|
find us on : 
Home > LIPUTAN KHUSUS > CEO MR Corp Mustofa Romdloni, Raih Sukses Dengan Kerja Keras Pantang Menyerah

CEO MR Corp Mustofa Romdloni, Raih Sukses Dengan Kerja Keras Pantang Menyerah

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 18 Juli 2016 | 01:20:02
dibaca | 4348 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Menjabat sebagai Presiden Tangan Di Atas (TDA) adalah sebuah komunitas wirausaha terbesar di Indonesia. Mustofa Romdloni yang juga seorang pebisnis tangguh mengisahkan perjalanan hidupnya dalam menapaki karir usahanya yang kini telah dipuncak.

Mustofa Romdloni, pria sederhana kelahiran Boyolali, Jawa Tengah 1977, kini telah menjadi Chief Excecutive Office (CEO) MR Corp. Seabrek kegiatan ketika kuliah di Teknik Kimia Universitas Diponegoro, Semarang pun dia lakukan. Disaat mulai bekerja usai lulus tahun 2000. Mustofa Romdloni pun tidak betah bekerja hanya di satu perusahaan saja.

Mustofa menerangkan selama menjalani usaha tidaklah langsung seperti sekarang. "Tahun 2000 saat saya, mulai bekerja di pabrik, saya tidak memiliki kebebasan karena peraturan pabrik. Dan ketika saya akan memberikan kreatifitas di tempat kerja juga harus terbatas dengan atasan. "Wah Kalau kerja malam seperti ini terus, nggak sehat juga, terkekang tanpa kebebasan," terangnya di Jakarta, Minggu (17/7).

Ia pun akhirnya memutuskan mencari pekerjaan sampingan. Mulai dari bisnis MLM, limbah plastik, hingga ekspedisi. Bahkan, untuk bisnis yang terakhir, ia sempat terlilit hutang hingga hampir ratusan juta, saat memulai bisnis ekspedisi, saat itu untuk membeli truk bekas. Penyebabnya, kliennya tak mau membayar sewa setelah dua bulan pengiriman. Mereka beralasan barang yang dikirim tidak sesuai dengan spesifikasi yang dipesan.

Namun, Mustofa tidak kapok berbisnis. Ia masih yakin dengan niatnya untuk merintis usaha secara penuh. Tak heran, sembari terus mengurus bisnis limbah plastiknya, ia juga pernah mencoba berbagai bisnis seperti berjualan jaket kulit, termasuk bisnis rumah makan dengan menu utamanya ayam bakar.

Bukan satu perusahaan yang dia miliki saat ini, tapi lebih dari tiga. Antara lain perusahaan miliknya adalah pabrik pembuatan biji plastik, konsultan pemasaran terkait produk-produk plastic, properti, bahkan pabrik terasi, dan bukan sekejap mata bisa memiliki banyak usaha.

Mustofa menjelaskan, awal-awal saya sempat berhutang melalui KTA dan Kartu Kredit untuk membantu rintisan usaha. Hanya kerja keras serta, saya yakini jalan dari Sang Pemberi Hidup.

Terlahir dari keluarga sederhana, anak kelima dari enam bersaudara ini sempat bekerja di pabrik keramik Roman Royal hanya 5 bulan, lalu pindah ke pabrik part elektronik juga hanya 6-7 bulan, kemudian pindah ke perusahaan Jepang, yaitu Riken Indonesia sebuah perusahaan pengolahan plastic.

Berkat kerja keras pantang menyerah, garis hidupnya berubah drastis. Ia kini memiliki sejumlah perusahaan, mulai dari pengolahan limbah plastik yakni PT ABC Plastindo serta konsultan dan pemasaran plastik yaitu PT Zenith Material Solution.

"Saya ingin punya usaha dalam bentuk grup bisnis, usahanya banyak, karyawan banyak dan terus maju. Selain itu, saya juga punya pabrik terasi, dan perusahaan properti di Bekasi. Bisnis itu kerjasama, rangkul ahlinya. Kebetulan dapat, saya tidak mencari, tapi dipertemukan," ungkapnya.