|
find us on : 
Home > PERTAMBANGAN > Menteri ESDM Targetkan Rasio Elektrifikasi 2018 Lampaui 97,5 Persen

Menteri ESDM Targetkan Rasio Elektrifikasi 2018 Lampaui 97,5 Persen

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 13 Januari 2018 | 17:46:00
dibaca | 3529 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan menargetkan rasio elektrifikasi 2018 bisa melampaui 97,5 persen atau lebih tinggi dari target Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional yakni 95,15 persen.

"Dengan begitu saya mau (rasio elektrifikasi) 99,99 persen pada akhir 2019," ujar Jonan saat menghadiri sebuah acara di Bali pekan ini, dikutip dari keterangan resmi Jumat (12/1).

Peningkatan rasio elektrifikasi merupakan salah satu target utama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hingga akhir tahun lalu, realisasi rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 94,91 persen, melampaui target pemerintah yang dipatok 92,75 persen.

Untuk mencapai angka tersebut, pemerintah terus berupaya untuk menambah pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) baik yang di luar jaringan PT PLN (Persero) (off grid) maupun yang di dalam jaringan distribusi PLN (on grid) serta penyediaan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE).

Jonan mengungkapkan, pemerintah akan menugaskan PLN dalam membangun pembangkit listrik EBT off grid. Pengalihan penugasan ini dimaksudkan supaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian ESDM bisa dimanfaatkan untuk program-program lain yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti Penerangan Jalan Umum (PJU).

Di samping pembangkit EBT off grid, Pemerintah juga gencar menggenjot pembangkit on grid. Salah satu pembangkit EBT on grid yang segera beroperasi adalah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap I. Bahkan, pembangkit dengan kapasitas 75 megawatt (MW) dari 30 turbin ini rencananya akan segera diresmikan oleh Jokowi pada bulan ini.

Cara lain yang diusung Jonan adalah pembagian Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) di daerah 3 T (tertinggal, terdepan dan terluar).

"Tahun lalu hampir seribu desa dipasang (LTSHE). Tahun ini akan ada sekitar 1.500 desa yang dibagikan LTSHE," urai Jonan.

Dua program tersebut akan menjadi prioritas Jonan dalam meningkatkan rasio elektrifikasi nasional di samping tetap menjalankan program-program normal, seperti listrik pedesaan dan megaproyek pembanguna pembangkit listrik 35 ribu MW.