|
find us on : 
Home > POHUKAM > Kasus AW-101, Panglima TNI Tepis Kabar POM TNI Panggil Paksa Mantan Kasau

Kasus AW-101, Panglima TNI Tepis Kabar POM TNI Panggil Paksa Mantan Kasau

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 23 November 2017 | 07:11:20
dibaca | 1000 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, kasus korupsi Helikopter AgustaWestland 101 (AW-101) akan terus bergulir sampai tuntas. Terlebih, Presiden Joko Widodo sudah meminta dirinya untuk mengejar terus para pelaku sampai tuntas.

"Waktu dulu ribut-ribut saya dipanggil Presiden. Beliau tanya, kira-kira berapa kerugian negara ya Pak Panglima? Saya jawab Rp 150 miliar Pak Presiden. Kemudian kata presiden, menurut perhitungan saya kok Rp 200 milliar lebih, kejar terus ya Panglima," kata Gatot usai menghadiri Malam Akrab Rakerpus dan Munas ke-15 Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (22/11) malam.

Gatot menilai, permintaan itu merupakan perintah dari Panglima Tertinggi TNI. Karena itu, dia akan menyelesaikan kasus ini sampai tuntas.

"Bahkan kepala jadi kaki pun saya lakukan agar berhasil," ujar Gatot

Jendral Gatot menjelaskan pihaknya telah mengadakan investigasi bersama KPK dan menegaskan bahwa POM TNI akan terus menyelidiki dan menyidik kasus ini.

"Karena Irfan (Direktur Utama PT Diratama Jaya Mandiri/DJM)) sudah diperiksa KPK, dari informasi inilah kita kembangkan POM melakukan penyelidikan, penyidikan, dan memanggil mantan KSAU untuk dimintai keterangan sebagai saksi," jelas Gatot.

Selain itu, Panglima TNI juga menunggu mantan KSAU Agus Supriatna memberikan keterangan kepada Polisi Militer.

Gatot menepis kabar POM TNI akan memanggil paksa mantan KSAU Marsekal (Purnawirawan) TNI Agus Supriatna. Gatot meyakini Agus akan datang tanpa paksaan.

"Ya, beliau ada kesibukan, kita tunggu saja. Mungkin setelah selesai sibuknya akan memberikan keterangan sebagai saksi. Saya pikir tidak pakai paksa-paksa beliau pasti sudah akan datang," tutup Gatot.

Sebelumnya, gugatan praperadilan dilayangkan oleh Direktur Utama PT DJM Irfan Kurnia Saleh dalam kasus dugaan korupsi pengadaan helikopter AW-101. Namun penetapan tersangka Irfan dianggap hakim telah sesuai dengan prosedur. (Bgs/JJ)