|
find us on : 
Home > MELITER > Usai ke Makam Pangsar Soedirman, Panglima TNI Ziarah ke Makam Adisutjipto dan Abd Saleh

Usai ke Makam Pangsar Soedirman, Panglima TNI Ziarah ke Makam Adisutjipto dan Abd Saleh

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 10 Desember 2017 | 17:19:51
dibaca | 2053 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Usai melaksanakan Ziarah ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S. IP., mengunjungi Monumen Ngoto atau yang sekarang dikenal sebagai Monumen Perjuangan TNI AU yang bertujuan sama seperti sebelumnya yaitu Ziarah ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman, kali ini Panglima TNI beserta staf jajaranya Ziarah ke Makam Agustinus Adisutjipto san Abdulrchaman Saleh, Yogyakarta, Minggu (10/12/17).

Dalam kunjungannya, Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengungkapkan bahwa Monumen Ngoto atau yang sekarang menjadi Monumen Perjuangan TNI AU di Dusun Ngoto, Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul merupakan tempat dimakamkannya Dua Pahlawan Nasional yakni Agustinus Adisutjipto dan Abdulrachman Saleh.

"Adisutjipto adalah penerbang yang pertama kali menerbangkan pesawat Cureng dengan logo Merah Putih di atas wilayah Yogyakarta pada 26 Oktober tahun 1945," ucapnya.

Diterbangkannya pesawat Cureng dengan logo Merah Putih untuk pertama kalinya di atas wilayah Yogyakarta pada 26 Oktober tahun 1945 menjadi tonggak sejarah penerbangan Indonesia dan memberikan pesan menjaga wilayah kedaulatan NKRI.

"Pagi ini, saya juga akan ke makam Beliau (Agustinus Adisutjipto), termasuk Bapak Abdulrachman Saleh yang merupakan Bapak Ilmu Faal yang meletakan pondasi-pondasi dengan tujuan menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI," tuturnya.

Monumen Ngoto atau Monumen Perjuangan TNI AU yang berlokasi di Dusun Ngoto, Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, merupakan lokasi jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA.

Akibat jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA, tiga Komodor Angkatan Udara Indonesia yakni Marsda TNI Anumerta Agustinus Adisutjipto, Marsda TNI Anumerta Prof Dr Abdulrachman Saleh, dan Opsir Muda Udara I Anumerta Adisumarmo Wiryokusumo gugur.

Peristiwa gugurnya tiga komodor Angkatan Udara Indonesia ini terjadi pada 29 Juli 1947 setelah dua Pesawat Kitty Hawk Belanda mengejar dan menembaki pesawat Dakota VT-CLA yang membawa obat-obatan bantuan Palang Merah Malaya untuk Indonesia.

Serangan membabi buta dua pesawat Belanda ini, membuat pesawat Dakota VT-CLA yang hendak mendarat di Pangkalan Udara Maguwo jatuh di Dusun Ngoto, Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul.

Penyerangan Dakota VT-CLA merupakan upaya balas dendam dari Belanda setelah AURI berhasil menyerang tangsi-tangsi Belanda di Salatiga dan Semarang dengan menggunakan tiga pesawat.

Serangan AURI ke tangsi-tangsi Belanda ini sebagai balasan agresi militer Juli 1947. Di agresi itu Belanda menyerang pangkalan udara yang dimiliki AURI. Hanya satu yang tidak diserang oleh Belanda yakni pangkalan Udara Maguwo, sebab saat itu tertutup kabut tebal.

Turut meninggal dunia akibat jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA setelah diserang oleh Belanda, yakni pilot pesawat dari Australia Alexander Noel, copilot dari Inggris Roy Hazelhurs, juru mesin Bhindaram, Noel Constantine dan Konsul Dagang RI di Malaya Zainal Arifin. (Bgs/JJ)