|
find us on : 
Home > EKONOMI > Daya Saing Kawasan Industri Tergantung Infrastruktur dan Harga Lahan

Daya Saing Kawasan Industri Tergantung Infrastruktur dan Harga Lahan

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 01 Agustus 2017 | 10:13:09
dibaca | 424 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - SURABAYA - Dengan adanya ketersediaan infrastruktur dan harga lahan yang kompetitif akan bisa menentukan daya saing kawasan industri.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto
"Keunggulan kawasan industri tergantung dengan infrastruktur dan harga, karena kita bersaing dengan kawasan industri di negara lain, terutama di ASEAN," kata, di Surabaya, Selasa (1/8).

lebih lanjut Menperin mangatkan, adanya peningkatan potensi kawasan industri ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor industri sebagai penggerak utama pembangunan ekonomi nasional.

Untuk itu, menurut Airlangga, pembangunan kawasan industri perlu peningkatan konektivitas antar infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, dan jalur kereta api.

"Terpenting juga adalah infrastruktur energi, yakni gas dan listrik," imbuh Airlangga.

Mestinya ditetapkan pedoman referensi harga jual atau sewa kaveling bangunan di kawasan industri. Langkah penentu tersebut bisa terlaksana dengan kerja sama yang sinergi antara pengelola kawasan industri bersama pemerintah pusat dan daerah serta pemangku kepentingan terkait.

"Penguatan daya saing kawasan industri juga dipacu melalui peningkatan kapasitas tenaga kerja. Oleh karena itu, kami tengah memfasilitasi pembangunan politeknik dan akademi komunitas di kawasan industri khususnya luar Jawa," papar Airlangga.

Menperin menjelaskan, pembangunan kawasan industri merupakan salah satu upaya pemerintah mengurangi ketimpangan ekonomi dalam negeri untuk mewujudkan Indonesia Centris.

"Pemerintah telah menetapkan sebanyak 23 kawasan industri masuk daftar proyek strategis nasional sehingga pengembangannya diprioritaskan," ujarnya.

Hingga saat ini, total kawasan industri yang terus didorong pembangunannya sebanyak 27 kawasan industri, di mana delapan kawasan industri sudah mulai beroperasi, sembilan kawasan industri masih tahap konstruksi, dan sisanya 10 kawasan industri sedang dalam penyelesaian perencanaan.(dt/JJ)