|
find us on : 
Home > NASIONAL > LK2PK Gandeng KPAI dan Biofarma Gelar Diskusi Gizi Buruk

LK2PK Gandeng KPAI dan Biofarma Gelar Diskusi Gizi Buruk

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 06 Februari 2018 | 17:32:26
dibaca | 1729 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Lembaga Kajian dan Konsultasi Pembangunan Kesehatan (LK2PK), bersinergi bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan PT. Biofarma, gelar diskusi bertajuk, "Gizi Buruk Dan Ancaman Penyakit Infeksi Pada Anak". Bertempat di Aula Gedung KPAI, Jl. Teuku Umar No. 10-12 Gondangdia, Menteng - Jakarta Pusat Selasa (6/2/2018).

Acara ini dihadiri oleh, Direktur Eksecutive LK2PK, Dr. Ardiansyah Bahar, Dudung Angkasa, S.Gz., M.Gz. Ketua Bidang Riset Ikatan Sarjana Gizi Indonesia. DR (cand) Sitti Hikmawatty, S.ST, M.Pd. Komisioner KPAI Bidang Kesehatan, beserta jajarannya. dr. Mahsun Muhammadi, MKK (Kabag Management Mutu Unit Klinik dan Imunisasi PT. Bio Farma). Serta dr. Marina Damajanti Kasubdit Penanggulangan Masalah Gizi Kementerian Kesehatan RI.

Direktur Eksecutive LK2PK, Dr. Ardiansyah Bahar, dalam sambutannya mengatakan, Lembaga Kajian dan Konsultasi Pembangunan Kesehatan (LK2PK) merupakan lembaga yang dibentuk untuk, memberikan kontrubusi positif pada pembangunan kesehatan.

"Lembaga yang terbilang masih muda ini, mencoba berperan aktif pada pembangunan Kesehatan," ujarnya.

Menurut Adriansyah, masalah kesehatan merupakan masalah yang tidak pernah berhenti, namun hal ini masih belum menjadi sebuah konsenterasi dari kita semua. Seperti kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) di Asmat," tuturnya.

KLB Asmat bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah, namun menjadi tanggung jawab kita semua, bahkan masalah bersama," tegasnya.

"Itulah kenapa kami perlu duduk disini bersama semua komponen-komponen yang terkaid," tambahnya

Ardiansyah berharap hasil diskusi ini dapat rekomendasi maupun kesimpulan kesumpulan, untuk sama - sama dapat diprogramkan," tutupnya.

Sementara Kabag Management Mutu Unit Klinik dan Imunisasi PT. Bio Farma, dr. Mahsun Muhammadi. MKK mengatakan, di negara ini kita tidak bisa merasa yang paling mampu sendiri, begitu banyak masalah yang perlu kontribusi seluruh komponen bangsa ini. Oleh karena itu dirinya menghimbau, bahwa energi kita ini harus di sinergikan, sehingga hal-hal yang berat itu akan menjadi ringan," ujarnya

Biofarma yang ditunjuk sebagai sentral dalam inovasi produksi vaksin, di tahun 2018 ini telah merescedule vaksin yang sudah menjadi kontrak kepada 143 negara. Hal tersebut dikarenakan produksi vaksin tersebut akan kita gunakan sendiri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang sangat mendesak," jelasnya.

Kasus Asmat bukan hanya secara medis saja tetapi juga diperlukan kerjasama lintas sektor dalam memenuhi dustribusi ancaman penyakit infeksi," pungkasnya.(yd/JJ)