada kami. Maka teman-teman Destana berangkat langsung ke lokasi kejadian,” ujar Kades Bontot melalui keterangan kepada wartawan, Jum’at (2/1).

Ia menambahkan, penyaluran bantuan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan tidak menutup kemungkinan diperluas ke wilayah terdampak lainnya.
“Nanti kita lihat kondisi daerah di sana seperti apa. Jika diperlukan, bisa dilanjutkan ke wilayah lain. Saya berharap, bantuan ini benar-benar memberi manfaat bagi saudara-saudara kita di Sumatera,” katanya.
Yusuf Ibrahim juga menekankan, pentingnya menjaga etika, sopan santun, serta nama baik Desa, Kecamatan dan Kabupaten Bogor selama bertugas di wilayah bencana.
“Jaga etika dan tata krama. Kita berada di daerah orang, beda wilayah beda budaya. Hargai kultur setempat. Insya Allah, jika itu kita jalankan, dampaknya akan kembali kepada kita sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Tlajung Udik Peduli yang juga Sekretaris Desa Tlajung Udik, Abdul Harly, mengatakan bahwa, seluruh tim membawa amanah besar dari masyarakat.
“Kita berangkat membawa nama baik Desa Tlajung Udik. Jangan sampai mengecewakan masyarakat yang telah mempercayakan amanah ini kepada kita,” ucapnya.
Abdul Harly menjelaskan, penggalangan dana dilakukan secara gotong-royong oleh seluruh elemen masyarakat, mulai dari RT, RW, Kepala Dusun, ketua lingkungan, hingga lembaga Desa dan para pengusaha serta donatur.
“Alhamdulillah, hingga malam ini dana yang terkumpul mencapai Rp135 juta lebih. Tidak menutup kemungkinan masih akan bertambah. Target awal kami Rp150 juta dan ini sudah menjadi apresiasi luar biasa karena terkumpul kurang dari 10 hari,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa, bantuan akan dieksekusi langsung oleh tim di lapangan untuk memastikan tepat sasaran.
“Kami yang akan mengeksekusi langsung di lokasi. Kita lihat kebutuhan saudara-saudara kita di sana apa, lalu dibelanjakan sesuai kebutuhan,” tambahnya.
Terpisah, Ketua Destana Tlajung Udik, Chandra Kirana, menyampaikan bahwa, tim akan menuju Kota Padang dengan jarak tempuh sekitar 1.338 kilometer dari Desa Tlajung Udik.
“Tujuan utama kita Padang, khususnya Desa Tunggul Hitam. Untuk Aceh bersifat kondisional,” kata pria yang kerap disapa Bagol.
Bagol menjelaskan, 12 personel yang diberangkatkan dibagi menjadi dua tim, yakni Tim Alfa dan Tim Bravo.
“Tim Alfa akan stay dan melakukan perbantuan di Padang selama 15 hingga 20 hari. Sedangkan Tim Bravo akan bersifat taktis (tektok) dengan masa tugas sekitar delapan hari,” jelasnya.
Namun, Bagol juga mengingatkan, kepada seluruh personel agar bekerja sama, tidak saling mengandalkan, dan tetap fokus pada misi kemanusiaan.
“Kita ke sana bukan untuk bersenang-senang, kita membantu saudara kita yang terkena musibah. Medan di sana tidak mudah, banjir masih setinggi pinggang orang dewasa di beberapa lokasi,” ungkapnya.
Menurut Bagol, kondisi di lapangan masih dinamis dengan data pengungsi yang berubah setiap hari. Oleh karena itu, seluruh pengelolaan dana dan pembelanjaan akan dicatat secara transparan agar tidak salah sasaran.
“Semua pembelanjaan harus tercatat. Kita akan back up posko utama, termasuk dapur umum, makanan cepat saji, dan kebutuhan rumah tangga lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, tim akan terus melakukan asesmen ulang di beberapa Desa terdampak untuk menentukan wilayah yang memungkinkan dijangkau sesuai dengan kemampuan dan perlengkapan yang dibawa.
“Kami tidak akan memaksakan masuk ke wilayah yang tidak sanggup kami tangani. Semua pergerakan harus melalui koordinasi dengan posko utama setempat,” pungkasnya.
Dalam pelepasan para relawan kemanusiaan tersebut, Destana (Desa Tanggap Darurat) Desa Tlajung Udik beserta Sekdes dan tim lainnya ditutup dengan panjatan do’a yang dipimpin oleh ketua MUI Desa Tlajung Udik, Dr. Kyai Ahmad Sugiarto, Al Hafizh semoga para relawan diberikan kesehatan, keselamatan, kemudahan serta kesuksesan dalam menjalankan tugasnya dari berangkat sampai kembali lagi dalam keadaan sehat wal ‘afiat.
Diungkapkan juga oleh Kyai Ahmad Sugiarto, juga menitipkan 65 Mushaf Al Qur’an bentuk dari kecintaan serta besar harapannya bisa tersampaikan kepada saudara yang membutuhkan dan merindukan lantunan ayat Al-Qur’an, sehingga menjadi salah satu obat sekaligus cara mendekatkan diri kepada sang pencipta yaitu Allah SWT, tandasnya. (Red).
-
Pohukam5 days agoKasus Hogi Sleman: Polisi Sebut Noodweer Akses, Tersangka Tak Ditahan
-
Ekonomi2 days agoPenguatan Ketahanan Pangan Nasional, Strategi Wujudkan Kedaulatan dan Kesejahteraan Masyarakat
-
Ekonomi3 hours agoSwasebada Pangan Pilar Ketahanan Pangan Nasional dan Stabilitas Sosial, Pemkab Klaten Perkuat Pertanian untuk Ketahanan Pangan Daerah
