|
find us on : 
Home > MEGAPOLITAN > Selama Periode 5 Tahun, Industri Perawatan Pesawat Tumbuh Sembilan Persen

Selama Periode 5 Tahun, Industri Perawatan Pesawat Tumbuh Sembilan Persen

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 02 Februari 2018 | 12:54:54
dibaca | 3457 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Industri perawatan pesawat dalam negeri selama priode lima tahun terakhir mengalami pertumbuhan sebesar sembilan persen.

Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan mengungkapkan "Dengan pertumbuhan yang cukup tinggi, maka industri perawatan pesawat merupakan bisnis yang menjanjikan. Oleh karena itu harus bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," katanga dalam keterangan tertulisnya, Jumat(2/2).

Putu meyampaikan lebih lanjut, beberapa bandara yang berpotensi dikembangkan industri ini adalah Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dan Bandara Internasional Frans Kaisiepo Biak (Papua).

Menurut Putu, keberadaan industri MRO di dua bandara ini cukup penting untuk mengifisienkan biaya perawatan.

Bukan hanya pesawat, MRO ini dapat digunakan untuk perawatan helikopter yang menjadi salah satu transportasi udara utama kawasan Indonesia Timur

Dia menambahkan, langkah yang akan dilakukan pemerintah adalah dengan memfasilitasi serta menginformasikan kepada para investor mengenai potensi bisnis ini di Indonesia.

"Ada beberapa industri MRO yang telah terintegrasi dengan bandara, seperti di Bintan dan Kertajati," tutur Putu.

Sebelumnya, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto mengungkapkan, potensi bisnis industri perawatan dan perbaikan pesawat di Indonesia pada tahun 2025 akan mencapai 2,2 miliar Dolar AS, naik signifikan dibanding tahun 2016 sebesar 970 juta Dolar AS.

"Hal ini seiring upaya pemerintah yang memacu pengembangan industri jasa penerbangan dalam negeri sejak tahun 2000 sehingga kinerjanya tumbuh dalam satu dekade terakhir," kata Harjanto

Dijelaskan Harjanto, industri MRO di dalam negeri semakin kompetitif. Pasalnya saat ini sudah mampu menyediakan berbagai jasa perawatan pesawat, antara lain airframe, instrument, engine, radio, emergency equipment, dan line maintenance.

Harjanto menyebutkan, pada tahun 2016, maskapai dunia mengeluarkan dana sebesar 72,81 miliar Dolar AS untuk melakukan perawatan pesawat. Dari nilai tersebut, Amerika Utara menjadi penyumbang terbesar yang mencapai 21,2 miliar Dolar AS , diikuti Eropa sekitar 20,7 miliar Dolar AS dan Asia Pasifik 13,3 miliar Dolar AS. (Bgs/JJ)