|
find us on : 
Home > EKONOMI > PT Indika Energy Sukses Tetapkan Obligasi Bertenor 7 Tahun

PT Indika Energy Sukses Tetapkan Obligasi Bertenor 7 Tahun

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 03 November 2017 | 19:05:29
dibaca | 451 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - PT Indika Energy Tbk. (Indika Energy) telah sukses menetapkan harga obligasi bertenor 7 tahun (Obligasi 2024) dengan nilai pokok US$575 juta yang akan digunakan sebagai salah satu sumber pendanaan pembelian tambahan 45% saham PT Kideco Jaya Agung (Kideco) pada 2 November 2017.

Dengan kupon 5,875% dan imbal balik penawaran kembali (reoffer yield) sebesar 6,125%, Obligasi 2024 ini tercatat sebagai obligasi dengan rekor kupon terendah dalam sejarah obligasi yang pernah diterbitkan oleh perusahaan pertambangan di Indonesia dan juga dibandingkan obligasi imbal balik tinggi (high yield bonds) bertenor 7 tahun di Asia. Sambutan pasar menegaskan kepercayaan investor global terhadap langkah strategis Indika Energy di tengah perbaikan industri batubara.

Transaksi ini merupakan penerbitan obligasi kedua kalinya yang dilakukan oleh Indika Energy pada tahun 2017.

Pada April lalu, Indika Energy menerbitkan obligasi bertenor 5 tahun (Obligasi 2022) dengan nilai pokok US$265 juta dan kupon 6,875%. Dengan kata lain, Obligasi 2024 memiliki kupon lebih rendah 1% jika dibandingkan Obligasi 2022.

Tidak hanya itu, dengan nilai pokok US$575 juta, Obligasi 2024 juga menjadi salah satu obligasi terbesar yang diterbitkan perusahaan swasta di Indonesia sejak tahun 2010. Moody's saat ini memberi peringkat B2 pada Obligasi 2024 dan sedang mengkaji untuk potensi kenaikan peringkat menjadi Ba3 pasca penutupan transaksi pembelian saham Kideco. Sejalan dengan itu, Fitch Ratings memberi peringkat B- dengan potensi kenaikan peringkat menjadi B+.

Sambutan Pasar Sangat Baik Penawaran Obligasi 2024 disambut sangat baik oleh pasar global yang terbukti dengan tingginya permintaan dari beragam investor. Total permintaan yang terakumulasi dalam orderbook pada saat penetapan harga (pricing) berasal dari sekitar 250 rekening dengan nilai mencapai lebih dari US$3,5 miliar atau 6,1 kali lipat.

Berdasarkan alokasi akhir, Obligasi 2024 ini dilepas sejumlah 50% untuk pasar Asia, 29% untuk Amerika Serikat, dan 21% untuk Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Berdasarkan tipe investor, manajer investasi menyerap sebesar 92%, bank atau private bank 7%, dan dana pensiun atau asuransi mengambil alokasi 1%

Direktur Utama dan CEO Grup Indika Energy, Arsjad Rasjid, mengatakan "Tingginya permintaan atas obligasi Indika Energy adalah bukti kepercayaan dan dukungan komunitas investor global atas strategi bisnis kami yaitu pembelian tambahan 45% saham Kideco yang akan meningkatkan porsi kepemilikan Indika Energy menjadi 91%," jelasnya.

Transaksi pembelian saham Kideco diharapkan selesai pada akhir November 2017 dengan pemenuhan syarat dan kondisi serta diperolehnya persetujuan dari pemerintah.

"Transaksi ini menempatkan Indika Energy dalam posisi yang lebih baik lagi untuk merealisasikan visi menjadi perusahaan Indonesia yang berkomitmen memenuhi kebutuhan-kebutuhan prioritas nasional, dimana saat ini sektor energi menjadi prioritas utama," tambahnya.

Obligasi ditawarkan dan dijual secara pribadi kepada individu: (i) pembeli institusional di dalam wilayah Amerika Serikat yang memenuhi syarat yang tercantum di Rule 144A dalam U.S. Securities Act of 1933 yang telah diamandemen (Securities Act) dan pembeli yang memenuhi syarat sesuai definisi Section 2(a)(51) dalam U.S. Investment Company Act of 1940, dan (ii) investor di luar wilayah Amerika Serikat yang tunduk pada Regulation S dalam Securities Act.

Obligasi tidak ditawarkan atau dijual melalui penawaran umum seperti yang diatur dalam Undang-Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal. Penawaran diharapkan akan ditutup pada 9 November 2017, tergantung pada kondisi penutupan pada umumnya.

Indika Energy berencana mendaftarkan Obligasi 2024 di Singapore Exchange Securities Trading Limited (SGX-ST). Masuknya Obligasi 2024 ke dalam daftar resmi SGX-ST tidak dapat digunakan sebagai indikasi terhadap kualitas penawaran obligasi yang dilakukan, obligasi itu sendiri, maupun Indika Energy. (Red/JJ)