Ekonomi
iSeller Kolaborasi ASRI Permudah Pembayaran Dengan Digital Payment Poin of Sale (POS)
Jurnaljakarta.com – Seller, platform bisnis digital berbasis omni-channel pertama di Indonesia, kerjasama dengan Agung Sedayu Retail Indonesia (ASRI), menyediakan layanan pembayaran dengan sistem digital payment Point of Sale (POS), serta untuk memberikan solusi point of sale dan pembayaran digital yang komprehensif bagi pelaku usaha di mall.
Selain POS, iSeller juga menyediakan teknologi dan inovasi terbaru untuk Agung Sedayu Group, salah satunya adalah digital payment yang sudah komplit.
“Digital payment iSeller sudah berkerja sama dengan Gopay, OVO dan Dana. iSeller juga sudah meluounching POS yang sudah terintegrasi dengan banyak partner sehingga iSeller menjadi One stop solution, yaitu memudahkan para merchant untuk mengembangkan bisnisnya,” ungkap Jimmy Petrus selaku CEO dari iSeller dalam pameran International, SIAL InterFood 2019 du Jiexpo Kemayoran Jakarta Kamis (14/11/2019).

Jimmy menjelaskan, iSeller sangat excited bekerjasama dengan ASRI, Visi kami membuat pengalaman bertransaksi semakin mudah dan simpel, yang tadinya butuh beberapa perangkat sekarang hanya perlu satuperangkat saja.
Kami juga sudah terhubung dengan berbagai top platform SaaS untuk memberikan solusi end-to-end kepada business owner, mulai dari accounting, payroll, CRM, hingga sistem loyalty.
Beberapa pemain retail besar yang sudah onboard ke iSeller termasuk PasarMOI, Dotonburi, Ixobox, Sour Sally, Mama Roz, Yogurtland, FoodHub, dan HopHop, dengan total lebih dari ribuan outlet,” jelas Jimmy.
ASRI sebagai salah satu group property dari retail yang mengelola beberapa mall di jakarta maupun diluar Jakarta, fokus terhadap perkembangan teknologi dalam disert experiant segala mall.
“Kerjasama dengan iSeller merupakan langkah strategis kami menuju transformasi digital yang tentunya akan memberikan kemudahan, kenyamanan, dan user experience yang lebih baik lagi bagi pengunjung mall ASRI,” ujar Senior Marcomm Manager ASRI, Lady Samantha.
Tahap pertama dari kerjasama ini lanjut Lady, iSeller telah dipakai di 40 tenant PasarMOI yang merupakan flagship foodcourt dari Mall of Indonesia. Selain itu, tenant bazaar dan program event yang berjalan di seluruh mall ASRI juga telah merasakan manfaat dan kemudahan yang diberikan iSeller, seperti penerimaan pembayaran digital dari raksasa fintech seperti GoPay, OVO, dan DANA,” lanjutnya.
Sistem multi-payment dari iSeller sangat mudah digunakan dengan konsep pembayaran digital yang sudah terintegrasi dengan baik. Tenant juga merasa lebih nyaman karena tidak perlu lagi menggunakan berbagai macam EDC untuk pembayaran yang berbeda-beda”, tambah Lady.
Dalam waktu dekat, ASRI berencana mengimplementasi sistem iSeller di seluruh tenant dan mall ASRI secara bertahap.
Lady berharap, kerjasama ini dapat memberikan sebuah experience kepada costumer yang mengutamakan kenyamanan dengan sentuhan teknologi. Kami yakin berkolaborasi dengan iSeller dapat sama – sama mencapai harapan yang diinginkan,” harapnya.
Sementara Kevin Ventura, CCO iSeller menambahkan, pertumbuhan akusisi merchant kami di kuartal tiga tahun ini cukup fantastis, yaitu peningkatan hampir 300% year-on-year. Kami juga telah memproses lebih dari 10 juta transaksi dan saat ini merupakan top contributor untuk kategori digital payment,” tambahnya.
Dalam proses pengembangannya iSeller yang juga kerap disebut “Shopify of Indonesia” ini telah menjalin kerjasama dengan berbagai platform SaaS terkemuka untuk memberikan satu sistem komprehensif bagi pelaku usaha di berbagai lini.
Kevin berharap semoga para merchant sudah mulai terbuka bahwa pentingnya masuk era digitalisasi industri 4.0. untuk inves sistem agar bisnisnya bisa makin berkembang dan makin besar dalam tempo yang sesingkat-singkatnya,” tutup Kevin
Ekonomi
Peternakan Rakyat Bertransformasi, Menggerakkan Ketahanan Pangan dari Desa untuk Indonesia
JURNALJAKARTA.COM – Sektor peternakan rakyat memegang peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Di tangan para peternak lokal, suplai protein hewani untuk masyarakat terus dijaga, sekaligus menjadi penopang ekonomi pedesaan. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan pendampingan berkelanjutan, peternakan rakyat memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi sektor yang produktif, mandiri dan berdaya saing tinggi.
“Peternakan rakyat bukan hanya penopang ekonomi Desa, tetapi juga bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan pelatihan, akses teknologi dan kemudahan permodalan, potensi besar peternakan daerah dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” ujar Qonny Ilma Nafianti, Pendiri Qomafi Farm Group melalui keterangannya, Jum’at (14/11).
Transformasi menuju peternakan modern tidak harus rumit
Melalui langkah-langkah sederhana dan konsisten, inovasi dapat diterapkan di tingkat peternak. Qomafi Farm Group telah menjadi bukti nyata bahwa, teknologi dan efisiensi mampu berjalan
beriringan melalui penerapan manajemen digital, produksi pakan mandiri, serta proses budidaya yang lebih efektif. Upaya tersebut berhasil meningkatkan hasil ternak sekaligus menekan biaya operasional.
“Teknologi bukan lagi sesuatu yang sulit dijangkau. Kuncinya adalah kemauan untuk belajar dan beradaptasi. Kami ingin menunjukkan bahwa peternakan rakyat pun bisa berinovasi dan bersaing di era modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal,” tambah Qonny.

