|
find us on : 
Home > HIDAYAH > Lahirnya UU, Zakat Makin Berkembang

Lahirnya UU, Zakat Makin Berkembang

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 07 Februari 2018 | 22:28:21
dibaca | 514 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Perkembangan pengelolaan zakat di Indonesia dalam dua dekade terakhir, sejak lahirnya Undang - Undang pengelolaan zakat telah mengalami perkembangan yang sangat jauh dari pada yang kita harapkan.

Perkembangan zakat sebagai sesuatu yang diterima aktivitas keagamaan terutama umat islam, belakangan ini kita lihat peran serta kepedulian dan keterlibatan berbagai kalangan sangat luar biasa. "Jadi upaya kita bersama melahirkan Undang - undang pengelolaan zakat ini sudah melampaui estimasi".

Hal tersebut di ungkapkan Direktur perberdayaan zakat dan wakaf, Kementerian Agama, Muhammad Fuad Nasar, dalam sambutan membuka Seminar Management zakat, yang di Gagas Inisiative Zakat Indonesia (IZI) bertajuk "Mengelola Zakat Zaman Now". Bertempat di Hotel Sofyan Betawi, Menteng Jakarta Rabu (7/2/2018).

Fuad menyampaikan apresiasi dan menyambut gembira apa yang dilakukkan oleh IZI yang mengumpulkan berbagai kelembagaan, stage holder, penggerak perzakatan, dari berbagai lingkungan.

"Ini merupakan sebuah langkah yang sangat tepat dalam mengedukasi masyarakat terhadap pengelolaan Zakat," ucap Fuad.

Sementara dalam kesempatan yang sama Direktur Inisiative Zakat Indonesia, Wildhan Dewayana menambahkan, berdasarkan rilies data yang diterima, Badan Amil Zakat Nasional, pada Desember 2017 menyatakan bahwa, penghimpunan dana zakat 2017 hanya mencapai 6 triliun rupiah, naik sekitar 16% dibanding tahun lalu yang mencapai 5 triliun rupiah.

Hal itu memberikan angin segar bahwa pengelolaan zakat masih terus dapat tumbuh ditanah air," ujarnya.

Menurutnya, untuk menggali potensi yang ada yang bisa mencapai ratusan triliun itu, masih banyak tantangan yang musti kita garap dan dikelola, yang kemudian berpotensi untuk menjadi kekuatan.

Seperti yang pernah disampaikan Baznas, potensi zakat dapat mencapai 217 triliun, ini masih luar biasa banyak sisanya," ugkap Wildhan.

Menurutnya, ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama banyak masyarakat yang belum mengerti tentang Zakat, kedua bisa jadi sudah menunaikan zakat namun masih berserakan dimana mana. Hal ini menjadi tugas kita sebagai pengelola zakat dalam menyasar dua segmen ini," jelasnya.

Pertama bagaimana kita memberikan edukasi penyadaran agar semakin banyak masyarakat/ lembaga yang memahami Zakat, kemudian menunaikan zakat sebagai kewajiban hak azasinya.

Kedua adalah, bersama-sama mendorong agar peran muzaki ini bisa mengendalikan zakatnya melalui lembaga-lembaga yang syah, yang telah di syahkan oleh pemerintah agar hasilnya bisa optimal.

Seiring dengan program yang dilakukan IZI, tentu saja sebagai pengelola zakkat kita harus terus menerus menyiapkan diri agar dapat mengemban amanah yang luar biasa besar.

Berdasarkan itulah kemudian izi menggagas acara ini. Seminar Management zakat yang akan dilakukan kedepan secara berseri," ungkap Wildhan

Wildhan menjelaskan, tujuan dari seminar ini adalah untuk memberikan pemahaman secara komperhensif tentang Fikih Mustahik dan Pemberdayaan Zakat, Pengelolaan Zakat sesuai dengan regulasi dan perkembangannya, Inovasi dalam pengelolaan zakat, Sinergi antar lembaga dalam mengelola dan mengoptimalkan potensi zakat," ujarnya.

Pemberlakuan UU Zakat, dapat memberikan konsekuensi kepada para pegiat zakat, baik dilevel lembaga zakat maupun level komunitas seperti masjid dan di perkantoran.

Wildhan berharap, mudah mudahan acara ini dapat membawa kemanfaatan untuk kita, agar menjadi pegiat zakat yang makin amanah yang bisa mendorong sebesar besarnya demi kemakmuran masyarakat dan bangsa kita," pungkasnya.(yd/JJ)