|
find us on : 
Home > MELITER > Deputi Jakstra Bakamla RI Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke-72

Deputi Jakstra Bakamla RI Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke-72

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 10 November 2017 | 16:23:10
dibaca | 388 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Guna memperingati Hari Pahlawan Ke-72 bertema "Perkokoh Persatuan Membangun Negeri", Bakamla RI melangsungkan upacara pengibaran Bendera Merah Putih dipimpin Deputi Jakstra Irjen Pol Drs. Arifin M.H., di halaman Gedung Perintis Kemerdekaan Kantor Bakamla RI, Jalan Proklamasi No. 65, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/11/2017).

Selaku Inspektur Upacara, Irjen Pol Arifin membacakan amanat Menteri Sosial RI Hofifah Indar Parawansa, yang isinya mengajak masyarakat Indonesia, para patriot bangsa, mengingat kembali bagaimana perjuangan bangsa Indonesia dari berbagai ras, suku, agama dan budaya, bersatu mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Dikatakannya, Bung Karno pernah menegaskan, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya karena tanpa pengorbanan dan perjuangan pahlawan, tidak akan ada gagasan besar untuk mendirikan sebuah negara bernama Republik Indonesia.

"Kita dapat mengambil pelajaran dari api perjuangan para pendahulu kita, api yang menjadi suasana kebatinan dan pelajaran moral bagi kita semua, api yang memicu terbangunnya persatuan Indonesia menciptakan harapan dan pengorbanan."

Melalui amanat tersebut, Mensos juga mengingatkan kembali pada jiwa Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, dimana seluruh pemuda Indonesia meluluhkan ego-ego kedaerahan, kelompok, ras dan golongan untuk menyatakan dan berikrar bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa Indonesia dan berbahasa Indonesia.

Patut juga untuk diteladani para tokoh yang berperan penting dalam persatuan bangsa seperti Johannes Leimena, pemuda Ambon yang mengkosolidasi pemuda Kristen, meninggalkan partikularitas dan menjadi satu bagian dari Bangsa Indonesia, K.H. Wahab Hasbullah melahirkan syair menggetarkan Yaa Ahlal Wathan atau Patriot Bangsa dan R.A. Kartini yang memberi pendidikan modern dan kebangsaan bagi rakyat nusantara.

"Dalam era kemajuan global seperti ini, negara-negara Asia dianggap sebagai kutub baru kemajuan peradaban dunia. Oleh karena itu, persatuan Indonesia bukan hanya sebuah imperatif yang harus kita rawat, tetapi sebuah prasyarat bagi kita menjadi bagian dari kekuatan yang tengah tumbuh, 'The Rising Force' bersama dengan bangsa lain yang disorot kemajuan untuk menjadi menara-menara baru pembawa obor kemanusiaan", demikian akhir pidato Mensos yang disampaikan oleh Deputi Jakstra.

Amanat ini sekaligus sebagai pengingat pula bagi seluruh jajaran pimpinan Bakamla RI, pejabat Pokja, serta seluruh pegawai Bakamla RI yang hadir untuk tidak berhenti menyalakan harapan yang dapat membuka segenap potensi, vitalitas dan daya hidup dalam mencapai visi transformatif Presiden Joko Widodo untuk terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. (Bgs/JJ)