|
find us on : 
Home > PENDIDIKAN > Universitas Indraprasta PGRI Mengelar Wisuda Ke-58

Universitas Indraprasta PGRI Mengelar Wisuda Ke-58

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 12 Oktober 2017 | 07:21:37
dibaca | 739 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) kembali mengelar wisuda yang ke-58

Rektor Unindra Prof. Dr. sumaryoto dalam sambutannya mengatakan, wisuda ke- 58 ada 1.032 yang dilantik, terdiri dari 874 program S1 dan 158 program S2, jumlah mahasiswa Unindra memang terus melonjak, dan sejak 2013 telah mencapai 35 ribu. Ia mengakui, hal tersebut merupakan fenomena yang menggembirakan, namun juga menjadi tantangan berat dan menantang.

"Ini fenomena yang menggembirakan, tapi juga jadi sesuatu yang cukup berat dan menantang, terutama berkaitan dengan pengadaan dosen, karena kita terikat dengan peraturan pemerintah tentang rasio dosen. Dosen Unindra memang sebagian besar dosen yunior, dosen yang baru direkrut, masih pemula. Masih sedikit dosen senior, apalagi bergelar guru besar/ profesor", ujarnya saat mewisuda ke-58 Unindra di TMII, Jakarta, Rabu (11/10).

Lebih lanjut Sumaryoto menjelaskan dengan usaha keras yang tidak lelah, maka setahap demi setahap, dosen dosen Unindra sudah mencapai status profesional. "Sudah menjadi dosen yang terakreditasi, punya kompetensi untuk mengajar walaupun masih yunior", imbuhnya.

Dalam kiprahnya, Unindra juga tidak hanya bergulat dengan masalah internal tapi juga berupaya memberikan kontribusi kepada pihak lain. "Dalam waktu dekat ini, Unindra dalam program abdimas, tengah memperjuangkan nasib kawasan hutan lindung di kabupaten Kubu Selatan. Ini suatu bukti bahwa Unindra tidak hanya berfikir tentang dirinya, tapi juga peduli dengan masyarakat.

"Baru baru ini mahasiswa juga mendapat prestasi sangat menggembirakan, yaitu program studi matematika, yang menjadi juara II, yang hanya dibawah ITB, yaitu Calculus Cup. Ini juga suatu bukti bahwa Unindra dalam kondisi yang memang dikelas menengah ke bawah, karena kami mengentaskan, tapi bisa berkiprah secara akademik di jajaran perguruan tinggi yang ternama", sambung Sumaryoto.

Kepada calon wisudawan, Sumaryoto berpesan, gelar sarjana dan magister hendaknya dapat menjadi modal awal untuk berkiprah ditengah masyarakat. "Karenanya tetaplah optimis, tidak perlu was was atau nervous menghadapi kondisi saat ini. Bisa jadi pengusaha karena selama kuliah sudah dibekali kewirausahaan,"' pesannya.

Sementara Kepala Kelembagaan & Sistem Informasi Kopertis Wilayah III DKI Jakarta, Budi Heri Pancasilawan SH juga mengingatkan, saat ini pendidikan tinggi Indonesia masih berjuang mengejar ketertinggalan terutama dalam menghasilkan riset dan karya inovatif.

Karenanya kepada wisudawan ia berpesan, agar tidak berpuas diri, dan terus mengembangkan pengetahuan, dan berkarya mengamalkan ilmu yang sudah diperoleh di kampus untuk kepentingan masyarakat. "Siapkan diri selalu menghadapi berbagai tantangan kedepan", ujarnya.(bgs/JJ)