|
find us on : 
Home > PILIHAN EDITOR > Sepenggal Kisah Perjuangan Garuda di Bumi Afrika

Sepenggal Kisah Perjuangan Garuda di Bumi Afrika

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 19 Desember 2016 | 18:47:14
dibaca | 2530 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Hampir genap satu tahun Satgas Kizi TNI Kongo XX-M/Monusco (Mission de L'Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo) melaksanakan tugas di wilayah Republik Demokratik Kongo. Berbagai macam pekerjaan berhasil dilaksanakan dengan aman dan sempurna. Satgas Kizi TNI Konga XX-M/Monusco juga mampu mempertahankan predikat Kontingen Zeni terbaik dari 6 Kontingen Zeni yang berada di daerah penugasan. Tidak terhitung response positif yang diterima oleh Satgas Kizi TNI Konga XX-M/Monusco perihal peforma dan loyalitas prajurit TNI yang merupakan ciri dari Kontingen Indonesia.

Satgas Kizi TNI Monusco XX-M dibawah pimpinan Letkol Czi Sriyanto selain berhasil menjadi Kontingen Zeni Terbaik Monusco, satuan bentukan yang main body-nya berasal dari Yonzipur 8/SMG Kodam VII/Wirabuana ini juga berhasil meningkatkan reimbursement (pendapatan negara dari PBB) Satgas selama tahun 2016. Selain melaksanakan tugas yang diberikan oleh PBB, Satgas juga harus melaksanakan inspeksi COE (Contingent Own Equipment) setiap tiga bulan. Inspeksi COE merupakan pemeriksaan berkala yang dilaksanakan oleh Tim Inspector PBB terhadap alat perlengkapan (Major Equipment) dan sarana prasarana (Self Sustainment) Satgas yang tercantum dalam MoU (Memorandum of Understanding) kedua belah pihak.

Satgas Kizi TNI Monusco XX-M merupakan Satgas ke-13 yang dikirimkan Pemerintah Indonesia ke Negara Republik Demokratik Kongo. Negara yang memiliki luas wilayah terbesar ke-2 di Benua Afrika ini memiliki kondisi iklim yang mirip dengan wilayah Indonesia. Kondisi geografis yang sedikit lebih ekstrim mengakibatkan banyaknya materiil Satgas khususnya Kendaraan dan Alberzi banyak mengalami kerusakan. Berkat semangat, keyakinan, dan kerja keras dipadukan teamwork yang solid, Satgas Kizi TNI Konga XX-M/Monusco mampu membuktikan bahwa "Nothing Impossible for Garuda". Hal ini dibuktikan dengan dihidupkannya kembali beberapa Alberzi yang sebelumnya divonis tidak bisa beroperasional menjadi siap beroperasional dan mampu melaksanakan pekerjaan.

Apresiasi tinggi dan pujian didapatkan dari Tim COE yang telah memeriksa Kontingen Indonesia sejak tahun 2010. Bahkan team leader COE hingga berseloroh "Well done Indonesia, I know you are a magician!! (Kerja bagus Indonesia, saya tahu anda seorang pesulap)". Hal ini diakibatkan pada saat pemeriksaan COE tim inspector dibuat terkejut karena Kendaraan Jeep Defender yang sejak tahun 2011 mengalami kerusakan dan tidak mendapatkan pembayaran hanya dalam waktu 1 malam kontingen mampu menjadikan kendaraan beroperasional dan lulus COE. Ini merupakan suatu keberhasilan yang benar-benar diraih berkat komunikasi, kerja sama, kinerja dan loyalitas para prajurit Satgas guna mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Berkat bimbingan Dansatgas Letkol Czi Sriyanto yang merupakan mantan Pasilog Satgas Kizi Garuda XX-A, seluruh pekerjaan staf mampu dikerjakan tanpa adanya miss understanding. Dedikasi penuh Abituren Akademi Militer 1998 yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Batalyon Zeni Tempur 8/SMG ini mampu menunjukkan bahwa prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-M/Monusco yang mayoritas anak "Kota Daeng (Kodam VII Wirabuana)" tidak hanya jago dalam melaksanakan pekerjaan, tetapi juga mampu merebut hati rakyat di wilayah penugasan.

Berbagai macam penyuluhan kesehatan, pelatihan ketrampilan seperti pelatihan komputer, pelatihan mengemudi, pelatihan operator alat berat, dan pelatihan tukang kayu/batu diberikan kepada warga disekitar "Camp Bumi Nusantara". Selain itu berbagai macam kegiatan keagamaan dilaksanakan bersama warga lokal, dan seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Kontingen Indonesia di misi Monusco merupakan wujud kepedulian Bangsa Indonesia dalam ikut serta menjaga perdamaian dunia sesuai amanat UUD 1945.

Semakin sedikit waktu yang tersisa bukan berarti waktu bersantai bagi Satgas Kizi TNI Konga XX-M/Monusco. Memasuki bulan ke-12, Satgas tetap berkomitmen untuk berbuat terbaik bagi negara, Bangsa, dan dunia. Hal ini ditunjukkan dengan melanjutkan pekerjaan pembangunan jalan yang akan menghubungkan Kota Dungu - Isiro dengan jarak total 200 Km, melaksanakan pembangunan Kantor Organisasi Pemuda dan Jurnalis, melaksanakan rehabilitasi jalan dari kota Faradje ke Durba dengan jarak total 73 Km, pemeliharaan rutin Bandara di Logbase Dungu, ditambah dengan berbagai macam tugas minor yang diselesaikan dalam waktu satu hari.

Kurang lebih satu bulan lagi, Satgas Kizi TNI Konga XX-M/Monusco akan melaksanakan Medal Parade yang rencananya akan dihadiri oleh Force Commander Letjen Derick M Gwebi beserta staff. Rasa rindu terhadap anak, istri, sanak saudara yang ditinggalkan mampu dibayar dengan prestasi yang membanggakan dengan mengharumkan nama Satuan, Keluarga, dan Bangsa di mata dunia. (Bgs/JJ)