|
find us on : 
Home > MEGAPOLITAN > Polres Jakarta Barat Gagalkan Peredaran Narkotika Jenis Ganja Seberat 1,3 Ton

Polres Jakarta Barat Gagalkan Peredaran Narkotika Jenis Ganja Seberat 1,3 Ton

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 04 Januari 2018 | 20:45:27
dibaca | 3457 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja kering seberat 1,3 ton yang diangkut truk boks B 9337 TCD, di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Enam orang tersangka yang terlibat dalam peredaran itu turut ditangkap.

Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis mengatakan, Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis ganja di wilayah Lampung dan Jakarta. Ganja asal Aceh itu rencananya mau diedarkan di Jakarta.

"Jumlah barang bukti ganja yang berhasil diamankan kurang lebih 1,3 ton," ujar Idham, di Mapolres Metro Jakarta Barat, Kamis (4/1).

Dikatakan, ada enam tersangka yang berhasil ditangkap. Mereka atas nama Frengki Alexandro Siburian (31) sopir mobil boks; Yohanes Christian Natal (30) kernet; Ade Susilo (29) kernet; Rizki Akbar (27) pemberi perintah; Rocky Siahaan (34) perekrut; dan Gardawan (24) penerima barang.

"Jumlah tersangka yang telah diamankan enam orang dan masih dilakukan pengembangan gabungan dari jajaran Polres Metro Jakarta Barat bersama dengan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya," ungkapnya.

Ia menyampaikan, ada tiga orang tersangka lain yang masih buron. Antara lain berinisial MB selaku pengendali, BM dan IL pelaku yang memodifikasi truk boks. "Saya tidak buka dulu karena masih proses pengembangan," katanya.

Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi menuturkan, pengungkapan peredaran 1,3 ton ganja kering ini bermula dari pengembangan kasus yang ditangani Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat pada Maret 2017.

Kemudian, anggota melakukan penyelidikan dengan teknik surveilance dengan target tersangka Alexandro yang diduga mengangkut ganja 1,3 ton dari Aceh menuju Jakarta melalui jalur darat.

Setelah penyelidikan mendalam, anggota akhirnya menemukan titik terang dan berhasil menghentikan truk boks B 9337 TCD yang dikemudikan Alexandro di depan pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, Lampung, sekitar pukul 22.00, 31 Desember 2017.

"Anggota kemudian melakukan penggeledahan dan ditemukan ganja kering sebanyak 1.300 paket masing-masing seberat 1 kilogram yang disimpang di balik tumpukan arang kayu. Total barang bukti berjumlah 1,3 ton," katanya.

Sejurus kemudian, anggota melakukan pengembangan dan menangkap tersangka Rizky dan Rocky yang berperan sebagai pemberi perintah. Hengki menambahkan, anggota juga melakukan penangkapan terhadap tersangka Gardawan selaku penerima barang, di wilayah Tebet, Jakarta Selatan.

"Jaringan ini diduga merupakan sindikat narkoba yang mengedarkan sabu dan ganja antarprovinsi, dan sudah beberapa kali melakukan pengiriman," tandasnya.

Pada proses penangkapan, polisi juga menyita barang bukti satu mobil boks B 9337 TCD, mobil Toyota Innova B 8405 NI, delapan handphone, satu timbangan digital, dan 30 karung arang kayu.

Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 111 ayat 2 subsider Pasal 132 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup. (Bgs/JJ)