|
find us on : 
Home > HIBURAN > Usung Tema 'Bhinneka dan Berkarya' Jakarta Fashion Week 2018 Siap Digelar

Usung Tema 'Bhinneka dan Berkarya' Jakarta Fashion Week 2018 Siap Digelar

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 11 Oktober 2017 | 13:52:39
dibaca | 271 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Pekan peragaan busana Jakarta Fashion Week (JFW) akan kembali digelar, dan tahun ini memasuki gelarannya yang kesepuluh.

Mengusung tema "Bhinneka dan Berkarya", Lenny Tedja, selaku Direktur JFW menuturkan akan ada sesuatu yang spesial dalam gelaran JFW 2018.

"Yang spesial kali ini akan ada parade desainer, muse, dan partner. Bertambah tahun, bertambah juga cerita sukses dan partner internasional kami," katanya pada di sela konferensi pers di Fashionlink, Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).

Beberapa negara telah tercatat sebagai partner JFW antara lain, Australia, Swedia, India, Inggris, Korea Selatan, dan Jepang.

"Untuk Thailand, mereka absen dulu karena masih berkabung. Kalau China, mereka juga ada acara China Fashion Week, jadi belum bisa gabung," jelasnya.

Sementara itu, mungkin tema Bhinneka dan Berkarya dianggap lebih mengusung tema keragaman Indonesia berupa kain-kain tradaisional, siluet pakaian adat atau motif etnik. Namun, Lenny menegaskan 'bhinneka' yang ingin ditekankan di JFW adalah spiritnya. JFW 2018 akan menghadirkan banyak kolaborasi antara desainer tanah air dan desainer mancanegara.

"Bocorannya, nanti desainer Novita Yunus akan berkolaborasi dengan seorang desainer dari India. Kalau tidak salah, desainer India ini lebih pada desain scraf," ujar Lenny.

Selain itu, JFW akan menghadirkan Chris Rai Lin, seorang desainer Ausralia yang dua tahun berturut-turut menjadi nominator International Woolmark Prize. Ajang pretisius ini telah melahirkan insan-insan jenius bidang fashion, seperti Yves Saint Laurent dan Karl Lagerfeld.

Selama ini industri fashion lekat dengan busana perempuan, tapi kini tampaknya busana pria alias men's wear kian dilirik. Lin yang seorang desainer busana pria pun diharapkan bakal jadi inspirasi bagi para desainer tanah air.

"Jadi biar mata para desainer (tanah air) terbuka. Bisa jadi inspirasi, saling bertukar ide. Nantinya desainer yang memang punya koleksi men's wear, bakal dipamerkan juga di JFW," tambah Lenny.

JFW 2018 akan diselenggarakan pada 21 - 27 Oktober 2017, di Senayan City. Sebanyak kurang lebih 70 fashion show akan digelar dengan melibatkan 150-200 desainer. Lenny berkata, sekitar 75 persen desainer yang terlibat merupakan desainer-desainer baru, muda dan berbakat.

"Sekitar 25 persen itu desainer senior mereka yang sudah lama seperti Obin, Ali Charisma, Agus T Susastro," pungkasnya. (Dit/JJ)