Kemajuan sektor peternakan tidak bisa dicapai sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga komunitas peternak menjadi kunci untuk membangun rantai pasok yang efisien dan saling menguntungkan. Dengan sinergi lintas sektor, inovasi dapat diadopsi lebih cepat, distribusi pakan menjadi lebih terjangkau, serta akses pasar bagi produk peternakan rakyat semakin luas.
“Qomafi Farm Group berkomitmen untuk terus membangun jejaring kemitraan produktif—dari tingkat lokal hingga nasional—demi memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia,” tegas Qonny.
Berawal dari sebuah Desa kecil di Jawa Barat, Qomafi Farm Group tumbuh dari semangat kemandirian dan keinginan untuk membuktikan bahwa, peternakan rakyat dapat maju dan kompetitif. Kini, berbagai inovasi yang dikembangkan telah menginspirasi banyak peternak muda di berbagai daerah untuk berani memulai langkah mereka sendiri.
“Bagi kami, peternakan bukan sekadar profesi tradisional, melainkan ladang pengabdian dan kontribusi nyata bagi negeri. Dari Desa, kita bisa melahirkan kekuatan pangan yang mandiri dan berdaya untuk Indonesia,” tutup Qonny Ilma Nafianti penuh optimisme. (Red).
Ekonomi
Swasembada Pangan, Komitmen Pemerintah Menuju Kemandirian Pangan Nasional
JURNALJAKARTA.COM – Pangan merupakan hak asasi manusia yang wajib dipenuhi oleh negara. Ketersediaan pangan yang cukup, beragam dan bergizi seimbang menjadi fondasi utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang menegaskan pentingnya kemandirian dan kedaulatan pangan.
Dalam satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sektor pangan menempati posisi strategis sebagai program prioritas nasional. Sejumlah langkah konkret pun telah dilakukan untuk memperkuat fondasi swasembada pangan, mulai dari peningkatan produksi hingga modernisasi sistem pertanian.

