|
find us on : 
Home > KESEHATAN > PDEI Jakarta Gelar Kampanye Live Saving & Safe Community di Car Free Day

PDEI Jakarta Gelar Kampanye Live Saving & Safe Community di Car Free Day

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 01 Februari 2016 | 23:10:52
dibaca | 9739 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Masyarakat secara individual diharapkan memiliki wawasan dan kapasitas ketanggap-bencanaan yang memadai, kesenjangan persepsi akan hal kebencanaan dapat diminimalisir. Dalam hal ini konsep "live saving' dan 'safe community' berperan sebagai wadah optimalisasi ketanggap-bencanaan di Indonesia khususnya di Jabodetabek.

Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia Cabang Jakarta (PDUI Jakarta) Dr. Abdul Halik Malik, MKM menegaskan, "Untuk membangun ketahanan terhadap bencana, terorisme hingga wabah penyakit, maka perlu implementasi kesadaran "live saving dan safe community" dalam suatu masyarakat, yang mencakup kemampuan untuk bertahan hidup di situasi emergensi dan keterampilan untuk menangani masalah kesehatan secara mandiri baik di rumah atau di mana saja (self care)," ujarnya, dalam siaran pers yang di terima di Jakarta, Senin (1/2/2016)

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah meluncurkan program 'Ketok Pintu' dengan slogan melayani dengan hati yang intinya adalah menyediakan pelayanan kesehatan yg dekat dengan masyarakat dengan mengutamakan skrining masalah dan kunjungan rumah," ujar Halik

Lebih lanjut dikatakan, awalnya di Rusun, sekarang sasarannya hingga ke rumah warga di wilayah Kumuh Padat dan Kumuh Miskin. Untuk itu Ahok saat ini telah menyediakan tim dokter, perawat, dan bidan, yang siap turun ke masyarakat untuk setiap 3000 penduduk, bahkan kedepannya cita-citanya tiap rumah di DKI punya dokter atau dalam bahasa Ahok Dokter Pribadi," lanjut Halik

"PDEI mengapresiasi inisiatif Pemprov DKI Jakarta menghadirkan layanan 'ketok pintu' ini sebagai bentuk kehadiran Negara di tengah-tengah warganya, pemerintah berupaya menjangkau yang tak terjangkau, dan menjadi bagian dari keseharian masyarakatnya.

PDEI bisa turut berperan terutama dalam program pencegahan dan pertolongan pertama dengan membekali masyarakat terkait sikap saat menghadapi bencana atau keadaan emergensi, ini dapat dlakukan melalui simpul-simpul warga, bekerjasama dengan pemprov dan paguyuban masyarakat sampai ke tingkat RT/RW, misalnya bagaimana sikap saat menghadapi banjir, kebakaran dan korban kebakaran, korban kecelakaan lalu lintas, kecelakaan di tempat kerja, bahkan sikap masyarakat dan keluarganya ketika ada yang mengalami serangan jantung, stroke, atau demam berdarah yang marak belakangan ini.

Selain itu untuk menunjang layanan pengobatan di puskesmas atau RS Kecamatan di DKI Jakarta PDEI bisa turut serta berjasama dengan pemda supaya semua tenaga kesehatan dapat dilatih oleh PDEI terkait penagananan semua kasus emergensi yg dapat terjadi di masyarakat, bahkan setiap fasilitas kesehatan per wilayah bisa direview oleh PDEI tingkat kesiapan dan tanggap daruratnya," ungkapnya (Red/JJ)