|
find us on : 
Home > MELITER > Kasau : Penegakkan Kedaulatan Udara Masih Hadapi Tantangan

Kasau : Penegakkan Kedaulatan Udara Masih Hadapi Tantangan

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 27 November 2017 | 20:23:17
dibaca | 3052 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Upaya mewujudkan TNI AU sebagai penegak kedaulatan negara di udara masih akan dihadapkan pada berbagai tantangan. Ketergantungan terhadap luar negeri dan di sisi lain masih terbatasnya kemampuan industri pertahanan dalam negeri, menjadi salah satu penyebabnya.

Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP mengatakan, dalam upaya meningkatkan kemampuan dukungan logistik, khususnya bidang perbekalan dan kesiapan dukungan suku cadang Alutsista, jajaran logistik TNI AU dituntut terus meningkatkan kinerjanya.

Keberadaan staf logistik TNI AU (Slogau) sebagai pihak yang bertangung jawab menjamin kesiapan pesawat-pesawat TNI AU dalam menjaga kedaulatan udara menjadi penting, terkait dengan tantangan yang sedang dihadapi TNI AU.

"Dalam upaya meningkatkan kemampuan dukungan logistik ke depan, perlu langkah konkret untuk memantapkan penyelenggaraan manajemen logistik, khususnya dibidang perbekalan dan kesiapan dukungan suku cadang Alutsista" kata Kasau dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Asisten Logistik (Aslog) Kasau Marsekal Muda (Marsda) TNI Yadi Husyadi saat membuka Rapat Kerja Teknis bidang Logistik TNI AU (Rakernisog) tahun 2017, di Mabesau, Cilangkap Jakarta, Senin (27/11).

Kasau minta di bidang pemeliharaan, agar tetap mengutamakan kemampuan Depo Pemeliharaan secara optimal. Selain itu, perlu juga memanfaatkan kemampuan fasilitas pemeliharaan instansi luar melalui peningkatan kerjasama dengan BUMN Industri Strategis di Indonesia.

Mengacu progres penerapan aplikasi Simak BMN yang menjadi ranah kerja bidang logistik, agar terus memberdayakan Satker atau instansi pengelola Simak BMN yang ada, karena keberhasilan kinerja TNI AU untuk mendapatkan penilaian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian salah satu tolok ukurnya adalah pengelolaan Simak BMN yang tertib administrasi dan akuntabel.

"Proses Logistik khususnya pengadaan barang dan jasa, hendaknya berorientasi kepada kebutuhan satuan pengguna dan tidak lepas dari semangat perubahan untuk mendukung program pemerintah yang bersih dan berwibawa" kata Kasau.

Rakernislog yang berlangsung sehari dimaksudkan untuk menyampaikan kebijakan pimpinan TNI AU khususnya di bidang logistik, evaluasi pelaksanaan tugas serta koordinasi langsung antar satuan untuk memadukan pola pikir dan pola tindak dalam memecahkan persoalan yang timbul.

Melalui Rakernislog, diharapkan TNI AU ke depan mampu mengantisipasi pembinaan dan dukungan logistik dengan lebih optimal. (Bgs/JJ)