|
find us on : 
Home > EKONOMI > Saham Prima Cakrawala Abadi PCAR Kembali Diperdagangkan

Saham Prima Cakrawala Abadi PCAR Kembali Diperdagangkan

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 11 Januari 2018 | 12:54:43
dibaca | 3178 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham PT Prima Cakrawala Abadi Tbk. Dengan demikian, saham emiten berkode PCAR itu bisa kembali diperdagangkan pada hari ini, Kamis (11/1/2018).

Dalam keterbukaan informasi, BEI telah memperbolehkan saham PCAR untuk diperdagangkan baik di pasar reguler maupun pasar tunai. Artinya, suspensi yang dikenakan hanya berlaku kurang dari 24 jam, mengingat surat pengumuman diterbitkan pada 10 Januari kemarin.

Suspensi sempat dijatuhkan karena terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham emiten tersebut. Tujuan dari suspensi adalah untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar dalam mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi.

Senior Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menilai, peningkatan harga saham PCAR terjadi karena euforia pasar. Sekedar informasi, saat penawaran umum saham perdana, saham PCAR seharga Rp150 yang kemudian meningkat secara tajam.

"Begitu ada emiten baru pasar sangat antusias, karena emiten sektor ini kan belum banyak dan kebutuhan terhadap konsumsi produk yang dihadirkan perusahaan jenis ini cukup besar," ujarnya.

Perusahaan yang berkecimpung di bidang pengolahan rajungan ini meraih dana hasil IPO senilai Rp70 miliar pada Desember tahun lalu. Sekitar 28,10% dana hasil IPO atau Rp21 miliar akan digunakan untuk belanja modal perseroan. Rinciannya, 40% untuk pembelian peralatan untuk efisiensi biaya produksi, 20% renovasi pabrik, dan 40% untuk pembangunan fasilitas.

Adapun 71,90% dana IPO atau sekitar Rp49 miliar digunakan sebagai modal kerja perusahaan. Alokasi 80% dipakai untuk pembelian bahan baku, pembayaran utang, beban pemasaran, dan keperluan lainnya.
Selanjutnya sekitar 20% dari Rp49 miliar dialokasikan untuk uang muka pembelian daging rajungan dari nelayan.

PCAR juga berencana membantu pengadaan 70 kapal agar menjaga ketersediaan bahan baku dan menurunkan harga pokok produk. (Sri/JJ)