Melalui keterangannya, Kamis (23/10), Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron, menyampaikan bahwa, pemerintahan Presiden Prabowo menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat ketahanan pangan melalui dukungan anggaran dan kebijakan yang berpihak kepada petani. “Pemerintah meningkatkan alokasi anggaran untuk sektor pangan, memperbaiki kualitas pupuk bersubsidi dan memastikan ketersediaannya bagi petani. Selain itu, infrastruktur pendukung seperti jaringan irigasi dan penyediaan air pertanian juga terus dibangun,” ujar Herman.
Menurutnya, faktor penentu swasembada pangan tidak hanya terletak pada ketersediaan lahan dan pupuk, tetapi juga pada pengelolaan sistem pangan yang terintegrasi, dari hulu hingga hilir. “Ketersediaan air, benih unggul, pupuk berkualitas, serta sistem pertanian yang efisien menjadi kunci peningkatan produktivitas,” tambahnya.
Modernisasi dan Intensifikasi Pertanian
Pemerintah saat ini tengah gencar melakukan intensifikasi dan modernisasi pertanian, termasuk penyediaan alat-alat pertanian modern bagi petani serta peningkatan kapasitas para penyuluh pertanian.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga terus membangun jaringan irigasi sekunder dan sistem tata air mikro, serta memperkuat fungsi bendungan sebagai penyedia air bagi lahan pertanian. “Pembangunan pertanian dilakukan secara besar-besaran, baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi. Pembukaan lahan baru dan optimalisasi lahan tidur menjadi bagian penting dalam upaya mencapai target swasembada pangan,” jelas Herman.
Diversifikasi dan Keberagaman Pangan Lokal
Selain meningkatkan produksi, pemerintah juga mendorong diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras. Indonesia memiliki potensi besar melalui
sumber pangan lokal seperti umbi-umbian, jagung dan sagu, yang telah lama menjadi
makanan pokok di berbagai daerah. “Keberagaman konsumsi pangan di Indonesia adalah kekuatan. Masyarakat Papua mengonsumsi sagu, warga Madura dan Sulawesi banyak mengonsumsi jagung, sedangkan di Jawa Barat sebagian masyarakat masih mengandalkan singkong. Inilah bukti bahwa swasembada dapat disesuaikan dengan karakter konsumsi lokal,” kata Herman.
Diversifikasi pangan diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas dan nilai ekonomi hasil pertanian.
Menuju Surplus Pangan Nasional
Herman optimistis bahwa, melalui program prioritas pangan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia tidak hanya mampu mencapai swasembada, tetapi juga menuju surplus pangan yang dapat menjadi sumber ekspor bagi negara lain. “Kami memberikan apresiasi atas komitmen Presiden Prabowo dalam menjadikan pangan sebagai prioritas utama. Negara besar selalu menempatkan pangan sebagai pilar utama pembangunan nasional,” tegasnya.
Herman menambahkan, ketersediaan benih unggul menjadi faktor penting dalam meningkatkan produksi pertanian. Pemerintah diharapkan terus memastikan ketersediaannya secara merata agar petani dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan mereka. “Kami mendukung penuh langkah pemerintah dalam memperkuat program pangan nasional, termasuk pembentukan kawasan pangan baru sebagai bagian dari upaya mencapai kemandirian dan swasembada pangan,” tutup Herman Khaeron yang juga Sekjen DPP Partai Demokrat. (Red).
Ekonomi
Amankan Program Prioritas: BGN Perkuat Sinergi Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis
JURNALJAKARTA.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) dan secara resmi menegaskan komitmen kerja sama strategis mereka untuk memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan efektif, aman, dan akuntabel. Penegasan ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Sinergi Penguatan Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis, yang bertujuan memitigasi berbagai tantangan implementasi di lapangan.

Program MBG merupakan inisiatif strategis yang menempati posisi sentral dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia, sejalan dengan arah RPJMN 2025–2029 dan mendukung pencapaian empat poin penting Sustainable Development Goals (SDGs). Namun, kompleksitas program—mulai dari tata kelola, distribusi, kasus keracunan makanan, hingga potensi pelanggaran hukum—menuntut adanya pengawasan dan intelijen yang terpadu.

Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola (Sistakol) BGN, Tigor Pangaribuan, menekankan bahwa kerja sama ini adalah jaminan Pemerintah terhadap integritas program.
“MBG adalah program multi-sektor yang membutuhkan dukungan keamanan dan intelijen. Dengan kerja sama ini, BGN kini berpasangan dengan BIN untuk membentuk barisan pertahanan yang solid,” ujar Deputi BGN yang akrab disapa Bang Tigor.
BGN memiliki peran utama dalam realisasi MBG sebagai salah satu Program Utama milik Pemerintah. Namun peran tersebut perlu mendapat dukungan dari berbagai elemen, termasuk dari BIN sebagai pengawal kebijakan pemerintah.
“BGN sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk menyelesaikan berbagai masalah MBG. Namun berbagai masalah masih tetap muncul, sehingga BGN membutuhkan peran BIN sebagai garda terdepan mengawal kelancaran Program MBG,” terangnya.
Sebagai langkah konkret, BGN dan BIN sepakat membentuk kerja sama berbentuk Integrasi Pengawasan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, untuk mengoptimalkan koordinasi intelijen dan pengawasan. Sinergi ini mencerminkan wajah baru kolaborasi intelijen di era pembangunan, menjamin program MBG terlaksana secara aman dan berkelanjutan.
-
Daerah6 days agoKalemdiklat Polri, Resmikan Pusat Studi Ilmu Kepolisian Fakultas Hukum Unissula
-
Daerah3 days agoWaspadai Pola Ajaran Terselubung, Eks NII Tekankan Pentingnya Pengawasan Orang Tua dan Sekolah
-
Nasional8 hours agoJSI Menjadi Tuan Rumah Dalam Ajang Team Indonesia & Team Europe Bersepeda Bersama Akhiri Kekerasan Digital Terhadap Wanita dan Anak Perempuan.
-
Daerah2 days agoPrabu Foundation Gencarkan Edukasi Kebangsaan dan Literasi Digital, untuk Cegah Ekstremisme Anak
