|
find us on : 
Home > EKONOMI > Hasil Survay Kantar : Air Mineral dan Teh Menjadi Favorite Perilaku Konsumen Ketimbang Snack

Hasil Survay Kantar : Air Mineral dan Teh Menjadi Favorite Perilaku Konsumen Ketimbang Snack

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 16 Januari 2018 | 23:19:07
dibaca | 765 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Hasil survey Kantar Worldpanel Indonesia, minuman mineral dan teh, masih mendominasi perilaku konsumen dalam melakukan pembelian untuk konsumsi di luar rumah (Out of home event). Sedangkan dalam kategori makanan ringan biskuit yang menjadi favorit utamanya.

Hal tersebut diungkapkan Account Director Kantar Worldpanel Indonesia, Andi Siswanto dalam siaran persnya di Jakarta Selasa (16/1).

Andi menjelaskan, hasil survay ini dilakukan kepada 30 ribu individual di Indonesia, dari sekitar 30 sampai 40 kota. Setiap pembelian belanja mereka setiap bulan secara rutin di catat dan mereka harus melaporkan apapun yang mereka beli, apapun yang mereka konsumsi selama satu tahun, mulai dari Desember 2016 sampai dengan November 2017, dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya dari Desember 2015 sampai November 2016," jelasnya.

Andi mengidentifikasi empat kunci pertumbuhan dalam pasar produk yang dikonsumsi di luar rumah (Out of home). "Ketersediaan barang, tipe dan keanekaragaman produk, harga dan inovasi menjadi kunci pesatnya pertumbuhan produk yang dikonsumsi di luar rumah," jelas Andi.

Memenangkan momentum ketika konsumen memilih produk yang dikonsumsi di luar rumah untuk melepaskan dahaga atau mengisi rasa lapar sangatlah penting, Dengan bayaknya pilihan produk yang ditawarkan, dan banyaknya alternatif channel, para pemain FMCG perlu memastikan bahwa, produk mereka terpilih, tersedia dan dapat dijangkau dengan mudah.

Minimarket merupakan salah satu channel yang berkontribusi terhadap pertumbuhan pasar secara keseluruhan. Meski demikian, pasar tradisionil masih vital karena 80% pembelian konsumsi di luar rumah dikontribusi dari channel ini," tambahnya.

Selain itu papar Andy, Variasi produk juga merupakan salah satu kunci untuk bertumbuh. Memperluas portfolio agar lebih relevan dengan berbagai kesempatan adalah kunci yang penting. Misalnya strategi yang dilakukan oleh pemain di produk siap minum, di dalam menawarkan botol yang kecil dan mudah untuk dihabiskan dalam satu momen atau kesempatan, dan harga yang ditawarkan pun lebih murah dibandingkan dengan produk yang dibeli untuk konsumsi di dalam rumah. Meski demikian, dalam mengembangkan produk, kita tetap tidak boleh meninggalkan ciri khas dari merek kita.

Penentuan harga produk juga merupakan kunci yang esensial. Kelompok usia yang berbeda memiliki rentang pengeluaran uang yang berbeda. Pelajar biasanya sekali belanja menghabiskan sekitar atau dibawah 4,000 Rupiah, sementara orang-orang yang kerja menghabiskan sekitar atau dibawah 6,000 Rupiah. Minat konsumen berdasarkan usia, terhadap produk yang dibeli pun juga berbeda. Konsumen yang lebih muda memiliki kecenderungan untuk membeli makanan, sedangkan orang dewasa lebih menyukai minuman. Pemahaman yang lebih mendalam tentang perilaku belanja masing-masing target demografi dari produk kita sangat penting untuk memastikan strategi penetapan harga yang optimal.

Inovasi selalu dibutuhkan untuk mengembalikan gairah pasar dan memastikan relevansi dari merek kita. Inovasi tidak perlu selalu dikaitkan dengan pengembangan produk baru, karena bahkan dengan mengarahkan ulang posisi produk kita pada setiap kesempatan yang unik juga bisa menjadi contoh inovasi yang baik dalam komunikasi. "Pabrik susu dan biskuit menunjukkan contoh yang baik tentang hal ini. Selain mengkomunikasikan manfaat produk, kampanye pemasaran semakin diarahkan pada sarapan pagi yang sehat, relevan bagi orang-orang di daerah perkotaan yang selalu bepergian dan sering sarapan pagi dalam perjalanan. Terlebih lagi, inovasi juga memberikan pengalaman baru bagi konsumen," paparnya

Karena sifatnya yang impulsif, Andi menilai pembelian di luar rumah biasanya tak terlalu melibatkan loyalitas konsumen. Karena adanya sedikit komitmen yang terlibat terhadap anggota rumah tangga lainnya, jadi tidak ada hambatan untuk mencoba hal baru. Hal ini dapat menciptakan kesempatan untuk meningkatkan konsumen untuk mencoba dan jika berhasil bisa menjadi pintu masuk bagi sebuah merek untuk memasuki rutinitas belanja rumah tangga yang lebih teratur. Kombinasikan faktor ini dengan ukuran dan pertumbuhan positifnya, pasar konsumsi di luar rumah (out-of-home) memiliki potensi besar untuk produsen manapun. Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah Anda sudah mendapatkan informasi yang holistik untuk membangun strategi yang solid untuk pasar out-of-home," tutupnya.