|
find us on : 
Home > PERTAMBANGAN > H-7 Idul Fitri, SPPN Pastikan Kelancaran Distribusi BBM

H-7 Idul Fitri, SPPN Pastikan Kelancaran Distribusi BBM

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 18 Juni 2017 | 20:50:11
dibaca | 514 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Memasuki minggu terakhir Ramadhan, PT Pertamina Patra Niaga (PN) memastikan keamanan dan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di berbagai daerah, khususnya SPBU dan jalur mudik.

Persiapan yang dilakukan antara lain dengan membentuk satuan tugas (Satgas) dan mulai tanggal 10 Juni 2017 hingga 10 Juli 2017 . Untuk memastikan kelancaran operasional yang melibatkan awak mobil tanki (AMT) karyawan PT Garda Utama Nasional, PT Ceria Utama Abadi, PT Absolute Service, PT Prima Perkasa Mandiri, PT Ardina Prima, dan PT Cahaya Andika Tamara, selaku Perusahaan Pemborong Pekerjaan Pengangkutan (4P) di area operasional distribusi BBM Pertamina Patra Niaga.

Upaya lain yang dilakukan PN untuk menjamin kelancaran dan keamanan distribusi BBM selama Idul Fitri 2017 adalah bekerjasama dengan TNI/Polri dan pihak terkait, serta mempersiapkan strategi alih suplai antar TBBM untuk memenuhi ketersediaan BBM bagi masyarakat.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya potensi gangguan operasional yang menghambat dan mengganggu pasokan BBM nasional bagi masyarakat luas.

"Dengan program SATGAS SIAP, kami menjamin kelancaran distribusi BBM bagi masyarakat, khususnya SPBU di jalur padat mudik," jelas Rudy.

PT Pertamina (Persero) telah memastikan stok BBM di atas 20 hari dari kebutuhan normal, sementara PT Pertamina Patra Niaga mengelola sistem distribusi BBM dan memastikan perusahaan 4P menyiapkan karyawannya yang ditugaskan sebagai AMT di seluruh wilayah distribusi yang siap dan handal.

Selain dari kesiapan AMT, tim SATGAS SIAP Pertamina Patra Niaga juga menjamin Mobil Tangki yang dipergunakan dalam kondisi siap beroperasi.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan ancaman kelangkaan BBM karena Pertamina Patra Niaga dan induk perusahaannya PT Pertamina (Persero) mendapat penugasan negara dalam menjamin kelancaran distribusi BBM.


Sementara Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria, mengucapkan, ancaman mogok kerja harus disikapi secara cerdas dan bijak oleh patra niaga.

"Kasus pemogokan di patra niaga ini sdh pernah terjadi beberapa kali namun tidak terbukti mengganggu distribusi bbm pertamina. Jadi, walau ada ancaman mogok dari siapapun, yang penting pertamina patra niaga tetap mampu melakukan distribusi bbm seperti biasa," ucapnya.

Ancaman mogok kerja lanjutnya harus disikapi secara nyata dengan membuktikan bahwa distribusi bbm tetap berjalan lancar, dan ini sudah membuktikan bahwa ancaman tersebut tidak bermasalah buat pertamina patra niaga."Ancaman mogok kerja tidak akan berpengaruh jika distribusi bbm dan elpiji tetap terlaksana seperti biasa," lanjutnya.

"Yang menjadi persoalan adalah walau tanpa adanya pemogokan ternyata distribusi bbm tidak berjalan sebagai mana mestinya. Ini baru persoalan," pungkasnya.

Pada kenyataannya mereka bukan karyawan Patra Niaga, tapi mereka adalah karyawan perusahaan pengelola awak mobil tanki atau sopir tanki yg mendapat pekerjaan borongan mengangkut bbm dari Tbbm Pertamina ke SPBU.

PHk terhadap 350 AMT dilakukan oleh perusahaannya (bukan oleh patra niaga) karena indisipliner dan kinerjanya dibawah 75 % , misalnya dalam sebulan hanya masuk 7 hari.
Ada juga tindakan lain yang membuat perusahaan mem phk mereka, seperti menyerahkan mobil tanki kepada sopir mocok dan sebagaibya. Jumlah sopir yang melakukan hal seperti itu terjadi lebih dominan di wilayah kerja depo Plumpang .

Ancaman mogok juga dilakukan dominan oleh bekas sopir yang ada di Plumpang , tapi kekuatan mereka tdk sebesar tahun lalu.(Red/JJ)