|
find us on : 
Home > MEGAPOLITAN > Pensiun Jadi Panglima, CSIS: Jenderal Gatot Tak Miliki Dukungan Politik Kuat Untuk Pilpres 2019

Pensiun Jadi Panglima, CSIS: Jenderal Gatot Tak Miliki Dukungan Politik Kuat Untuk Pilpres 2019

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 09 Desember 2017 | 21:11:58
dibaca | 2566 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Peneliti senior Centre for Strategic of International Studies (CSIS) J. Kristiadi memprediksi, posisi tawar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam dinamika politik "semakin murah". Pertimbangannya, segera menanggalkan posisinya sebagai petinggi militer.

"Pak Gatot itu populer, karena dia panglima. Kalau sudah tidak Panglima, tidak ada kekuatan apa-apa dia. Sebab, partai-partai juga pasti mementingkan kadernya," ujarnya di Jakarta, pada beberapa waktu yang lalu.

Menurut Kristiadi, Jenderal Gatot pada dasarnya tak memiliki dukungan politik kuat untuk tampil pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Partai pun bakal mempertimbangkan sosoknya, lantaran dianggap kontraversial.

Dasarnya, posisi sebagai Panglima pada dasarnya dilarang terlalu banyak "bergumul" dengan politik kekuasaan. Sementara, untuk tampil dalam politik praktis, instrumennya ialah partai.

Selain itu, sampai kini belum ada partai yang menawarkan kepada Jenderal Gatot untuk maju pada Pilpres 2019. Meski demikian, masih terbuka peluang baginya untuk diusung pada kontestasi "kotak suara" dua tahun lagi.

"Kemungkinan ada tawaran, bisa jadi. Karena, sipil kita ini inferior sama tentara dan polisi," pungkasnya. (Red/JJ)