|
find us on : 
Home > EKONOMI > SMF Bersama BTN Syariah Terbitkan EBAS-SP

SMF Bersama BTN Syariah Terbitkan EBAS-SP

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 31 Mei 2017 | 13:18:29
dibaca | 1036 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - JAKARTA - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF bersama BTN Syariah menerbitkan Efek Beragun Aset Syariah berbentuk Surat Partisipasi (EBAS-SP). Kehadiran EBAS-SP diharapkan dapat memperkaya instrumen investasi dan produk pasar modal syariah dan memperbesar market share pasar modal syariah, serta membantu memitigasi risiko pembiayaan KPR iB bagi bank syariah pada umumnya. Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo optimistis bahwa EBAS-SP akan memberikan warna baru bagi pasar modal syariah Indonesia, dengan sebelumnya berbagai efek berbasis syariah telah diperkenalkan dan diterbitkan.

"Investor akan memiliki pilihan baru untuk berinvestasi dalam efek yang sesuai dengan kaidah syariah, dengan tambahan aset dasar berupa tagihan KPR iB yang memberikan rasa aman yang lebih," ungkapnya di Jakarta, Selasa (30/5). Terkait dengan itu, Otoritas Jasa Keuangan telah menerbitkan POJK Nomor 20/POJK.04/2015 tentang Penerbitan dan Persyaratan EBAS-SP per 10 November 2015. Peraturan tersebut menggantikan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: KEP-181/BL/2009 tentang Penerbitan Efek Syariah tanggal 30 Juni 2009.

POJK tersebut merupakan penyempurnaan peraturan pasar modal syariah untuk mendorong perkembangan industri efek berbasis syariah di pasar modal Indonesia. Menurut Ananta, penerbitan POJK tersebut khususnya mengenai ketentuan EBAS-SP memberikan sinyal yang sangat positif dalam pengembangan pasar pembiayaan sekunder perumahan. Hal ini merupakan titik tolak untuk mengintensifkan upaya penerbitan EBAS-SP.

"Meskipun masih dibutuhkan dukungan dari semua pihak, baik perbankan maupun regulator, agar penerbitan EBAS-SP ini dapat segera terealisasi," jelasnya. Sebagai tahap awal, SMF dan BTN Syariah menandatangani naskah kerja sama transaksi Sekuritisasi KPR iB dengan skema EBASSP, dengan underlying portofolionya berasal dari pembiayaan KPR iB dengan SMF menjadi penerbit dan BTN Syariah akan menjadi kreditur asal serta penyedia Jasa.

Kerja sama penerbitan Efek Beragun Efek Syariah ini menggunakan sistem sesuai dengan prinsip syariah, sehingga setiap penerbitan efek wajib mendapat pernyataan kesesuaian syariah dari Dewan Pengawas Syariah atau tim ahli syariah pasar modal. Ketentuan dan persyaratan mengenai Ahli Pasar Modal Syariah diatur dalam POJK No 16/Tahun 2015.

Mengurangi "Mismatch"
Sedangkan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Maryono mengatakan EBAS-SP BTN syariah bisa meraih dana segar dan meningkatkan kapasitas untuk menyalurkan pendanaan kepemilikan rumah kepada masyarakat.

"Instrumen tersebut memang menjadi salah satu pilihan utama Bank BTN untuk mengurangi mismatch pendanaan, karena dana sekuritisasi berjangka panjang, sesuai dengan pola pembiayaan KPR Bank BTN iB yang juga memiliki jangka waktu yang panjang," kata Maryono. Adapun potensi aset KPR syariah Bank BTN yang bisa disekuritisasi mencapai 3,8 triliun rupiah, yang seluruhnya merupakan KPR Non Subsidi.(brm/JJ)