|
find us on : 
Home > LIPUTAN KHUSUS > Indonesia Berencana Sepakati Pembelian Pesawat Tempur Sukhoi SU-35

Indonesia Berencana Sepakati Pembelian Pesawat Tempur Sukhoi SU-35

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 03 Mei 2016 | 19:06:41
dibaca | 6652 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Indonesia berencana sepakati pembelian delapan pesawat tempur jenis Sukhoi SU-35. Hal ini dikatakan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di area Istana Negara, Jakarta pada Selasa sore (3/5/2016)

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, kesepakatan ini nantinya akan disaksikan Presiden Joko Widodo dalam lawatannya ke Rusia pada pertengahan Mei mendatang. Presiden akan menghadiri Russia-ASEAN Summit di Sochi yang membahas kerja sama regional ASEAN dengan Rusia.

Sebelumnya Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu pada Rabu (27/4) lalu, memenuhi undangan Kementerian Pertahanan Federasi Rusia untuk menghadiri Konferensi Keamanan Internasional ke-5 atau V Moscow Conference on International Security (MCIS), di Moskow, Rusia.

MCIS yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Federasi Rusia ini merupakan konferensi tahunan yang dihadiri perwakilan beberapa negara setingkat menteri pertahanan yang membahas dan mendiskusikan isu-isu keamanan internasional yang diikuti oleh peserta dari 81 negara.

Setelah melakukan lawatan ke Rusia, Menhan RI Ryamizard Ryacudu melanjutkan kunjungan kerjanya ke Belarusia dan melakukan pertemuan dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, Kamis (28/4), di kantor Kepresidenan Belarusia.

Kunjungan Menhan RI ke Belarusia untuk yang pertama kalinya ini memenuhi undangan Pemerintah Belarusia yang disampaikan Dubes Belarusia untuk Indonesia He. Mr. Vladimir Lopato Zagorsky ketika menunjungi Kemhan RI beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebut Presiden Belarusia menyampaikan kepada Menhan RI keinginan pemerintah Belarusia untuk meningkatkan kerjasama pertahanan dengan Indonesia dan membuka peluang kerjasama di bidang industri pertahanan dengan investasi pembukaan pabrik peralatan militer di Indonesia yang akan dipasarkan di kawasan ASEAN.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Belarusia juga menawarkan kepada pemerintah Indonesia sejumlah alutsista produksi Belarusia termasuk didalamnya alih teknologi (transfer of technology) dalam pembuatannya.

Selain itu juga dimungkinkan untuk melakukan joint production dengan harapan kedua negara dapat saling mendorong kerjasama industri pertahanan yang lebih erat di masa depan yang pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian kedua negara.

Menhan RI menyambut baik keinginan pemerintah Belarusia untuk menjalin kerjasama di bidang industri pertahanan dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi kedua negara. (Bgs/JJ)