|
find us on : 
Home > LIPUTAN KHUSUS > Marsekal TNI Hadi Tjahjanto Calon Kuat Panglima TNI

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto Calon Kuat Panglima TNI

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 18 Oktober 2017 | 20:42:13
dibaca | 703 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Wacana pergantian Panglima TNI kembali mengemuka ke publik. Hal tersebut berkaitan dengan Jenderal Gatot Nurmantyo yang sebentar lagi akan segera memasuki masa persiapan pensiun Maret 2018. Sementara itu dalam setahun terakhir ini gerbong regenerasi di tubuh TNI memang bergerak lamban. Figur-figur jenderal muda masih banyak yang belum diberi kepercayaan untuk menduduki posisi strategis.

Dari berbagai sumber menyebut bahwa Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto paling berpeluang menduduki posisi Panglima.

Pengamat militer Asri Hadi MA mengatakan, jika mengacu pada pasal 13 ayat 4 Undang-undang nomor 34 tahun 2004, posisi calon Panglima TNI bisa dijabat secara bergantian oleh Perwira Tinggi aktif dari tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

"Dengan begitu, terdapat tiga nama yang kini tengah menjabat Kepala Staf Angkatan, yakni KasadJenderal TNI Mulyono, Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Kasal Laksamana TNI Ade Supandi," ujar Asri Hadi saat dihubungi di Jakarta.

Dari ketiga perwira tinggi bintang empat tersebut, lanjut Asri, yang paling berpeluang menduduki jabatan Panglima TNI adalah Marsekal Hadi Tjahjanto. "Pertimbangan teknisnya karena dari ketiga jenderal bintang empat ini yang paling muda adalah Pak Hadi, kalau Pak Jenderal Mulyono angkatan 1983, pak Ade juga angkatan 83 usia beliau sudah 57 tahun dan juga akan memasuki masa pensiun," ujar dosen Sespim dan Sesko TNI ini.

Ada juga nama Laksamana Madya TNI Dr. Didit Herdiawan Ashaf. Namun jenderal bintang tiga kelahiran Surabaya ini juga sudah masuk perwira tinggi senior. "Beliau angkatan 1984 dan usianya sudah 56 tahun," kata Asri yang merupakan alumni FISIP UI 1984 ini.

"Nah kalau Marsekal Hadi Tjahjanto beliau lulusan AAU tahun 1986 masih muda, usianya 53 tahun, juga track rekord nya sangat bagus pernah menjabat Sekretaris Militer Presiden dibawah pak Presiden Jokowi, jadi beliau paham betul visi dan misi Presiden," kata dosen sejumlah sekolah TNI dan Polri ini.

Marsekal Hadi Tjahjanto, lanjut Asri juga lulusan sekolah penerbang tahun 1987 dan pernah menjabat di posisi strategis.

Dimata Asri, Marsekal Hadi Tjahjanto adalah sosok jenderal yang cerdas, mampu merangkul semua pihak dan smooth. "Jadi cocok lah kalau beliau jabat Panglima TNI," tegas pria jebolan Master dari Universitas di Australia.

Berbagai jabatan strategis pernah diemban Marsekal Hadi Tjahjanto. Beliau pernah memimpin pendidikan penerbang sebagai Komandan Flight Skadron Pendidikan 101 Pangkalan Udara Adi Soemarno tahun 1997. Kemudian, tahun 1998, Hadi menjadi Kepala Seksi Bingadiksis Dispers Lanud Adi Soemarno.

Selanjutnya, pada tahun 1998, ia menjabat sebagai Komandan Batalyon III Menchandra Akademi TNI. Setahun kemudian, tahun 1999, menjadi Instruktur Penerbangan Lanud Adi Sucipto. Memasuki tahun 2000 dipercaya menjadi Kepala Seksi Keamanan dan Pertahanan Pangkalan Dinas Operasi Lanud Adi Sucipto.

Tahun 2001, Hadi menjadi Komandan Satuan Udara Pertahanan Komando Operasi Angkatan Udara I. Kemudian, tahun 2004, Hadi menjabat sebagai Kepala Departemen Operasi Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara. Berikutnya, dia menjabat sebagai Kepala Dinas Personel Lanud Abdulrachman Saleh tahun 2006, dan Kepala Sub Dinas Administrasi Prajurit Dinas Administrasi Persatuan Angkatan Udara tahun 2007.

Pada tahun 2010, Hadi menduduki posisi sebagai Komandan Pangkalan Udara Adisumarmo. Setahun kemudian, dia menjabat tugas di luar TNI AU menjadi Perwira Bantuan I/Rencana Operasi TNI dan Sekretaris Militer Kementerian Sekretaris Negara.

Dua tahun setelah itu, Hadi berpangkat Kolonel dan dipercaya menjadi Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional. Dua bulan menjabat Kepala Dinas Penerangan TNI AU (2013-2015), Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, pada Juli 2015, Hadi ditugasi menjadi Sekretaris Militer Presiden Republik Indonesia Presiden Joko Widodo dan pangkatnya naik menjadi Marsekal Muda. Pada bulan November 2016, Hadi sempat dilantik menjadi Irjen Kementerian Pertahanan.

Terkait isu penggantian Panglima TNI, menurut Asri Hadi, kabar tersebut bukan hal yang luar biasa. "Jika memang berita itu benar, ya ndak apa-apa, nggak ada yang perlu diherani, Itu kan hak prerogatif Presiden sebagai Kepala Negara mengangkat Panglima TNI, dan ini juga bagian dari rotasi dan regenerasi di tubuh TNI," katanya.

"Setelah sekian lama itu hal biasa, sudah seharusnya ada rotasi. Panglima TNI yang sekarang ini kan juga sudah mau memasuki masa menjelang pensiun. Jadi, tidak ada masalah jika melakukan rotasi sekarang," kata Asri.

Dan Asri juga mendukung penuh jika Presiden memberikan kepercayaan posisi Panglima TNI kepada Angkatan Udara. "Dalam aturan TNI, harusnya ada rotasi dari setiap matra untuk jabatan panglima. Sehingga, untuk periode selanjutnya, jabatan tersebut diberikan pada Matra Udara. Kan sudah dua kali dijabat matra darat, nah mungkin ke depan diberikan kepercayaan kepada matra udara biar ada keadilan," kata Asri.

Selain itu, Asri berpendapat bahwa jika nantinya jabatan panglima diduduki oleh Angkatan Udara, maka cita-cita Jokowi untuk memperkuat maritim Indonesia dapat tercapai dengan baik. (Bgs/JJ)