|
find us on : 
Home > MELITER > Panglima TNI : Dokter Merupakan Ujung Tombak Dalam Menjaga dan Membangun Indonesia

Panglima TNI : Dokter Merupakan Ujung Tombak Dalam Menjaga dan Membangun Indonesia

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 09 November 2017 | 16:19:42
dibaca | 415 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Dokter merupakan ujung tombak dalam menjaga dan membangun Indonesia dengan bertindak tidak hanya sebagai agen pelayanan kesehatan, namun juga sebagai agen perubahan, agen pembangunan serta agen pertahanan

Hal tersebut disampaikan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam acara Seminar Nasional antara TNI dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Kamis(9/11/17)

Panglima TNI dengan didampingi oleh Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Prof. Dr. Ilham Oetama Marsis, Sp.OG dan Kepala Pusat Kesehatan TNI (Kapuskes TNI) Mayjen TNI Ben Yura Rimba, MARS membuka seminar tersebut dengan tema "Ketahanan Kesehatan Global Dalam Perspektif Pertahanan Negara"

Panglima TNI menegaskan bahwa IDI berperan sangat strategis dalam mewujudkan ketahanan nasional.

Dalam paparanya, Panglima TNI menjelaskan, saat ini penduduk dunia sudah mencapai 7.577.667.445 miliar sedangkan kapasitas bumi hanya mencapai 3 sampai 4 miliar, oleh sebab itu dampaknya setiap hari anak meninggal dunia 41.095 anak (15 juta/th).

"Kita patut mewaspadai adanya ancaman senjata biologis massal yang diciptakan untuk melumpuhkan negara lain dan berpotensi menciptakan epidemi," kata Panglima.

Menurutnya, kemajuan teknologi komunikasi dan transportasi mengakibatkan percepatan perpindahan barang jasa dan manusia. Posisi geografis Indonesia tepat berada di persimpangan lalu lintas dunia menyebabkan ancaman wabah penyakit tropis dan infeksi sangat tinggi.

"Ancaman penyakit dari suatu negara bisa menjadi ancaman global dalam hitungan menit. Masih segar dalam ingatan kita kejadian kasus MERS dan flu burung yang menjadi ancaman global beberapa saat yang lalu," ucap Gatot.

Gatot memastikan TNI siap digerakkan apabila terjadi musibah massal yang datang tiba-tiba dan tidak mudah diprediksi. TNI akan mengoptimalkan peran Babinsa sebagai mata dan telinga TNI di seluruh Indonesia.

"Apabila terjadi sesuatu peristiwa di masyarakat, maka Babinsa akan berkoordinasi dengan Babinkamtibnas, kepala desa, lurah, serta puskesmas untuk membeirkan pertolongan pertama." pungkas Panglima TNI

Dalam seminar tersebut dilaksanakan juga penyematan PIN Agen Pertahanan pada seluruh peserta seminar sebagai bentuk komitmen dalam menjaga negara dari ancaman kesehatan global. (Bgs/JJ)