|
find us on : 
Home > OLAH RAGA > Main Tanpa Bogey, Benny Saingi Elki Di Puncak Leaderboard IGT Seri 7

Main Tanpa Bogey, Benny Saingi Elki Di Puncak Leaderboard IGT Seri 7

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 13 November 2017 | 21:20:49
dibaca | 352 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Putaran pertama Seri Ketujuh Indonesian Golf Tour (IGT) telah bergulir pada hari ini. Seri VII Indonesian Golf Tour (IGT) kali ini didukung Buma (PT Bukit Makmur Mandiri Utama), perusahaan yang memberikan berbagai servis kepada produsen batubara Indonesia. Berkat dukungan penuh Buma, Seri VII IGT menyediakan hadiah total Rp300 juta.

Buma Indonesian Golf Tour diikuti 115 pegolf. Sebanyak 25 peserta di antaranya adalah para pemain amatir.

Pertandingan putaran pertama ini tidak dapat diselesaikan sepenuhnya. Jadwal siang harus terhenti sementara akibat cuaca buruk pada pukul 15.00 WIB. Sebanyak 13 grup yang bermain pada jadwal siang pada hari ini masih harus melanjutkan permainan besok pagi pukul 06.15 WIB.

Untuk sementara, Benita Yuniarto Kasiadi memimpin putaran pertama Buma Indonesian Golf Tour dengan skor enam-di bawah par. Mencetak skor 66, Benita yang bermain di jadwal pagi bersama Joshua Andrew Wirawan dan Denny Wijaya ini bahkan mencatat hasil yang sempurna dengan tanpa bogey.

"Game plan di setiap hole berjalan sesuai rencana. Permainan saya makin solid dengan pukulan kedua dan putting saya yang bagus sekali hari ini. Ada beberapa hole memang miss birdie. Namun, tidak menghasilkan bogey," kata Benita, yang kini berusia 35 tahun.

Namun, Benita tidaklah sendiri. Ia didampingi Elki Kow yang terlebih dahulu berada di puncak leaderboard setelah mencatat skor yang sama dengan Benita. Elki yang kini berusia 24 tahun berhasil mengamankan posisinya di puncak setelah membukukan empat birdie di enam hole terakhir, menambah perolehan empat birdie yang dikurangi dua bogey di 11 hole sebelumnya.

"Pukulan saya baik hari ini. Tidak kesalahan fatal yang terjadi sehingga saya bisa membuat skor enam-di bawah par," kata Elki

Di belakang Benita dan Elki, Fajar Winnuryanto dan Jordan Surya Irawan hanya tertinggal satu pukulan. Dua pegolf ini tampil dengan performa terbaiknya. Fajar mengakui bahwa permainannya mengalami peningkatan setelah tampil dalam turnamen beregu internasional IGT-PGM Championship.

"Saya banyak belajar dari rekan-rekan pegolf pro Indonesia. Skor ini merupakan hasil pembelajaran ini. Saya pun lebih banyak berlatih keras, dan berupaya meminimalkan kesalahan. Saya cukup puas dengan hasil hari ini. Mudah-mudah besok tren positif ini terus berlanjut pada esok hari," jelas Fajar, yang juga mencatat skor tanpa bogey.

Sedangkan, Jordan yang baru kembali usai 'berlibur' dari turnamen pun menunjukkan performa bagus yang sempat hilang dalam beberapa IGT sebelumnya. "Saya dalam dua bulan ini tidak memegang stik golf dan absen dari berbagai turnamen. Saya memutuskan ini setelah menyadari bahwa pikiran saya sedang tidak sejalan dengan permainan saya sehingga merusak performa dalam beberapa turnamen," kata Jordan.

Karena itu, ia mengistirahatkan dahulu fisik dan pikirannya dari kompetisi golf. Hasilnya adalah lima-di bawah par dibukukan Jordan, yang dicetak dari dua eagle dan tiga birdie dikurangi dua bogey.

Sementara, untuk nominasi the Low Amateur, Jose Suryadinata sementara memimpin dari rekan-rekan amatir lainnya. Jose mencetak skor dua-di bawah par (70). Jose sementara bersanding dengan Pedro Limardo yang masih hars melanjutkan permainan esok hari karena cuaca buruk.

"Saya sedang kembali ke permaina terbaik saya setelah di dua turnamen terakhir saya tampil kurang bagus. Saya bersama ayah memperbaiki faktor mental saya yang kadang mempengaruhi permainan saya," jelas Jose, yang kini berusia 15 tahun. (Bgs/JJ)