|
find us on : 
Home > PERTAMBANGAN > Jonan Lakukan Kuker ke AS, Bahas Pengelolaan Blok South Jambi B

Jonan Lakukan Kuker ke AS, Bahas Pengelolaan Blok South Jambi B

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 26 Juli 2017 | 10:18:27
dibaca | 1963 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Guna mendorong peningkatkan investasi perusahaan-perusahaan sektor energi dan sumber daya mineral Amerika Serikat (AS), khususnya perusahaan minyak dan gas bumi (migas) yang beroperasi di Indonesia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Senin (24/7) hingga Rabu (26/7) kemarin, melakukan kunjungan kerja ke Houston, AS.

Sumber berita dari Antara. Jonan mengawali kunjungan kerja terdebut dengan bertemu CEO ConocoPhillips Ryan Lance. Pertemuan tersebut antara lain membicarakan kelanjutan pengelolaan Blok South Jambi B yang kontraknya akan habis pada tahun 2020.

Pada kesempatan itu, Menteri ESDM meminta kepada ConocoPhillips untuk segera mengajukan proposal pengelolaan Blok tersebut dengan opsi berpartner dengan Pertamina atau perusahaan lainnya.

Sementara itu ConocoPhillips akan segera menyampaikan kepada Menteri ESDM setelah melakukan pembahasan internal termasuk membahas masalah keekonomian.

Seperti diketahui, kegiatan produksi ConocoPhillips di Indonesia meliputi Blok Koridor (Sumatera Selatan), Blok South Jambi B (Sumatera Bagian Selatan) dan Blok Kualakurun (Kalimantan Tengah).

Pada hari yang sama, Menteri Jonan juga bertemu President & CEO Baker Hughes, Lorenzo Simonelli.

Baker Hughes (GE Company) adalah perusahaan fullstream (memiliki solusi upstream, midstream dan down stream) pertama di dunia yang mengedepankan biaya produksi per-barel yang murah dengan teknologi canggih, hingga peningkatan efisiensi dan safety process untuk refinery maupun petrochemical plants.

Dalam pertemuan tersebut Presiden GE menawarkan teknologi untuk kegiatan hulu migas antara lain pengurangan cost drilling, dengan memanfatkan teknologi digital melalui solusi IntelliStream.

Selain itu, beberapa teknologi lain dikenalkan untuk membantu Enhanced Oil Recovery (EOR) pada beberapa lapangan migas di Indonesia.

Selain itu, GE juga menawarkan teknologi barge power plant dengan solusi komprehensif yang meliputi infrastruktur gas (milk-run konsep) untuk pulau-pulau dengan rasio elektrifikasi yang masih rendah seperti Papua.

Pada kesempatan tersebut juga ditawarkan kepada GE untuk turut serta dalam pengembangan panas bumi di Indonesia.

Selanjutnya, pada hari Selasa waktu setempat, Menteri ESDM dijadwalkan bertemu Jeff Shellebarger (President, Chevron North America Exploration and Production) dan Mary Boroughs (President, Chevron Environmental Management Company) di Chevron Headquarter.

Pembahasan berfokus kepada pengembangan sumber daya migas unconventional oleh Chevron di Amerika Serikat, penerapan teknologi lanjutan EOR yang digunakan untuk meningkatkan produksi minyak di lapangan migas tua serta target dan realisasi program kerja drilling & completion.

Menteri ESDM juga dijadwalkan akan mengunjungi Drilling & Completions Decision Support Center milik Chevron.@red-rn.(ant/JJ)