|
find us on : 
Home > MELITER > Panglima TNI Sebut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto Cocok Untuk Hadapi Tahun Politik

Panglima TNI Sebut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto Cocok Untuk Hadapi Tahun Politik

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 06 Desember 2017 | 09:21:17
dibaca | 289 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengakui bahwa Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S. I.P., cocok untuk menjadi penggantinya sebagai Panglima TNI saat momentum periode tahun politik tiba.

"Pak Hadi cocok untuk menjadi Panglima TNI dalam tahun politik, itu harus sama-sama kita yakini. Presiden yang pakai (jasanya) kok," kata Panglima, di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (5/12).

Bagi Panglima, tantangan tugas bagi Panglima TNI baru adalah tahun politik, yakni tahun 2019, ketika Pemilu Presiden dan Pemilu Lagislatif berlangsung. Ia menilai tahun politik ke depan memiliki tantangan yang sangat tinggi dan memerlukan kesigapan yang tepat.

"Kita melihat bagaimana Pilkada atau Pilgub di DKI, begitu keras, tensinya tinggi, mengerahkan pasukan begitu banyak. Sekarang ini bukan hanya satu, ada 171 (Pilkada 2018), dan semua benar-benar berjuang, karena yang menentukan kepala daerah ini juga modal untuk Pileg dan Pilpres. Agak keras, ini yang perlu diantisipasi betul," jelas dia.

Gatot menyebut, Kepala Staf TNI Angkatan yang memenuhi syarat dalam menghadapi tahun politik itu secara masa dinas hanyalah Hadi Tjahjanto. Hadi, yang lahir di Malang, 8 November 1963, baru akan pensiun selepas tahun politik berlalu.

Pasal 13 UU TNI menyatakan, salah satu syarat calon Panglima TNI adalah yang pernah atau sedang menjabat sebagai Kepala Staf. Sementara, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi saat ini sudah berusia 57 tahun dan akan pensiun pada 2018, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono yang berumur 56 akan pensiun pada 2019.

"Kasau ini (aktif berdinas) sampai 2020, sehingga bisa memimpin TNI menghadapi tahun politik dengan lancar," lanjutnya.

Panglima menyebut, kesesuaian masa pensiun Panglima TNI baru dengan tahun politik itu sudah dipersiapkan pihaknya sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan militer. "Ini yang sudah dipersiapkan secara regenerasi. Penyiapan kader-kader yang disiapkan sejak awal," aku dia.

Regenerasi itu termasuk pendampingan pihaknya kepada Hadi dalam rangka menghadapi tahun politik. Beberapa hari terakhir, Gatot mengaku bertemu dengan Hadi setiap hari sembari menitipkan pesan, terutama terkait dengan tantangan tahun politik.

"Saya juga bersyukur bahwa Presiden telah menentukan pengganti saya, dan pengganti saya ini, seperti disampaikan, dipersiapkan untuk menghadapi tantangan tugas ke depan," tutup dia. (Red/JJ)