|
find us on : 
Home > EKONOMI > Sektor Infrastruktur Lemah, IHSG Turun Menjadi 5.882

Sektor Infrastruktur Lemah, IHSG Turun Menjadi 5.882

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 11 Oktober 2017 | 18:57:37
dibaca | 559 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Seharian mengalami tekanan, pasar saham Indonesia sore ini berakhir di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 22 poin atau 0,39% menjadi 5.882.

IHSG ditutup dengan 147 saham menguat, 185 saham melemah, dan 112 saham stagnan. Pada penutupan perdagangan hari ini, transaksi perdagangan tercatat Rp7,15 triliun dari 6,88 miliar lembar saham diperdagangkan.

Indeks LQ45 turun 6 poin atau 0,62% menjadi 976, Jakarta Islamic Index (JII) melemah 6,5 poin atau 0,68% ke 729, indeks IDX30 turun 3,49 poin atau 0,65% ke 533 dan indeks MNC36 turun 1,3 poin atau 0,4% ke 334.

Sektor-sektor penggerak IHSG mayoritas melemah, dengan sektor infrastruktur turun lebih dari 1%. Sementara sektor tambang, aneka industri dan keuangan tercatat masih mampu bergerak di zona hijau.

Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp3.050 ke Rp74.000, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun Rp40 ke Rp2.160, saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun Rp60 ke Rp750.

Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp225 ke Rp13.100, saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) naik Rp4 ke Rp344, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp100 ke Rp15.150. (Sri/JJ)