|
find us on : 
Home > EKONOMI > Tingkatkan Kinerja Positif Berkelanjutan, Indika Energy Tuntaskan Akuisi Kideco

Tingkatkan Kinerja Positif Berkelanjutan, Indika Energy Tuntaskan Akuisi Kideco

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 08 Desember 2017 | 14:16:54
dibaca | 3097 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - PT Indika Energy Tbk. bersama anak perusahaan yang dimiliki penuh yaitu PT Indika Inti Corpindo (selanjutnya secara bersama-sama disebut Indika Energy) berhasil menuntaskan transaksi pembelian tambahan 45% saham PT Kideco Jaya Agung (Kideco) dari Samtan Co., Ltd. (Samtan) dan PT Muji Inti Utama (Muji).

Dengan terpenuhinya semua kondisi prasyarat yang diatur dalam Perjanjian Pembelian Saham serta diperolehnya persetujuan dari Pemerintah, Indika Energy resmi menjadi pemegang saham mayoritas di Kideco dengan total kepemilikan 91% saham, sementara Samtan mempertahankan kepemilikan 9% saham di Kideco.

Seluruh kondisi prasyarat yang ada di dalam Perjanjian Pembelian Saham, mulai dari persetujuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas perubahan kepemilikan saham, persetujuan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berupa izin prinsip perubahan penanaman modal asing, dan seluruh kondisi prasyarat administratif lainnya telah terpenuhi sepenuhnya.

"Kami sangat mengapresiasi dukungan Pemerintah melalui ESDM dan BKPM sehingga proses akuisisi ini dapat berjalan seperti yang
diharapkan," ujar Arsjad Rasjid, Direktur Utama dan CEO Grup Indika Energy, dalam keterangan tertulisnya, Jum'at (8/12/17).

Penutupan transaksi akuisisi ditandai dengan penandatanganan Akta Jual Beli oleh seluruh pemegang saham yang terlibat dalam transaksi jual-beli di hadapan notaris pada 6 Desember 2017. Sesuai Perjanjian
Pembelian Saham, pembayaran sebesar total US$ 517,5 juta juga telah dilakukan dalam proses penutupan
transaksi.

Seperti diketahui, akuisisi Kideco merupakan langkah penting bagi Indika Energy dan diharapkan dapat menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi Grup Indika Energy.

"Selama ini Kideco sudah menjadi kontributor terbesar atas kinerja Indika Energy. Sekarang dengan masuknya Kideco sebagai anak perusahaan terkonsolidasi, kami akan berupaya lebih mengoptimalkan nilai strategis dan sinergi dalam Grup," jelas Arsjad.

Momentum Kinerja Positif Terus Berlanjut Peningkatan aktivitas operasi anak-anak perusahaan dan naiknya harga batubara terus mendongkrak peningkatan kinerja Indika Energy.

Sepanjang kuartal III tahun 2017 (Q3 2017), Indika Energy berhasil
membukukan Pendapatan Q3 2017 US$ 694,7 juta, atau meningkat lebih dari 22% dibandingkan US$ 567,7 juta di periode yang sama tahun sebelumnya.

Faktor utama meningkatnya pendapatan diantaranya berasal dari pendapatan Tripatra yang meningkat 22,6% sebagai kontribusi pekerjaan engineering, procurement and construction (EPC) di beberapa proyek yang sedang berjalan.

Selain itu, pendapatan Petrosea juga meningkat 21,8% berkat bertambahnya bisnis kontrak pertambangan Laba Kotor Q3 2017 meningkat 53% menjadi US$ 86,3 juta dibanding US$ 56,3 juta di Q3 2016. Laba Usaha meningkat menjadi US$ 29,4 juta dibanding Rugi Usaha sebesar US$ 14,8 juta di Q3 2016.

Turunnya Beban Umum dan Administrasi Q3 2017 sebesar 20% menjadi US$ 56,9 juta dari US$ 71,1 juta di Q3 2016 juga membawa dampak positif.

Sementara itu, faktor penting dalam peningkatan laba Indika Energy dikontribusikan oleh Bagian Laba Bersih Entitas Asosiasi dan Pengendalian Bersama Entitas yang meningkat drastis sebesar 150% menjadi US$ 112,4 juta berkat kontribusi produsen batubara Kideco Jaya Agung yang mencatat perbaikan harga jual rata-rata.Hal ini terjadi seiring dengan bertambahnya kontribusi laba dari anak-anak perusahaan.

Hasilnya, Perseroan membukukan Laba yang Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar US$ 81,4 juta dibanding Rugi US$ 20,6 juta di Q3 2016.

"Kombinasi meningkatnya aktivitas operasi anak perusahaan, tingkat harga batubara, dan optimasi sinergi atas bergabungnya Kideco menjadi fondasi penting bagi Indika Energy untuk terus tumbuh secara berkelanjutan dan menguatkan posisi di rantai nilai bisnis energi," pungkas Arsjad. (Bgs/JJ)