|
find us on : 
Home > MELITER > Wadan Seskoal Pimpin Upacara Peringatan Hari Dharma Samudera 2018

Wadan Seskoal Pimpin Upacara Peringatan Hari Dharma Samudera 2018

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 15 Januari 2018 | 12:13:03
dibaca | 2332 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Wakil Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Wadan Seskoal) Laksamana Pertama TNI TSNB. Hutabarat, M.MS mewakili Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Sulistiyanto, S.E., M.M., M.Sc. memimpin upacara peringatan Hari Dharma Samudera tahun 2018 di Lapangan Apel Seskoal, Bumi Cipulir, Jakarta Selatan, Senin (15/01/2018).

Upacara ini diikuti Sekretaris Lembaga Seskoal Kolonel Laut (S) Gusmaidi, para Pejabat Utama Seskoal, Perwira, Bintara, Tamtama, dan ASN Seskoal dengan Komandan Upacara Kasubdep Strahankam Depstra Letkol Marinir Drs. Sunarjo Slamet Widodo, M.Si.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., dalam amanat yang dibacakan Wadan Seskoal mengatakan bahwa upacara peringatan Hari Dharma Samudera yang dilaksanakan secara rutin oleh TNI Angkatan Laut setiap tanggal 15 Januari itu merupakan upacara memperingati peristiwa heroik yang terjadi di laut Aru pada 56 tahun silam, dimana telah gugur para pahlawan kita demi mempertahankan wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Komodor Yos Sudarso yang saat itu menjabat sebagai Senior Officer Present Afloat (SOPA) on Board di R.I. Matjan Tutul yang tertembak kapal perang Belanda dan tenggelam, gugur bersama awak kapal RI Matjan Tutul sebagai pahlawan kusuma bangsa. Pengorbanan para pahlawan tersebut telah menorehkan tinta emas dalam sejarah nasional perjuangan bangsa Indonesia.

"Para pahlawan Laut Aru telah memberikan teladan sejati kepada kita yakni sikap kesatria dan rela berkorban. Mereka telah membuktikan bahwa bangsa Indonesia tidak pernah gentar menghadapi musuh dalam upaya mempertahankan wilayah dan kedaulatan NKRI. Sikap kesatria dan rela berkorban tersebut merupakan cerminan dari kedisiplinan, hierarki dan kehormatan militer yang selalu terjaga meskipun dalam kondisi kritis sekalipun, oleh karenanya sebagai generasi penerus bangsa dan prajurit matra laut pengawal samudera, sikap ksatria dan suri teladan harus diwarisi dengan sepenuh hati", ujar Laksamana bintang empat ini.

Lebih lanjut dikatakan, dalam upaya melaksanakan tugas TNI Angkatan Laut dalam menjamin kepentingan negara di laut dan menjaga kedaulatan NKRI, dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. "Nilai-nilai perjuangan TNI AL yang telah diwariskan oleh para pendahulu seperti sikap kesatria dan berintegritas tinggi, bekerja tanpa pamrih serta lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi dan kelompok dapat dijadikan sebagai contoh dalam meningkatkan kualitas prajurit dengan karakter yang tangguh dan berintegritas." pungkasnya. (Bgs/JJ)