|
find us on : 
Home > PERTAMBANGAN > Sosok Dirut Pertamina Tantangan Bagi Pemerintah.

Sosok Dirut Pertamina Tantangan Bagi Pemerintah.

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 14 Maret 2017 | 22:33:00
dibaca | 2107 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Pertamina sebagai perusahaan energi, pada dasarnya memerlukan dirut yang handal, dan sudah terbukti menguasai bisnis migas.
Pada harga minyak yang anjlok, Pertamina membutuhkan nakhoda yang mampu melakukan terobosan, yang bisa membuat laba Pertamina semakin membesar , diatas laba tahun 2016

Hal tersebut dikatakan Pengamat kebijakan enerji. Direktur Puskepi Sofyano Zakaria dalam siaran pernya di Jakarta Selasa (14/3/2017).

Sofyano mengatakan, Dirut Pertamina harus profesional, yang menguasai penuh pengetahuan tentang bisnis pertamina, memiliki leadership yang handal yang mampu menjadi perekat antar sesama insan Pertamina, berkemampuan manajerial yang handal," ujarnya.

Menempatkan orang untuk Dirut Pertamina lanjut Sofyano, tidak boleh coba coba. Pertamina adalah sebuah perusahaan yang berhubungan dengan hajat hidup rakyat secara langsung. Artinya dirut dan atau direksi Pertamina harus pula mendapat support penuh dari seluruh pekerja Pertamina.

Kuatnya leader ship Dirut, akan mampu menjaga kesatuan dan kebersamaan di Pertamina. Artinya dirut harus orang yang diyakini mampu mempersatukan direksi dan juga pekerja pertamina," tegas Sofyano.

Mengambil Dirut BUMN lain sebagai dirut pertamina, akan sangat mudah mendapat penilaian dari masyarakat atau dari pekerja Pertamina. Keberhasilan seorang dirut BUMN apapun, akan dinilai masyarakat dari keberhasilan memperoleh laba BUMN yang dipimpinnya.

"Ini harusnya menjadi pertimbangan utama bagi Presiden dan Menteri BUMN, serta Menteri terkait lainnya, sehingga masyarakat tidak akan menilai pengangkatan Dirut pertamina terkait dengan kepentingan politik atau kepentingan tertentu saja," ungkap Dirut Puskepi itu.

Pemerintah harusnya ingat dan paham bahwa, Pertamina sedang dibebani pemerintah untuk menjalankan program yang memberi citra baik bagi pemerintahan jokowi, yakni BBM satu harga diseluruh negeri. Juga bagaimana mengurangi subsidi elpiji dan menjadikan harga elpiji satu harga diseluruh tanah air. Ini memerlukan sentuhan khusus dari nakhoda dan direksi pertamina.

Ini bisa terwujud dengan kerjasama yang solid dari seluruh insan Pertamina, termasuk direksi yang ada yang notabenenya bukanlah pekerja Pertamina.
Artinya ini harus dipahami bahwa direksi Pertamina dan juga dirut Pertamina harus mampu menempati relung hati terdalam dari pekerja Pertamina.

Sehingga dukungan terhadap direksi keluar dari lubuk hati mereka dan bukan bersandar kepada perintah belaka.
Ini maknanya bahwa direksi harus diterima pekerja tanpa syarat sehingga pekerja akan all out bekerja mendukung segala yang di inginkan pemerintah.

Sebagai BUMN strategis , BUMN energi terbesar dinegeri ini, sangatlah pantas jika pemerintah perlu berhati hati dalam menempatkan nakhoda tertinggi di Pertamina.

Sofyano berharap, penempatan dirut tidak boleh coba coba atau uji coba kemampuan orang. Pertamina harus mampu membuktikan, memberikan sumbangan keuangan bagi pemerintah, disamping menjalankan misi pemerintah dalam memberi pelayanan kepada masyarakat.

Bersabar sedikit dalam menentukan dirut pertamina tetapi menghasilkan yang terbaik bagi negeri ini, bukanlah menjadi soal yang memberatkan bagi Presiden," tutupnya. (RED/JJ)