|
find us on : 
Home > MEGAPOLITAN > Gantikan Metromini, 100 Armada Minitrans Transjakarta Siap Dioperasikan

Gantikan Metromini, 100 Armada Minitrans Transjakarta Siap Dioperasikan

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 15 Januari 2018 | 11:14:08
dibaca | 3025 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Sejak tahun 2016, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta gencar melakukan peremajaan angkutan umum. Metromini salah satunya, Angkutan kota bercorak oranye ini secara bertahap dikandangkan karena izinnya tak lagi diperpanjang. Sebagai penggantinya, dikenalkan Minitrans.

Kepala Humas PT Trans Jakarta, Wibowo, mengatakan saat ini pihaknya sudah melakukan pengadaan 100 unit bus kecil Minitrans. Armada Ministrans akan dioperasikan di trayek-trayek tertentu sebagai pengganti Metromini.

"Untuk Minitrans sudah diadakan 100 unit. Kalau Metrotrans yang lebih besar sudah 300 unit," ujarnya, Senin (15/1).

Dia menuturkan, saat ini semua armada Minitrans dioperasikan oleh Trans Jakarta. Namun ke depan, bus-bus tersebut dioperasikan oleh pengusaha angkutan umum, termasuk pemilik Metromini dan Kopaja, dengan mengikuti standar yang ditetapkan. Jumlahnya akan ditambah sesuai kebutuhan.

"Sekarang masih dioperasikan semua oleh Trans Jakarta. Ada beberapa rute sejak dioperasikan di akhir 2017. Nah ini nantinya pengusa angkutan bisa ikut mengoperasikan," ujar Wibowo.

"Trans Jakarta tawarkan busnya ke pengusaha-pengusaha angkutan lama, jadi bukan ke orang baru. Supaya yang lama bisa ikut terlibat dan tidak mati. Mereka bayar dalam beberapa tahun, nanti busnya jadi milik mereka sendiri. Kita bayar ke mereka per kilometer," tambahnya.

Diungkapkannya, sejumlah rute sudah dilayani oleh bus 'reinkarnasi' Metromini tersebut. Rute Minitrans sendiri ditetapkan Trans Jakarta sesuai kebutuhan, beberapa di antaranya melayani jalur yang saat ini dilewati Metromini.

"Sehari ada yang beroperasi 35 unit, ada yang 25 unit sehari, beda-beda. Kan tergantung kebutuhan dan rutenya. Jalurnya ditetapkan Trans Jakarta, harus dipelajari dulu, kan itu juga harus dapat izin dari Dinas Perhubungan," pungkasnya. (Red/JJ)